Ingin Konsumenmu Tetap Loyal? Pahami Dulu Konsep Soft Selling

Diperbarui 19 Jan 2021 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Saat ini, soft selling adalah teknik penjualan yang paling banyak digunakan, Ada berbagai macam contoh penggunaan soft selling yang sering dipakai untuk menarik pelanggan.

    Lantas, apa sebenarnya soft selling? Bagaimana cara melakukan soft selling dan seperti apa contohnya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

    Mengenal Soft Selling

    © Freepik.com

    Menurut Investopedia, soft selling adalah pendekatan periklanan dan penjualan yang menonjolkan bahasa halus dan teknik nonagresif.

    Soft selling dirancang untuk membujuk pelanggan alih-alih mendesak seperti teknik hard selling.

    Soft selling merupakan teknik penjualan bertekanan rendah, persuasif, dan halus. Teknik ini mungkin tidak menghasilkan penjualan saat pertama kali produk disajikan, tetapi akan membantu mendorong penjualan berulang.

    Menggunakan teknik soft selling tidak berarti bahwa promosi dilakukan secara pasif. Sebaliknya, teknik ini dirancang untuk mendorong pelanggan membeli produk tanpa terlihat memaksa.

    Soft selling bergantung pada pengulangan ide, pesan, atau komunikasi dari kesimpulan yang diinginkan. Taktik seperti ini cenderung lebih persuasif sehingga kecil kemungkinannya untuk mematikan calon pembeli.

    Inilah yang menjadi perbedaan soft selling dan hard selling.

    Soft selling fokus pada persuasi agar pelanggan melakukan pembelian, sementara hard selling akan menekan pelanggan untuk membeli produk secepatnya.

    Baca Juga: Memahami Strategi Canvassing dalam Penjualan Beserta Plus-minusnya

    Cara Melakukan Soft Selling

    contoh soft selling

    © Freepik.com

    Menurut Hubspot, ada tujuh cara untuk melakukan soft selling dengan baik.

    1. Lakukan riset

    Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum memulai soft selling adalah dengan melakukan riset pasar.

    Kamu harus mempelajari sebanyak mungkin tentang tantangan dan sudut pandang pelanggan saat ini.

    Ini akan membantumu menentukan apakah produk atau layanan yang akan kamu tawarkan cocok bagi pelanggan. Riset ini juga akan membantumu membuat rekomendasi terbaik.

    2. Buatlah iklan dengan kesan personal

    Saat membuat soft selling, kesan personal akan sangat membantu. Ini akan memberikan kesan empati dalam iklanmu.

    Sebagai contoh, saat menggunakan pendekatan soft selling, cobalah untuk membuat promosimu terasa santai. Misalnya, dengan mengajak pelanggan merasa terlibat dalam sebuah percakapan.

    Perhatikan dua contoh nada bahasa berikut ketika melakukan penawaran.

    • Formal; “Halo Elen, perkenalkan saya Devina dari Glints. Hari ini saya akan membagikan fitur produk utama kami dengan Anda.”
    • Informal; “Halo Raisa, ini Devina dari Glints. Sebelum saya mulai memberi tahu Anda tentang produk kami, dapatkah Anda memberi tahu saya lebih banyak tentang kondisi karier Anda saat ini?”

    Jika kamu ingin melakukan penawaran secara soft selling, nada bahasa manakah yang akan kamu gunakan? Tentu saja nada bahasa informal yang akan mengajak pelanggan untuk terlibat dalam diskusi.

    Baca Juga: Tahap Demi Tahap Melakukan Riset Pasar Dengan Efektif

    3. Fokus untuk membangun hubungan dengan pelanggan

    Tujuan dari soft selling adalah mendapatkan dan mempertahankan pelanggan untuk tetap loyal dengan produkmu.

    Untuk itu, kamu harus membuat promosi yang dapat membuat pelanggan betah dengan produkmu.

    Membina hubungan positif dengan pelanggan sangat penting untuk penjualan dan membangun loyalitas.

    Ketika kamu mampu mengenal para pelangganmu dengan baik, mereka akan merasa dihargai. Ini juga akan berdampak pada penjualan.

    4. Dengarkan pelangganmu secara aktif

    Bagi seorang sales, kemampuan mendengar aktif sangat penting. Ketika pelanggan merasa didengar, itu akan membangun kredibilitas yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.

    Ini juga akan memudahkan kamu untuk melakukan soft selling dan memberikan penawaran yang dibutuhkan pelanggan kamu.

    Berlatihlah mendengarkan secara aktif dengan memiliki bahasa tubuh yang terbuka sembari mendengarkan pelanggan kamu.

    Manfaatkan platform seperti media sosial yang digunakan pelanggan untuk memberikan feedback.

    5. Ajukan pertanyaan kepada pelangganmu

    Ketika kamu mengajukan pertanyaan yang relevan dan terbuka kepada pelanggan, itu menunjukkan minat yang tulus dalam membantu mereka memecahkan masalah mereka.

    Selain itu, mengajukan pertanyaan lanjutan membantu kamu mengenal dan membangun lebih banyak hubungan dengan pelangganmu.

    Misalnya, ketika kamu melakukan penawaran melalui panggilan telepon, pelangganmu menjelaskan tantangan yang mereka hadapi terkait dengan penawaran kamu.

    Kamu bisa melibatkannya dengan pertanyaan terbuka (pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan “ya” atau “tidak”) untuk mendapatkan konteks penuh dari situasi yang dihadapi pelanggan.

    Kamu juga bisa mengajukan pertanyaan ini dalam bentuk survei.

    Mengajukan pertanyaan seperti ini akan membantumu mendapatkan kepercayaan pelanggan dan mendapatkan konteks penuh dari situasinya.

    Baca Juga: Rekomendasi 10 Tools untuk Melakukan Survei secara Online

    6. Berikan nilai terhadap produk tanpa meminta pelanggan untuk langsung membeli

    Menambahkan nilai pada produk berarti memberikan pengalaman yang baik kepada pelanggan. Akan tetapi, ini tidak berarti kamu harus langsung menghasilkan penjualan.

    Nilai ini juga menunjukkan kelebihan produkmu dibandingkan kompetitor. Hal ini akan memberi kesan bahwa produkmu adalah yang teratas di bidangnya.

    7. Beri pelangganmu waktu untuk memutuskan

    Selagi pelanggan menimbang apakah penawaranmu adalah pilihan yang tepat, beri mereka ruang untuk membuat keputusan.

    Pada akhirnya dengan pendekatan soft selling, pelanggan hanya akan menerima informasi relevan darimu. Informasi ini akan membantu keputusan mereka tanpa membuat mereka merasa tertekan untuk membeli.

    Ada banyak contoh soft selling yang bisa kamu gunakan untuk menggaet pelanggan. Misalnya, dengan menggunakan konten iklan seperti cerita seperti yang banyak digunakan berbagai brand saat ini.

    Nah, itu dia beberapa hal tentang soft selling yang perlu kamu ketahui. Soft selling adalah strategi terbaik untuk mempertahankan pelanggan yang telah kamu miliki saat ini.

    Untuk bisa memanfaatkan soft selling dengan baik, ada beberapa skill yang perlu kamu kembangkan. Seperti kemampuan persuasif dan kemampuan negosiasi.

    Kamu bisa mempelajari dan mengembangkan kemampuan ini dengan mengikuti Glints ExpertClass.

    Glints ExpertClass menghadirkan para profesional untuk berbagi ilmu denganmu sesuai dengan keahliannya.

    Yuk, daftar sekarang. Kuotanya terbatas, lho!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 4

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait