8 Tips Marketing Campaign yang Sukses Curi Perhatian Pelanggan
Pernah mendapat kemasan Coca-Cola yang bertuliskan namamu? Nah, itulah contoh marketing campaign yang terbilang amat sukses. Jika tertarik menjalankannya, Glints punya tips marketing campaign untukmu.
Teknik yang satu ini berbeda dengan pemasaran pada umumnya. Jika biasanya marketing bertujuan membuat masyarakat tertarik pada suatu produk, lain halnya dengan marketing campaign.
Menurut Hubspot, marketing campaign dilakukan ketika ada satu tujuan spesifik yang ingin dicapai perusahaan.
Beberapa contohnya adalah mengenalkan produk baru, mendapat feedback dari pelanggan, dan meningkatkan brand image.
Jika ingin mendapatkan hal-hal tersebut, simaklah tips marketing campaign berikut ini.
1. Tentukan tujuan yang ingin dicapai
Marketing campaign umumnya memiliki satu atau dua tujuan khusus. Misalnya, kamu baru saja meluncurkan produk baru dan ingin mengenalkannya pada masyarakat.
Tips dari Glints, tentukan tujuan marketing campaign ini terlebih dahulu.
Hal ini akan memudahkanmu dalam merancang konsep, topik, hingga media yang digunakan.
2. Pahami tren yang sedang viral
Mayoritas marketing campaign membawa tren yang sedang viral. Bahkan, beberapa di antaranya tidak ragu untuk mengangkat isu sensitif.
Sebut saja Adidas yang membuat campaign ‘She Breaks Barriers’. Kamu bisa menonton cuplikannya di bawah ini.
Campaign di atas bertujuan untuk mengangkat derajat wanita dalam hal olahraga. Sebab, selama ini olahraga lebih identik dengan pria. Adapun pemberitaan media tentang atlet wanita sangatlah minim.
Padahal, olahraga adalah sesuatu yang bisa dinikmati secara bebas oleh semua kalangan.
Tips lainnya yaitu manfaatkan momen tertentu dalam marketing campaign brand-mu. Berikut contohnya.
View this post on Instagram
Indomie meluncurkan kemasan mie instan baru di bulan Ramadan. Uniknya, kemasan ini tidak menampilkan gambar mie yang selalu muncul pada kemasan sebelumnya.
Campaign ini menjadi viral di media sosial. Banyak orang membeli Indomie hanya untuk melihat keunikan kemasannya.
3. Tentukan target audiens
Media marketing yang digunakan tidak akan efektif jika kamu tidak mengetahui siapa target audiens dari marketing tersebut.
Kamu harus menentukan terlebih dahulu target campaign sebelum merilisnya. Apakah kamu menargetkan calon konsumen baru atau hanya ingin mendapatkan feedback dari konsumen yang sudah ada.
Bagaimana sebuah pesan dalam marketing tersampaikan tergantung pada perspektif audiens yang mendapatkannya. Oleh karena itu, memiliki target audiens yang spesifik adalah hal yang vital.
4. Berpikir out of the box

© Freepik.com
Seorang marketer perlu berpikir out of the box, termasuk ketika merancang marketing campaign.
Saat ini, mungkin sudah banyak perusahaan yang membuat campaign terkait pandemi Covid-19.
Topik ini memang masih hangat di masyarakat. Siapa pun bisa relevan dengan hal-hal seputar pandemi.
Namun, apa yang membedakan campaign-mu dengan kampanye brand lain? Itulah yang perlu kamu pikirkan secara mendalam.
Carilah sesuatu yang memang belum diangkat perusahaan lain. Dengan demikian, campaign-mu menjadi unik dan mudah diingat masyarakat.
5. Kombinasikan beragam channel
Setiap media atau channel memiliki karakteristik yang berbeda. Kamu tidak bisa sembarang menggunakannya dalam kampanye pemasaran.
Tips dari The Balance Small Business, pertimbangkan target marketing campaign perusahaanmu.
Media apa yang sering mereka gunakan? Apakah mereka lebih sering menggunakan Instagram, Facebook, Twitter, atau bahkan media massa?
Selain itu, kapan mereka menghabiskan waktu di media tersebut? Apa yang mereka cari di sana?
Hal-hal itu bisa menentukan channel apa yang sesuai dengan kampanyemu.
Nah, jika kamu ingin tahu lebih dalam terkait channel marketing campaign, Glints ExpertClass punya solusinya.
Ada banyak kelas seputar marketing untukmu, termasuk marketing campaign. Salah satu topik yang dibahas adalah karakteristik setiap channel yang bisa kamu pilih.
Kelas ini dipandu oleh marketer profesional dengan pengalaman bertahun-tahun. Jadi, kamu bisa berdiskusi langsung dengan mereka di akhir sesi.
Jika tertarik, klik tombol di bawah ini untuk melihat jadwal kelasnya, ya!
6. Buat timeline yang jelas
Dengan menentukan timeline untuk marketing campaign, kamu akan lebih mudah menentukan bagaimana ide campaign disampaikan dan lewat apa mempromosikannya.
Berikut beberapa cara yang bisa kamu ikuti untuk menentukan timeline marketing:
- buat timeline campaign secara general (mulai dari waktu mulai dan deadline)
- lihat apa aset marketing dan channel mana yang ingin kamu gunakan termasuk informasi konten jenis apa yang ingin kamu buat
- tentukan bagaimana konten untuk setiap channel dengan jelas, termasuk jadwal posting, email, dan kebutuhan promosi lainnya
7. Tentukan metrik keberhasilan
Memberi patokan atau metrik keberhasilan dalam campaign akan membantumu tahu apakah rencana marketing sudah sesuai dengan tujuan dan outline.
Saat kamu memiliki metrik ini, mudah juga untuk melakukan monitoring sebagai bahan evaluasi dan peningkatan marketing campaign berikutnya.
8. Buat acara khusus
Tips marketing campaign terakhir adalah membuat acara khusus yang disebut juga dengan event marketing.
Acara ini tak hanya bisa mengenalkan produkmu, tapi sekaligus membangun hubungan dengan konsumen atau calon pembeli.
Kamu bisa berinteraksi, berdiskusi, dan meminta feedback dari mereka selama acara berlangsung.
Tenang saja, event ini tidak harus diselenggarakan secara offline, kok. Nyatanya, event online juga sudah cukup efektif untuk mendukung marketing campaign.
Jadi, apakah kamu sudah siap untuk menjalankan kampanye pemasaran? Jika sudah, terapkan lima tips marketing campaign di atas, ya.
Niscaya, campaign-mu bisa memberikan hasil yang memuaskan bagi perusahaan!