Stres saat Puasa? Pahami Gejala dan Cara Mengatasinya

Diperbarui 12 2020 - dibaca 7 mnt
Geofanni Nerissa Arviana editor

Isi Artikel

    Tidak dapat dipungkiri, stres bisa saja datang saat kita melakukan puasa. Ketika puasa, emosi kita menjadi cenderung kurang stabil dan sistem kekebalan imun juga berpotensi melemah.

    Menurut Emirates247, saat seseorang lapar, haus, dan kekurangan nikotin pada waktu yang bersamaan, maka sangat mungkin ia menjadi emosi.

    Di sisi lain, menurut Hamad Medical Corporation, puasa saat ramadan merupakan hal yang baik bagi seseorang yang memiliki gangguan psikologis seperti stres, cemas, dan insomnia.

    Puasa disebut dapat mengurangi rasa stres dan cemas.

    Namun jika aktivitasmu padat dan puasa, kamu bisa saja stres jika tidak tahu cara mengatasinya.

    Baca Juga: 5 Penyebab dan Cara Menghindari Pusing saat Puasa Ramadan

    Gejala Stres saat Puasa

    Dilansir dari Hello Sehat, terdapat beberapa gejala yang mungkin dialami seseorang ketika stres saat puasa. Gejala-gejala tersebut antara lain:

    • merasa putus asa
    • merasa tidak semangat
    • merasa gelisah
    • sulit konsentrasi
    • mengalami perubahan pola tidur
    • merasa tidak berharga

    Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, bisa jadi kamu mengalami stres ketika puasa.

    Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan beberapa tips yang Glints berikan berikut ini.

    Cara Mengatasi Stres saat Puasa

    1. Tidur cukup

    istirahat

    © Freepik

    Berbagai penelitian menyebutkan bahwa ketika puasa, seseorang memiliki semangat yang tinggi pada siang hari, malam hari, dan setelah tengah malam.

    Hal ini menyebabkan berkurangnya hormon melatonin atau hormon tidur pada malam hari.

    Selain itu, porsi yang cukup banyak saat buka puasa dan minimnya pergerakan saat siang hari juga menyebabkan seseorang sulit tidur.

    Meski dihadapkan dengan kondisi semacam itu, seseorang harus tetap tidur cukup untuk mengatasi stres saat puasa.

    Kamu tetap bisa menjaga jam tidur malammu dengan cara melakukan aktivitas fisik selama 30 menit saat siang hari, berjemur, dan meminimalisir konsumsi karbohidrat dan kafein saat buka puasa.

    Baca Juga: 4 Trik Mengatur Tidur saat Puasa Ramadan

    2. Olahraga rutin

    streaming olahraga work from home

    © usnews.com

    Lakukan olahraga pagi secara rutin sambil berjemur. Tidak perlu terlalu lama. Kamu bisa menyisihkan waktu 30 menit di pagi hari untuk olahraga ringan.

    Terdapat berbagai pilihan olahraga yang bisa kamu lakukan di rumah, antara lain yoga dan simple workout.

    Kamu bisa melakukannya dengan bantuan aplikasi atau tutorial yang tersebar di YouTube dan media sosial.

    3. Istirahat

    teknik 20 20 20

    © Freepik

    Ketika kamu sedang lelah dengan pekerjaan atau urusan lainnya, beri waktu sebentar untuk dirimu beristirahat.

    Kamu bisa rileks, duduk, atau tiduran ketika sedang lelah. Sebisa mungkin, lakukan hingga rasa lelah tersebut hilang.

    Istirahat dipercaya dapat mengembalikan energi dan semangat untuk menjalani aktivitas kembali. Dengan begitu, risiko stres saat puasa bisa dikurangi.

    4. Hindari kafein

    mengurangi kafein terlalu cepat memicu pusing saat puasa

    © Freepik

    Dilansir dari Merdeka, penelitian Institute of Neuroscience of the Universitat Autònoma de Barcelona dan Karolinska Institutet (KI), Swedia menyebutkan bahwa kafein bisa memperburuk gejala neuropsikiatrik.

    Setelah itu, hal yang muncul adalah kecemasan. 

    Oleh karena itu, hindari konsumsi kafein pada saat sahur dan buka puasa karena akan memicu stres dalam dirimu.

    5. Atur napas

    atur napas

    © Freepik

    Saat stres, otot dan saraf menjadi tegang. Oleh karena itu, cobalah untuk mengatur napas dengan baik.

    Mengatur napas dapat membuat kita lebih rileks. Kamu bisa menarik napas yang dalam dari hidung, tahan beberapa detik, kemudian hembuskan melalui mulut.

    Ulang pernapasan tersebut beberapa kali sampai membuat kamu merasa lebih rileks.

    Baca Juga: Yuk Pahami 5 Cara Ini agar Dapat Menahan Lapar saat Puasa

    Apakah kamu mengalami gejala seperti yang telah Glints sebutkan di atas? Jika ya, kamu bisa praktikkan cara mengatasi stres saat puasa.

    Semoga kamu bisa menjalani ibadah puasa dengan baik tanpa stres, ya.

    Jika kamu ingin mengetahui informasi dan tips-tips lainnya, kamu bisa sign up di Glints!


      puasa ramadan stres saat puasa

      Artikel Terkait

      Stres saat Puasa? Pahami Gejala dan Cara Mengatasinya

      Diperbarui 12 2020 - dibaca 7 mnt
      Geofanni Nerissa Arviana editor

      Isi Artikel

        Tidak dapat dipungkiri, stres bisa saja datang saat kita melakukan puasa. Ketika puasa, emosi kita menjadi cenderung kurang stabil dan sistem kekebalan imun juga berpotensi melemah.

        Menurut Emirates247, saat seseorang lapar, haus, dan kekurangan nikotin pada waktu yang bersamaan, maka sangat mungkin ia menjadi emosi.

        Di sisi lain, menurut Hamad Medical Corporation, puasa saat ramadan merupakan hal yang baik bagi seseorang yang memiliki gangguan psikologis seperti stres, cemas, dan insomnia.

        Puasa disebut dapat mengurangi rasa stres dan cemas.

        Namun jika aktivitasmu padat dan puasa, kamu bisa saja stres jika tidak tahu cara mengatasinya.

        Baca Juga: 5 Penyebab dan Cara Menghindari Pusing saat Puasa Ramadan

        Gejala Stres saat Puasa

        Dilansir dari Hello Sehat, terdapat beberapa gejala yang mungkin dialami seseorang ketika stres saat puasa. Gejala-gejala tersebut antara lain:

        • merasa putus asa
        • merasa tidak semangat
        • merasa gelisah
        • sulit konsentrasi
        • mengalami perubahan pola tidur
        • merasa tidak berharga

        Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, bisa jadi kamu mengalami stres ketika puasa.

        Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan beberapa tips yang Glints berikan berikut ini.

        Cara Mengatasi Stres saat Puasa

        1. Tidur cukup

        istirahat

        © Freepik

        Berbagai penelitian menyebutkan bahwa ketika puasa, seseorang memiliki semangat yang tinggi pada siang hari, malam hari, dan setelah tengah malam.

        Hal ini menyebabkan berkurangnya hormon melatonin atau hormon tidur pada malam hari.

        Selain itu, porsi yang cukup banyak saat buka puasa dan minimnya pergerakan saat siang hari juga menyebabkan seseorang sulit tidur.

        Meski dihadapkan dengan kondisi semacam itu, seseorang harus tetap tidur cukup untuk mengatasi stres saat puasa.

        Kamu tetap bisa menjaga jam tidur malammu dengan cara melakukan aktivitas fisik selama 30 menit saat siang hari, berjemur, dan meminimalisir konsumsi karbohidrat dan kafein saat buka puasa.

        Baca Juga: 4 Trik Mengatur Tidur saat Puasa Ramadan

        2. Olahraga rutin

        streaming olahraga work from home

        © usnews.com

        Lakukan olahraga pagi secara rutin sambil berjemur. Tidak perlu terlalu lama. Kamu bisa menyisihkan waktu 30 menit di pagi hari untuk olahraga ringan.

        Terdapat berbagai pilihan olahraga yang bisa kamu lakukan di rumah, antara lain yoga dan simple workout.

        Kamu bisa melakukannya dengan bantuan aplikasi atau tutorial yang tersebar di YouTube dan media sosial.

        3. Istirahat

        teknik 20 20 20

        © Freepik

        Ketika kamu sedang lelah dengan pekerjaan atau urusan lainnya, beri waktu sebentar untuk dirimu beristirahat.

        Kamu bisa rileks, duduk, atau tiduran ketika sedang lelah. Sebisa mungkin, lakukan hingga rasa lelah tersebut hilang.

        Istirahat dipercaya dapat mengembalikan energi dan semangat untuk menjalani aktivitas kembali. Dengan begitu, risiko stres saat puasa bisa dikurangi.

        4. Hindari kafein

        mengurangi kafein terlalu cepat memicu pusing saat puasa

        © Freepik

        Dilansir dari Merdeka, penelitian Institute of Neuroscience of the Universitat Autònoma de Barcelona dan Karolinska Institutet (KI), Swedia menyebutkan bahwa kafein bisa memperburuk gejala neuropsikiatrik.

        Setelah itu, hal yang muncul adalah kecemasan. 

        Oleh karena itu, hindari konsumsi kafein pada saat sahur dan buka puasa karena akan memicu stres dalam dirimu.

        5. Atur napas

        atur napas

        © Freepik

        Saat stres, otot dan saraf menjadi tegang. Oleh karena itu, cobalah untuk mengatur napas dengan baik.

        Mengatur napas dapat membuat kita lebih rileks. Kamu bisa menarik napas yang dalam dari hidung, tahan beberapa detik, kemudian hembuskan melalui mulut.

        Ulang pernapasan tersebut beberapa kali sampai membuat kamu merasa lebih rileks.

        Baca Juga: Yuk Pahami 5 Cara Ini agar Dapat Menahan Lapar saat Puasa

        Apakah kamu mengalami gejala seperti yang telah Glints sebutkan di atas? Jika ya, kamu bisa praktikkan cara mengatasi stres saat puasa.

        Semoga kamu bisa menjalani ibadah puasa dengan baik tanpa stres, ya.

        Jika kamu ingin mengetahui informasi dan tips-tips lainnya, kamu bisa sign up di Glints!


          puasa ramadan stres saat puasa

          Artikel Terkait

          Scroll Up