Thought Leader Marketing: Definisi dan Cara Memaksimalkannya
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Thought leadership marketing atau yang biasa juga disebut sebagai thought leader marketing adalah salah satu upaya agar brand dapat meningkatkan kredibilitas, value, dan visibilitasnya.
Belum pernah mendengar istilah ini sama sekali? Jangan khawatir, berikut Glints siapkan pembahasan lengkapnya hanya untukmu.
Yuk, disimak!
Isi Artikel
Definisi Thought Leader Marketing
Dilansir dari Indeed, thought leader marketing adalah strategi content marketing untuk menciptakan reputasi bahwa brand-mu yang paling menguasai industri terkait.
Tujuan utama strategi ini adalah untuk mengedukasi audiens tentang topik-topik di industri tersebut. Harapannya, audiens akan melihat brand sebagai ahli atau expert yang layak untuk dijadikan panutan.
Oleh karena itu, proses pembuatannya sedikit berbeda dengan konten pada umumnya.
Thought leadership content diproduksi dengan melibatkan thought leader itu sendiri, yaitu para profesional yang telah memiliki keahlian dan pengalaman di bidangnya masing-masing, seperti:
- CEO, CTO, CFO, dan sebagainya
- konsultan
- career coach
- HR
- digital marketer
Serta masih banyak lagi thought leader yang lainnya. Mereka dapat memberi kontribusi yang beragam pada suatu konten, di antaranya adalah:
- berbagi pandangan dan pengalaman terhadap suatu isu
- membahas topik spesifik mengenai suatu bidang profesi
- menganalisis data lalu membagikan insight bermanfaat bagi audiens
Salah satu contoh konten thought leadership adalah e-book atau laporan in-depth yang megintegrasikan berbagai metode agar thought leader terlibat di dalam proses pembuatan.
Manfaat Thought Leader Marketing
Ada beberapa manfaat utama dari strategi branding melalui content marketing yang satu ini, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Memperbaiki brand perception
Dengan terus memproduksi konten berbobot secara konsisten, perusahaan tentunya akan menerima feedback positif dari audiens.
Lama-kelamaan, persepsi konsumen terhadap brand juga semakin membaik. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi brand kecil atau yang sedang berusaha memperbaiki reputasinya.
2. Meningkatkan kepercayaan konsumen
Berbeda dengan strategi konten soft maupun hard selling, kunci keberhasilan strategi ini adalah tidak menyelipkan penjualan atau promosi di dalamnya.
Jadi, isinya benar-benar murni konten berkualitas dan kredibel dari thought leader.
Sering kali konsumen merasa sedikit dikecewakan ketika mengetahui bahwa konten yang dibuat brand hanyalah alat promosi.
3. Meningkatkan engagement
Dilansir dari Indeed, konsumen yang melihat dan mencerna konten thought leadership kemungkinan besar akan mau berinteraksi dengan brand.
Baik melalui likes, share, bertanya melalui comment, atau menyimpan konten untuk dilihat lagi.
Hal ini didorong oleh karakteristik konten thought leadership yang biasanya bersifat lebih eksklusif karena berisi pandangan autentik dan pembahasan mendalam dari pembuatnya.
4. Memengaruhi keputusan pembelian konsumen
Manfaat selanjutnya adalah mampu memengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Mereka akan lebih yakin bahwa brand kamu sangat ahli di bidangnya. Akhirnya, konsumen percaya untuk berinventasi di perusahaanmu dengan cara membeli produk dan jasa yang disediakan.
Konsumen pasti mengincar kualitas, namun thought leader marketing menawarkan hal lain yang tak kalah menarik, yaitu sebuah value dan ilmu pengetahuan.
5. Meningkatkan brand awareness
Jika perusahaan kamu belum memiliki banyak konsumen maupun visibilitas tinggi untuk meningkatkan penjualan, thought leadership marketing bisa menjadi langkah tepat.
Saat ini sudah banyak jenis konten yang berhasil menarik perhatian audiens.
Otomatis, kompetisi pun semakin meningkat dan perlahan semua brand terlihat sama.
Oleh karena itulah audiens memiliki ekspektasi lebih dan konten thought leadership menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan value berbeda untuk mereka.
Cara Memaksimalkan Strategi Thought Leader Marketing
Inilah tahapan untuk memaksimalkan thought leader marketing di perusahaanmu.
1. Riset apa yang konsumen ingin tahu
Dilansir dari Hubspot, salah satu tahap paling utama adalah cari tahu dan pahami apa yang konsumen paling sering tanyakan.
Kamu bisa gali informasi melalui data search engine dan juga komunikasi langsung ke konsumen melalui survei.
Hal ini cukup penting untuk dikembangkan karena untuk memastikan bahwa konten yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan mereka sehingga mampu menarik perhatian.
2. Tentukan media yang cocok
Tidak ada satu media yang cocok untuk seluruh bidang perusahaan serta jenis konten yang diproduksi.
Dengan demikian, kamu perlu menyusun strategi distribusi konten yang paling cocok dan efektif.
Meski terdengar tidak terlalu esensial, pemilihan media sangat menentukan sejauh mana kontenmu dapat menjangkau target audiens.
3. Kembangkan content planning yang konsisten
Tips memaksimalkan strategi thought leader marketing selanjutnya adalah menjaga konsistensi.
Konsumen yang mau berinteraksi dengan brand-mu hari ini bisa jadi berpindah hati pada brand lain di kemudian hari.
Itulah mengapa sangat penting untuk merawat dan mempertahankan brand loyalty, salah satunya adalah melalui konsistensi produksi konten berkualitas.
Berkomitmenlah pada content planning yang sudah dibuat lalu patuhi standar kualitas konten.
4. Beri edukasi mendalam dan spesifik
Fokus membahas satu isu secara mendalam lebih baik dari pada membicarakan terlalu banyak topik pada level permukaan saja.
Jika seperti itu, apa bedanya thought leadership dengan konten reguler seperti biasa?
Coba perhatikan dua judul konten berikut ini:
- Pengertian Content Marketing
- Studi Kasus Strategi Content Marketing pada 10 Brand F&B di Tahun 2023, Mana Strategi yang Paling Berhasil?
Judul nomor 2 tentunya lebih cocok untuk dipilih sebagai konten thought leadership karena di dalamnya pasti memerlukan pembahasan mendalam, analisis data, serta opini dari para profesional yang telah berpengalaman.
5. Lakukan evaluasi rutin
Langkah yang tidak boleh terlewatkan adalah evaluasi keseluruhan strategi. Jangan sampai kamu menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya untuk menerapkan strategi yang sebenarnya tidak efektif untuk brand.
Lakukan secara berkala dengan mengukur metrik keberhasilan yang kamu ingin prioritaskan, seperti jumlah download, share, comment, dan lain sebagainya.
Ingatlah bahwa thought leader marketing adalah strategi jangka panjang yang tidak bisa memunculkan hasil secara instan. Kredibilitas adalah suatu hal yang memerlukan waktu untuk dibangun.
Selain thought leadership marketing, tentunya masih ada banyak sekali strategi content marketing yang bisa kamu pelajari.
Ada banyak ide dan inspirasi baru untuk mengoptimalkan strategi yang sudah pernah kamu coba.
Tertarik? Kamu dapat mempelajarinya melalui kumpulan artikel di Glints Blog secara gratis.
Segera klik link ini sekarang untuk temukan artikel paling up to date!
