Tes Psikometri: Definisi, Manfaat, Jenis & Tips Menghadapinya
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Tes psikometri adalah sebuah metode yang dirancang untuk menilai sejauh mana seseorang cocok untuk suatu posisi berdasarkan karakteristik kepribadian dan kemampuan kognitif yang dibutuhkan perusahaan.
Metode ini umumnya dikenal dengan sebutan psikotes atau tes psikologi. Namun, ternyata, kedua hal ini memiliki perbedaan, lho.
Tes psikometri dapat dibuat oleh seseorang yang bukan psikolog, misalnya penyedia tes psikometri atau tim HRD kantor, sehingga isinya dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Sementara itu, tes psikologi umumnya hanya dapat diberikan oleh psikolog dan berupa alat-alat tes yang tidak dapat dilakukan secara online, seperti BAUM, Kraepelin, dan PAPI Kostick.
Nah, agar lebih memahami apa itu tes psikometri, Glints telah merangkum informasi dari berbagai sumber dalam artikel di bawah ini. Yuk, simak hingga akhir!
Isi Artikel
Apa Itu Tes Psikometri?
Dikutip dari Prospects, tes psikometri adalah alat evaluasi yang penting dalam proses seleksi dan penilaian untuk menilai keterampilan, pengetahuan, dan kepribadian seseorang.
Tes ini umumnya digunakan pada tahap awal seleksi atau sebagai bagian dari pusat penilaian untuk mengidentifikasi kandidat yang paling cocok untuk peran tertentu.
Tes ini mencakup berbagai bentuk penilaian yang menguji kemampuan kognitif dan kepribadian seseorang.
Saat ini, penggunaan tes psikometri lebih sering dilakukan secara online, dengan serangkaian pertanyaan yang harus dijawab dalam batas waktu tertentu.
Ini dilakukan demikian agar dapat mempercepat proses rekrutmen dan efisien.
Manfaat Tes Psikometri
Tes psikometri memberikan manfaat signifikan dalam proses rekrutmen dan penilaian karyawan.
Berikut adalah manfaat utamanya yang dikutip melalui Assesment Day:
- Objektivitas: Menghilangkan keputusan subjektif dan menawarkan proses seleksi yang lebih adil, bebas dari diskriminasi atau bias. Setiap kandidat dievaluasi berdasarkan standar yang sama.
- Akurasi: Dengan menggunakan tes ini, perusahaan dapat mengevaluasi kemampuan kandidat secara mendalam, termasuk kemampuan kognitif, pengetahuan, dan aspek kepribadian. Data ini memungkinkan perusahaan untuk membuat perbandingan yang lebih tepat dan ilmiah antara kandidat-kandidat yang berbeda.
- Kecepatan: Dalam rekrutmen modern, di mana jumlah pelamar bisa sangat besar, tes psikometri membantu perusahaan untuk menyaring dan mengelola pool pelamar dengan lebih efisien. Ini menghemat waktu dan biaya dalam proses seleksi.
Jenis Tes Psikometri
Mengutip Institute of Psychometric Coaching, berikut jenis-jenis tes psikometri:
1. Tes abstrak
Mengukur kemampuan untuk memecahkan masalah dengan mengidentifikasi pola dalam serangkaian bentuk atau gambar.
Contoh: Diberikan serangkaian gambar, kamu diminta untuk menentukan gambar yang hilang berikutnya berdasarkan pola yang ada.
2. Tes numerik
Tes psikometri jenis ini biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan matematis dan logika seseorang dalam menyelesaikan masalah numerik.
Contoh: Menyelesaikan pertanyaan tentang deret angka atau perbandingan angka dalam grafik.
3. Tes verbal
Mengukur kemampuan untuk memahami dan menganalisis informasi tertulis.
Di sini, kamu akan akan diminta mengidentifikasi kesimpulan yang benar dari serangkaian pernyataan yang diberikan.
Contoh:
Manakah dari dua pernyataan ini yang membuktikan bahwa Tim memiliki mobil berwarna merah?
- Gil menyukai warna mobil Tim
- Tim menyukai mobil yang cepat
- Gil memiliki mobil yang cepat
- Gil hanya menyukai mobil berwarna merah
- Mobil Tim tidak berwarna perak
4. Tes kepribadian melalui pernyataan
Jenis tes psikometri ini digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang setuju atau tidak setuju dengan sejumlah pernyataan tentang diri mereka.
Contoh: Menentukan tingkat setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan seperti “Saya sering merasa cemas dalam situasi sosial.”
5. Tes kepribadian dengan pilihan ganda
Tes ini meminta seseorang untuk memilih pernyataan yang paling atau paling tidak mirip dengan diri mereka.
Contoh: Memilih pernyataan yang paling mendeskripsikan diri dari pilihan seperti “Saya suka berada di lingkungan yang ramai.”
6. Tes dengan skenario
Menilai pemahaman seseorang terhadap emosi dalam situasi tertentu.
Contoh: Mengidentifikasi bagaimana seseorang merespons situasi yang menimbulkan stres, seperti pemberian tugas tambahan oleh manajer saat seseorang sudah merasa tertekan.
7. Tes dengan gambar wajah
Tes psikometri jenis ini menggunakan foto wajah atau situasi untuk mengukur pengenalan emosi dan intensitasnya
Contoh: Menilai seberapa besar ekspresi kebahagiaan atau kemarahan yang ditunjukkan oleh wajah seseorang dalam gambar.
Tips Mengikuti Tes Psikometri
1. Pahami instruksi dengan teliti
Sebelum memulai tes, pastikan untuk memahami instruksi yang diberikan dan batas waktu yang tersedia.
Periksa juga grafik atau tabel yang mungkin disertakan untuk memastikan pemahaman yang tepat sebelum menjawab.
2. Latihan yang cukup
Berlatih secara rutin sangat penting, terutama karena sebagian besar tes dilakukan secara online.
Hal ini tidak hanya membantu kamu mengenal jenis-jenis pertanyaan yang mungkin muncul, tetapi juga mengidentifikasi kekurangan pengetahuan yang perlu diperbaiki.
3. Persiapkan perlengkapan
Pastikan kamu memiliki peralatan yang diperlukan seperti pena, kertas kasar, kalkulator, jam tangan, dan kamus jika diperlukan.
Latihan dengan peralatan ini akan membantumu merasa lebih nyaman saat menjalani tes.
4. Kelola waktu dengan maksimal
Perhatikan alokasi waktu untuk setiap bagian tes, dan jika ada pertanyaan yang sulit, lebih baik pindah ke pertanyaan berikutnya dan kembali lagi nanti.
Mengelola waktu dengan efektif dapat meningkatkan performa keseluruhan dalam tes.
Demikian serba-serbi mengenai tes psikometri.
Nah, selain pemaparan di atas, kamu bisa simak informasi serupa dengan mengunjungi laman Tes Karier di Glints Blog.
Di sana, Glints sudah siapkan pembahasan mengenai jenis-jenis tes, proses rekrutmen, serta tips menghadapinya yang wajib diketahui oleh semua kandidat.
Menarik bukan? Jangan sampai ketinggalan informasi. Yuk, baca kumpulan artikelnya sekarang juga. Gratis!
