Subjek Email Lamaran Kerja: Cara Menulis dan Contohnya

Tayang 22 Mar 2026 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Maulana Adieb

Masih ada sebagian dari pencari kerja yang lupa menuliskan subjek email saat mengirimkan lamaran kerja. Padahal, hal tersebut sangat penting di mata perusahaan.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Lupa menulis subjek email atau menulisnya sembarangan bisa berakibat fatal. Recruiter mungkin akan tidak mengapresiasi lamaran dan pada akhirnya pelamar tidak akan diundang interview oleh perusahaan.

Oleh karena itu, penting untuk selalu mencantumkan subjek saat mengirim email untuk melamar kerja.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut Glints akan memaparkan pentingnya menuliskan subject email dan bagaimana cara menuliskannya.

Pentingnya Subjek Email saat Melamar Kerja

Dilansir dari Indeed, subjek email merupakan hal pertama yang dilihat oleh perusahaan. Sebab, ini akan jadi penentu apakah email darimu akan dibaca atau tidak.

Menurut The Balance Money, menulis subjek email dengan benar saat mengirim email lamaran kerja penting karena:

  • Menginformasikan pada rekruter bahwa kamu melamar di perusahaan tersebut
  • Tidak dianggap spam atau email tidak penting
  • Menciptakan kesan pertama kamu sebagai kandidat
  • Sarana perkenalan diri secara singkat

Jadi, jangan lupa untuk selalu mencantumkan subjek email setiap kali melamar kerja lewat email supaya ada peluang untuk diundang interview oleh perusahaan yang dilamar.

Baca Juga: 7 Tips Menulis Email Permohonan Magang yang Harus Kamu Perhatikan

Tips Menulis Subjek Email untuk Lamaran Kerja

Biasanya, dalam pamflet lowongan pekerjaan yang tersebar di media sosial atau manapun, perusahaan akan memberikan gambaran terkait penulisan subject email. Bahkan, ada beberapa yang sudah menentukannya.

Untuk lebih menegaskan kamu, berikut Glints akan memberikan tips-tips dalam menulis subject email:

1. Singkat dan sederhana

Dilansir dari Zipjob, penting untuk menulis subjek email lamaran kerja secara singkat dan sederhana karena sebagian teks akan terpotong jika panjang. Dengan begitu, pastikan kata pertamanya harus terlihat menarik.

Selain itu, Hubspot menyarankan untuk menulis subjek di bawah 50 karakter. Hal tersebut dilakukan agar penerima email tahu apa isi dari email tersebut.

Baca Juga :  Lamaran Kerjamu Ditolak? Ini 5 Cara Bijak Menghadapinya

Hindari penulisan kata seperti berdedikasi atau bersemangat. Sebab, hal tersebut akan semakin memperpanjang subjek email kamu dan berpotensi dibiarkan oleh perusahaan.

2. Ikuti instruksi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, biasanya perusahaan telah menyediakan format pengiriman subjek email di dalam pamflet lowongan pekerjaan yang sudah disebar.

Jika ada, ikuti instruksi dari perusahaan soal subjek email lamaran kerja, kamu sebaiknya mengikutinya. Jangan dikurangi atau ditambahkan.

Sebagai contoh, di dalam lowongan pekerjaan perusahaan telah menetapkan format penulisan subjek email seperti ini:

  • lamaran_posisi_nama kamu (bahasa Indonesia)
  • application_position_your name (bahasa Inggris)

Dalam mengirim email lamaran kerja, usahakanlah untuk menggunakan email profesional dengan nama asli kamu. Hal ini penting untuk menjaga profesionalitas dan kredibilitas dirimu di depan perusahaan.

3. Tulis tujuan

Saat menulis subjek untuk melamar kerja, menurut Indeed, penting bagi kamu menyebutkan tujuan email itu dikirim.

Jadi, rekruter akan langsung tahu maksud dan tujuannya.

Kamu bisa menyertakan beberapa frasa berikut dalam subjek email lamaran kerja yang kamu kirim tergantung kebutuhan:

4. Tulis posisi yang dilamar

Jika tidak ada aturan khusus untuk menulis subjek email lamaran pekerjaan, kamu tetap wajib untuk mencantumkan posisi yang dilamar di dalamnya.

Perusahaan mungkin saja membuka banyak lowongan pekerjaan. Apabila kamu tidak menuliskan posisi yang dilamar pada subjek email, hal ini akan menyulitkan rekruter.

Ada kemungkinan emailmu justru malah dilewatkan.

5. Sebutkan nama

Kecuali kamu telah melakukan kontak atau dihubungi oleh rekruter, sebaiknya kamu tetap menyebutkan nama lengkapmu di dalam subjek email lamaran pekerjaan yang kamu kirim.

Sebab, ini akan memudahkan rekruter dalam menyortir CV yang masuk.

Menuliskan namamu di subjek juga akan membantu meningkatkan emailmu dibaca oleh mereka ketimbang yang tanpa nama.

Dalam kasus tertentu, misalnya jika kamu direkomendasikan oleh orang dalam perusahaan, kamu bisa menuliskan namanya dan tidak menuliskan namamu jika terlalu panjang.

Baca Juga :  Cara Melamar Kerja Lewat Email yang Benar (Plus Contohnya)

6. Tulis nama teman yang merekomendasikanmu

Apabila kamu direkomendasikan oleh salah seorang temanmu yang bekerja di sana atau kenalan dari salah seorang karyawan di sana, menuliskan namanya di dalam subjek email akan sangat menguntungkan.

Menuliskan nama orang yang merekomendasikan kamu akan membangun kepercayaan yang lebih dalam sehingga mampu menarik perhatian rekruter.

7. Baca ulang

Selalu baca ulang semua email sebelum mengirim lamaran pekerjaan, tidak terkecuali subjeknya.

Subjek email akan menentukan kesan pertama kamu di mata HRD. Pastikan tidak ada typo atau kesalahan penulisan lainnya.

Perhatikan apakah email penerima sudah benar, tidak ada typo (baik di subjek atau body email). Jika perlu mintalah orang lain untuk membacanya untuk memastikan tidak ada kesalahan.

Baca Juga: Contoh Lamaran Kerja via Email untuk Referensimu

Contoh Subjek Email Lamaran Kerja

Jika perusahaan tidak memberi instruksi atau keterangan mengenai subjek email yang harus dikirim, berikut adalah contoh-contoh subjek email yang bisa kamu pelajari.

1. Subjek email bahasa Indonesia

  • Lamaran kerja: Nadine Chandra – Project Manager
  • Nadine Chandra – Copywriter Position
  • CV Nadine Chandra – Content Specialist
  • Lamaran Front-End Developer – Nadine Chandra
  • Lamaran Magang – Data Entry – Nadine Chandra

2. Subjek email bahasa Inggris

  • Job application: Nadine Chandra – Project Manager
  • Copywriter job application – Nadine Chandra
  • Application for account executive – Nadine Chandra
  • Nadine Chandra – Application for Graphic Designer Role
  • Job application: creative director with 15+ years experience – Nadine Chandra

3. Subjek email follow up lamaran kerja

Bahasa Inggris

  • Following up on the copywriter position – Nadine Chandra
  • Thank You and Follow-Up: Graphic Designer Interview – Nadine C.
  • Copywriter Interview Follow-Up – Nadine Chandra
  • Appreciation and Next Steps – Copywriter Interview – Nadine C.
  • Great Speaking with You – Nadine Chandra for Marketing Manager Role

Bahasa Indonesia

  • Menindaklanjuti interview copywriter – Nadine Chandra
  • Konfirmasi dan follow-up interview UI/UX writer – Nadine Chandra
  • Follow-up hasil interview posisi Social Media Officer – Nadine Chandra
  • Terima kasih atas kesempatan interview – Finance Staff – Nadine C.
  • Tindak lanjut hasil interview – Public Relation Officer – Nadine Chandra
Baca Juga :  6 Cara Melamar Kerja di PT Pegadaian, Wajib Tahu!

4. Subjek email jika direkomendasikan teman/rekan kerja

Bahasa Inggris:

  • Referral from Marcel Winata: Nadine Chandra – Junior Marketing Position
  • Referred by Marcel Winata for IT Manager – Nadine Chandra
  • Application for UI/UX Designer – Referred by Marcel Winata
  • HR Manager Application – Referral from Marcel Winata
  • Nadine C. – SEO specialist position- Application via Marcel Winata

Bahasa Indonesia

  • Direkomendasikan oleh Marcel Winata untuk Posisi Junior Marketing
  • Lamaran Editor – Nadine Chandra – Rekomendasi dari Marcel Winata
  • Pengajuan Lamaran Sales Executive – Nadine C. – Direkomendasikan oleh Marcel Winata
  • Referral dari Marcel Winata – Lamaran Content Creator – Nadine Chandra
  • Nadine Chandra – Atas Rekomendasi Marcel Winata – Marketing Specialist

Hal yang Harus Dihindari saat Menulis Subjek Email untuk Lamaran Kerja

Setelah tahu apa yang sebaiknya ditulis dalam subjek email untuk lamaran kerja, penting juga buat tahu apa yang seharusnya dihindari.

Beberapa hal yang harus dihindari ketika menulis dan mengirim email lamaran pekerjaan, yaitu:

  • Menggunakan email yang tidak profesional
  • Memakai bahasa gaul
  • Subjek email terlalu panjang atau sulit dimengerti
  • Terlalu umum, seperti “Lamaran Kerja” tanpa tambahan lain
  • Menulis subjek email dengan huruf kapital
  • Tidak mengikuti instruksi yang diberikan

Jadi, kamu sudah paham, kan, bahwa pemilihan subjek email lamaran kerja sangatlah penting?

Dengan subjek yang tepat, rekruter bisa langsung mengetahui bahwa kamu melamar di perusahaan mereka. Subjek email yang tepat sasaran juga bisa membuat peluangmu untuk dipanggil wawancara semakin besar.

Nah, sudah siap mengirimkan lamaran kerjamu? Ini dia saatnya kamu mencari peluang kerja terbaik di Glints!

Kamu tak perlu repot-repot mengirim lamaran melalui email dan bisa langsung kirimkan ke HRD.

Setelah melamar, kamu juga bisa melacak progres lamaranmu dan chat HRD untuk follow up kemajuan lamaran.

Yuk, cek lowongan kerja terbarunya di Glints sekarang juga!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon