Gig Economy: Definisi serta Dampaknya Terhadap Pekerja dan Perusahaan

Diperbarui 01 Apr 2024 - Dibaca 11 mnt

Isi Artikel

    Gig economy adalah istilah yang terus berkembang di era industri 4.0. Ada yang menganggap fenomena ini positif, tetapi ada pula yang menganggapnya sebagai ancaman.

    Sebenarnya, apa itu gig economy dan bagaimana kita sebagai masyarakat usia produktif menghadapinya?

    Dalam artikel ini, Glints akan mengupas tuntas tentang gig economy agar kamu tidak bingung lagi.

    Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

    Baca Juga: Bekali Diri dengan Beragam Skill Ini untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0

    Apa Itu Gig Economy?

    google search console adalah

    © Freepik.com

    Ada banyak pihak yang mendefinisikan gig economy secara berbeda.

    Menurut BBC, gig economy adalah pasar tenaga kerja yang identik dengan karyawan kontrak jangka pendek atau pekerja lepas (freelancer).

    Dari sudut pandang lainnya, gig economy juga dapat didefinisikan sebagai lingkungan kerja yang fleksibel dalam hal jam kerja, tetapi minim perlindungan tempat kerja hingga berpotensi menimbulkan eksploitasi.

    Sementara itu, TechTarget mendefinisikan gig economy dari asal katanya, yaitu ‘gig’ dan ‘economy’. 

    ‘Gig’ atau manggung adalah istilah yang lazim digunakan dalam dunia hiburan, khususnya dunia musik. Istilah ini menggambarkan pekerja di dunia hiburan yang biasanya bekerja dalam jangka waktu yang relatif pendek.

    Maka, dapat disimpulkan bahwa gig economy adalah sistem kerja di mana umumnya lembaga atau perusahaan lebih memilih untuk merekrut pekerja independen atau kontrak jangka pendek.

    Belakangan, gig economy semakin banyak diterapkan oleh perusahaan. Di Amerika sendiri, terdapat lebih dari 57 juta pekerja yang merupakan bagian dari gig economy, seperti dikutip dari Forbes.

    Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik pada Mei 2019, jumlah pekerja lepas di Indonesia ada sekitar 5,89 juta orang.

    Fenomena gig economy ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Anthony Hussenot, profesor dari Université Nice Sophia Antipolis (UNS), sempat menyebutkan bahwa pekerja lepas adalah pekerjaan masa depan, seperti dikutip dari Tirto.

    Anthony menjelaskan bahwa perkembangan dunia telekomunikasi dan pemanfaatan crowdsourcing mendorong sejumlah sektor bisnis tidak membutuhkan banyak karyawan tetap.

    Oleh karena itu, mereka mulai beralih untuk mempekerjakan pekerja lepas daripada karyawan tetap.

    Baca Juga: Daftar 6 Bidang Pekerjaan yang Paling Membutuhkan Jasa Freelancer

    Pekerjaan yang Umum di Gig Economy

    wfh dengan laptop

    © Freepik.com

    Di beberapa negara, gig economy adalah fenomena yang terus berkembang. Maka, tak heran jika banyak orang mulai mempertimbangkan untuk menjadi pekerja lepas.

    Namun, tentu saja tidak semua pekerjaan bisa mengikuti arus gig economy.

    Berikut beberapa pekerjaan yang umum dipekerjakan di fenomena gig economy.

    • IT: network analyst, information security engineer
    • Penulisan: content writer, resume writer, copywriter, UX copywriter
    • Akuntansi: akuntan, accounting assistant
    • Administratif: virtual assistant, pharmacy technician, design administrative assistant
    • Pendidikan: guru, dosen, tutor
    • Software development: game engineer, UI/UX designer, DevOps engineer
    • Project management: project manager, office manager, epic management project manager

    Selain daftar di atas, pekerjaan lainnya yang berkembang saat gig economy adalah mereka yang bekerja di bidang desain, event, dan advertising.

    Baca Juga: Kenali Lebih Dalam Bagaimana Perlindungan Hukum Terhadap Freelancer

    Dampak Gig Economy

    1. Dampak positif

    semanat bekerja saat wfh

    © Freepik.com

    Fenomena gig economy memberikan dampak yang luas, baik bagi para pekerja maupun perusahaan.

    Dari sisi pekerja, salah satu dampak positif gig economy adalah kamu bisa mengambil banyak proyek sekaligus dalam satu waktu.

    Dilansir dari Investopedia, banyak orang memutuskan untuk melakukan banyak pekerjaan demi memenuhi standar gaya hidup yang mereka inginkan.

    Sementara itu, kondisi tersebut tidak mungkin dilakukan jika seseorang menjadi pekerja tetap di suatu perusahaan.

    Orang juga cenderung melakukan pergantian karier berkali-kali, terutama generasi milenial. Alasannya pun beragam, mulai dari meningkatkan karier, skill, hingga bosan di tempat kerja.

    Dengan demikian, gig economy ini dianggap memberikan dampak positif bagi sebagian orang karena bisa mendukung alasan-alasan tersebut.

    Di sisi lain, gig economy memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menemukan pekerja-pekerja terbaik karena perputarannya yang sangat cepat.

    Selain itu, perusahaan juga tidak perlu mengikatkan diri pada banyak karyawan tetap.

    2. Dampak negatif

    penyebab stres saat wfh

    © Pexels.com

    Selain dampak positif, ada berbagai dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari fenomena gig economy.

    Dari sisi pekerja tetap, salah satu dampak negatif gig economy adalah sulitnya memiliki jenjang karier yang baik. Perusahaan lebih memilih untuk mempekerjakan pekerja lepas.

    Oleh karena itu, kesempatan pekerja tetap untuk berkembang juga menjadi semakin sulit.

    Dampak negatif lainnya adalah tentang fleksibilitas. Memang, fleksibilitas dapat dianggap sebagai sesuatu yang positif.

    Namun, kenyataannya banyak orang tidak bisa menemukan work life balance mereka dengan situasi kerja yang fleksibel.

    Adapun isu lain yang ditimbulkan dari gig economy, yaitu eksploitasi. Banyak orang mengkhawatirkan eksploitasi akan terus berkembang seiring dengan melebarnya fenomena tersebut.

    Dilansir dari Wired, salah satu dampak dari gig economy adalah kurangnya perlindungan terhadap pekerja dan bayaran yang kurang layak. Pekerja tidak mendapat berbagai tunjangan, libur, hingga sick pay.

    Mereka tidak mendapat perhatian khusus dari perusahaan karena hanya dianggap sebagai pekerja kontrak.

    Selain itu menurut Kompas, gig economy bisa melukai perekonomian secara umum dalam jangka panjang. Dengan semakin banyaknya pekerja lepas, hal tersebut bisa meningkatkan angka pengangguran serta daya beli per orangnya.

    Baca Juga: Apa Itu Outsourcing dan Bagaimana Kelebihan Kekurangannya?

    Demikian penjelasan lengkap dari Glints seputar gig economy. Semoga kamu sudah semakin paham dengan istilah tersebut, ya.

    Seperti yang telah Glints jelaskan, saat ini gig economy adalah hal yang terus berkembang di industri kerja. Ke depannya, fenomena ini diperkirakan akan terus berkembang.

    Oleh karena itu, kamu bisa mempersiapkan dirimu sejak sekarang.

    Ada banyak lowongan freelance yang tersedia di Glints Jobs yang bisa bisa kamu apply untuk mendapatkan proyek yang sesuai.

    Sebelumnya, buat akunmu dulu, ya. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.4 / 5. Jumlah vote: 7

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait