Tekad Pekerja: Arti, Pengaruh, dan Cara Meningkatkannya
Ditulis oleh : Nika Audina
Belum ada motivasi untuk olahraga rutin dan diet? Atau masih sering menunda pekerjaan? Itu adalah bentuk kekurangan tekad dalam hidup.
Padahal tekad atau willpower membuatmu punya kontrol terhadap diri sendiri.
Itulah mengapa banyak yang mengaitkan antara tekad ini dengan self-control.
Makanya, berikut Glints sudah siapkan pembahasan lengkap serba-serbi tekad atau willpower di bawah ini!
Isi Artikel
Arti Tekad
Dikutip Very Well Mind, tekad adalah kemampuan untuk mengontrol dan menahan diri serta kemampuan untuk menahan kepuasan yang sifatnya sementara untuk mencapai tujuan jangka panjang.
American Psychological Association atau APA menyebutkan tekad adalah kemampuan untuk mengelola intensi dengan self-control. Termasuk di dalamnya:
- kapasitas untuk mengesampingkan pikiran, perasaan, atau dorongan yang tidak diinginkan
- kapasitas untuk menggunakan sistem perilaku kognitif yang “cool” daripada sistem emosi yang “hot”
- pengaturan diri yang sadar dan penuh usaha oleh diri sendiri
Secara sederhana, tekad adalah dorongan, determinasi, disiplin, kontrol diri, dan keinginan yang kuat.
Berikut adalah beberapa contoh dari kurangnya tekad:
- saat kamu ingin terus menyusuri media sosial hingga larut malam, padahal hal tersebut akan mengganggu jadwal tidurmu
- terus menerus menghindari lari pagi yang sudah direncanakan untuk menonton TV
- menghindari bersih-bersih rumah dan memilih untuk bangun terlalu siang
Sedangkan contoh penerapan tekad, yaitu:
- menahan diri tidak membeli album terbaru artis favorit karena tujuan kamu membeli tiket konser
- kamu rutin lari pagi setiap hari sebagai bentuk latihan untuk mengikuti marathon
- tidak membeli makanan di luar karena mencoba untuk hidup lebih sehat dengan masak sendiri
Dampak Tekad pada Pekerja
Menurut Better Up, tekad adalah salah satu alat untuk membuat kamu mencapai tujuan dan tetap fokus menjalani prosesnya.
Tekad juga membantu meningkatkan kepuasan hidup saat berhasil mencapai tujuan hidup.
Beberapa riset dilansir dari Medical News Today menyebutkan dampak atau pengaruh tekad kepada kebiasaan dan pengambilan keputusan, yaitu:
1. Mengatasi emotional dissonance di tempat kerja
Emotional dissonance atau disonansi emosi di tempat kerja terjadi saat perasaan karyawan bertentangan dengan atasan.
Misalnya, anggota tim kamu memiliki reaksi negatif terhadap suatu berita sedangkan atasan kamu memberikan reaksi positif, hal ini menciptakan emotional dissonance.
Emotional dissonance akan membuat yang mengalaminya merasa lelah secara mental dan ego depletion/penipisan ego.
Nah, jika kamu memiliki dan memercayai tekad, kamu akan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengatasi emotional dissonance di tempat kerja ini.
Tekad adalah alat yang bisa mengatur self-control dengan lebih baik di lingkup pekerjaan dan personal.
2. Hubungan personal
Pandangan dan kepercayaan seseorang pada sebuah tekad akan memengaruhi caranya memberikan dukungan emosional kepada pasangan.
Sementara itu, untuk diri sendiri, kamu juga harus tahu batasan-batasan saat menunjukkan tekadmu.
Menurut Psikolog Roy Baumeister, lewat Better Up, mengatakan bahwa jika terus-menerus menolak godaan dan bertahan dengan fokus utama, akan membuat seseorang kelelahan mental.
Kamu akan merasa mudah kehabisan energi, karena fokusmu hanya pada mencapai self-control yang sepenuhnya.
Padahal self-control yang baik adalah saat kamu bisa menyeimbangkan keinginan dan tekad itu sendiri.
Cara Meningkatkan Tekad
1. Meditasi
Mempraktikkan mindfulness dan meditasi adalah salah satu cara untuk membuat kamu fokus terhadap tujuan dan memperkuat tekad.
Jika kamu fokus, akan lebih mudah untuk mengingat tujuan utama dan menghilangkan keinginan untuk melakukan godaan.
Melalui meditasi, kamu akan belajar untuk menghindari keraguan juga keinginan sesaat.
2. Buat rencana jangka panjang
Walaupun sulit untuk mengetahui ingin jadi apa di 10 tahun ke depan, cobalah untuk membayangkannya terlebih dahulu.
Memiliki bayangan akan rencana masa depan membantu kamu untuk membentuk kebiasaan yang sehat dan fokus mencapai tujuan tersebut.
Rencana jangka panjang ini akan membuat kamu semangat dan menantikan hasil dari tekad serta kerja keras dalam proses mencapainya.
3. Istirahat
Istirahat bukan hanya tidur karena setiap orang butuh jenis istirahat yang berbeda-beda.
Kamu butuh istirahat yang teratur untuk meningkatkan willpower.
Hal ini karena pikiran dan fisik adalah bagian krusial yang membutuhkan waktu penyembuhan agar kamu tidak terjebak ego depletion.
4. Terapkan konsep delayed gratification
Saat kamu menunda kepuasan atau delayed gratification, kamu akan mengabaikan dorongan yang memberimu kepuasan sesaat dan imbalan langsung untuk mencapai suatu yang berharga di masa depan.
Misalnya, kamu menahan diri untuk tidak membeli dessert baru dan harganya cukup mahal.
Kamu menunda kepuasan makan dessert untuk keinginan yang lebih besar, yaitu menabung untuk membeli jam tangan baru.
5. Perhatikan kebiasaan dan progres kamu
Pada masa awal menerapkan tekad, pasti kamu akan merasa sulit dan berat.
Makanya, coba lakukan refleksi dan lihat sejauh mana kamu telah berproses. Dari situ, kamu akan menyadari bahwa kamu sudah mencapai hal-hal kecil.
Dari situ motivasimu untuk memperkuat tekad akan meningkat.
dari refleksi, kamu juga bisa mengetahui apa saja yang tidak boleh dilakukan sekaligus belajar mengenal diri sendiri.
Self-awareness adalah bagian penting dari mengembangkan tekad karena membantu kamu memahami metode atau cara yang tepat untuk menerapkannya.
Itu dia informasi mengenai tekad atau willpower yang perlu kamu ketahui.
Bukan hanya membantumu mencapai tujuan, menerapkan dan meningkatkan tekad akan membuatmu lebih produktif dan fokus.
Cobalah untuk perlahan mengubah kebiasaan buruk dan fokus untuk mengembangkan kebiasaan baik yang lebih sehat.
Untuk memulainya, Glints telah siapkan berbagai informasi seputar produktivitas dalam ragam artikel informatif.
Yuk, klik tombol di bawah ini untuk dapatkan ragam artikelnya!
