Berapa Jumlah Kata Ideal untuk Blog Post?

Tayang 28 Agu 2022 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Blog adalah channel sekaligus taktik pemasaran agar bisnis lebih “terlihat” secara online. Makanya, dalam menulis konten, kamu perlu tahu jumlah kata ideal untuk blog post.

    Perusahaan pun menggunakan blog untuk mengembangkan bisnis mereka dan memperluas jangkauan. 

    Selain itu, perusahaan menggunakan blog sebagai cara ampuh menaikkan traffic ke website perusahaan.

    Nah, makanya, biar blogmu bisa sukses meningkatkan traffic perusahaan, Glints siapkan rangkumannya untuk kamu.

    Jumlah Kata Ideal untuk Blog Post

    Menurut data HubSpot, sekitar 2.100-2.400 kata. Angka ini merupakan hasil analisis dari 50 blog post berperforma paling baik di website tersebut.

    Namun, beda studi, beda pula jumlah kata idealnya.

    Menurut analisis Moz.com, artikel dengan 3.000-10.000 kata paling banyak di-share.

    Sedangkan SerpIQ menyebut 2.450 kata sudah cukup.

    Lain lagi dengan Backlinko yang menyebutkan rata-rata artikel yang berada di halaman pertama Google berjumlah 1.890 kata.

    Meski hasil studi-studi tadi bervariasi, terlihat persamaan bahwa artikel yang panjang adalah yang paling sukses. 

    Sebenarnya secara teknis, tidak ada panjang minimum blog post, meski Yoast merekomendasikan minimal 300 kata.

    Namun, jumlah kata yang banyak akan membantu website membangun authority di mata mesin pencari.

    Baca Juga: SEO atau SMO, Mana yang Paling Cocok untuk Strategi Content Marketing-mu?

    Fungsi Blog untuk Perusahaan

    Tanpa blog, tidak akan ada banyak halaman di website. Lagi pula, biasanya halaman tersebut jarang diperbarui. Blogging bisa menjadi solusinya.

    Masih mengutip HubSpot, setiap kamu membuat blog post, halaman yang bisa di-crawl dan di-index oleh mesin pencari dari website-mu bertambah.

    Selain mendatangkan traffic, blog juga memiliki beberapa manfaat untuk perusahaan, melansir Snap Shot Interactive:

    1. Traffic bisa dikonversi menjadi lead

    Caranya adalah melalui call-to-action (CTA) di blog post.

    Misalnya, dengan menulis tombol CTA “dapatkan sampel gratis di sini!”, pengunjung akan diarahkan untuk mengisi data di formulir, lalu mendapatkan sampel gratis.

    Dengan memberikan informasi tersebut, “visitor” berganti status menjadi “lead.

    2. Membangun kredibilitas melalui konten yang bernilai

    User akan menganggap website-mu sumber tepercaya dan tak sekadar berjualan barang atau jasa.

    Kamu juga membantu user dengan menjawab permasalahan mereka melalui post blogmu.

    3. Blog post bisa dibagikan ke media sosial

    Konten blog dapat dibagikan di media sosial, sehingga membantu bisnismu terekspos ke audiens baru.

    Selain itu, konten blog juga bisa dijadikan konten media sosial, sehingga kamu tidak perlu selalu membuat materi baru untuk media sosial.

    4. Membangun backlink

    Inbound link atau backlink adalah salah satu faktor paling penting dalam SEO.

    Ini membuat mesin pencari tahu bahwa website perusahaanmu terpercaya dan pakar di bidangnya.

    Perusahaan yang memiliki blog menerima 97% lebih banyak link ke website mereka dari sumber online lain.

    Baca Juga: 8 Cara Jadi SEO Expert yang Bisa Kamu Mulai Praktikkan

    5. Bangun komunikasi dengan user

    Caranya adalah melalui kolom komentar di post atau artikel blogmu.

    Mereka bisa memberikan saran dan kritik. Dengan menanggapinya, ini menunjukkan bahwa perusahaanmu peduli akan pendapat mereka.

    6. Hasilnya jangka panjang

    Sekali posting, kamu bisa menikmati traffic-nya hingga bertahun-tahun kemudian.

    Kamu juga bisa memonetisasi konten blogmu menggunakan tool terbaik untuk blogger, misalnya melalui program affiliate.

    7. Berbagi berita perusahaan

    Hal ini membuat brand tampak lebih manusiawi dan tidak selalu “jualan”.

    Mengapa Konten Panjang Lebih Mudah Ranking?

    Menurut pakar marketing Neil Patel, ini karena konten yang panjang pasti punya kedalaman topik dan menimbulkan kesan berkualitas tinggi.

    Artikel yang panjang juga cocok untuk scanning, yaitu hanya melihat header, subtitle, poin-poin, dan gambar secara sekilas untuk menemukan informasi yang benar-benar dicari.

    Selain itu, konten dengan jumlah kata banyak membuat user merasa mereka sudah membaca sesuatu yang lengkap dibanding konten berjumlah kata sedikit.

    Bagaimanapun, tidak semua blog post perlu mengandung lebih dari 2.000 kata, kok. 

    Kalau sudah membahas topik dengan baik, 300-1.500 kata pun tak masalah dan tetap bisa ranking di Google.

    Baca Juga: 8 Skill yang Bisa Lejitkan Karier Para Content Marketer

    Itulah jumlah kata ideal untuk post blog perusahaanmu.

    Dengan konten blog maka ada kesempatan untuk website perusahaanmu muncul di halaman hasil mesin pencari (SERP) Google.

    Search engine juga bisa dengan mudah mengenali bahwa situsmu aktif dan merupakan sumber informasi yang bisa diakses.

    Selain punya blog, perusahaan pun perlu mengetahui lebih dalam soal SEO dalam artikel blog.

    Ketahui tips hingga cara-cara terbaik untuk meningkatkan traffic blog perusahaan lewat SEO dengan klik di sini sekarang juga!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait