Red Flag: Apa Itu, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya
Ditulis oleh : Vivianisa
Red flag adalah istilah yang banyak diperbincangkan di media sosial atau dalam perbincangan sehari-hari.
Misalnya, temanmu ada yang bercerita seperti “kemarin saat aku satu tim dengan A, dia suka telepon malam-malam untuk urusan pekerjaan, red flag banget, deh.”
Kata red flag sendiri biasanya dikaitkan dengan sebuah gejala dari hal atau situasi yang kurang baik.
Ingin tahu serba-serbi dari istilah ini? Simak ulasannya di bawah ini!
Isi Artikel
Apa Itu Red Flag?
Jika diterjemahkan, red flag sendiri berarti bendera merah dalam bahasa Indonesia.
Bendera merah sendiri umum menggambarkan situasi yang berbahaya.
Saat ini, kata red flag sendiri umum digunakan untuk menggambarkan situasi yang kurang baik bahkan cenderung membahayakan.
Dikutip dari Cambridge Dictionary, arti dari red flag adalah suatu tanda bahwa sesuatu yang buruk sedang terjadi atau mungkin terjadi.
Bisa disimpulkan, kata red flag umum digunakan untuk menggambarkan ciri-ciri dari situasi yang kurang baik.
Misalnya, salah satu rekan kantormu berkata “Aku baru saja dapat offering dari kantor A. Tapi, katanya perusahaan itu sering terlambat bayar gaji. Makanya aku tolak karena red flag banget.”
Artinya, terlambat bayar gaji adalah ciri-ciri dari perusahaan yang kurang baik, sehingga rekanmu menolak offering dari perusahaan tersebut.
Tidak hanya dalam dunia pekerjaan, istilah ini bisa kamu gunakan untuk menggambarkan berbagai situasi.
Ciri-Ciri Red Flag
Red flag dapat muncul dalam berbagai hal, seperti dalam hubungan pertemanan, pekerjaan, hubungan asmara, maupun dengan diri sendiri.
Tentunya, tanda-tanda dari fenomena red flag bisa kamu ketahui yaitu:
1. Ciri hubungan red flag
Kamu memiliki pasangan yang sering membatasimu untuk bertemu dengan teman atau keluarga?
Hal tersebut adalah salah satu ciri red flag yang dapat menandakan sebuah hubungan yang kurang baik.
Sebab, tidak dapat dipungkiri, berada pada hubungan asmara yang toxic dapat berdampak pada kesehatan mental kita.
Disadur dari BetterUp, beberapa tanda red flag yang bisa kamu ketahui seperti:
- terlalu mengendalikan kita
- kurangnya kepercayaan
- membuatmu merasa rendah diri
- narsisme
- kurangnya regulasi emosional
- menghindari konflik
- cemburu berlebih
- manipulasi
- tidak memiliki empati
- kemampuan komunikasi yang kurang baik
- kamu merasa tidak nyaman dan aman
- intimidasi
Selain tanda-tanda di atas, masih ada banyak faktor lainnya yang menjadi tanda sebuah hubungan yang kurang baik.
Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, kamu bisa mencari bantuan dari seorang profesional atau psikolog.
2. Ciri lingkungan kerja red flag
Bekerja di lingkungan yang toxic dapat berdampak negatif bagi kita secara mental seperti stress yang berlebih serta kesehatan tubuh kita.
Karyawan dapat merasa kelelahan serta tidak produktif jika bekerja pada kantor yang toxic.
Sikap red flag ini bisa saja dimiliki oleh atasanmu, rekan kerja di kantor atau dari kebijakan-kebijakan perusahaan.
Lingkungan kerja yang kurang baik memiliki ciri red flag yang bisa kamu ketahui.
Dikutip dari Fast Company, red flag yang terjadi pada dunia kantor bisa dilihat dari:
- atasan yang manipulatif
- rekan kerja yang suka menyebarkan gosip atau bertengkar
- kebijakan perusahaan yang tidak adil atau tidak transparan
- lingkungan kerja yang penuh stres atau tekanan
- kurangnya kesempatan untuk berkembang atau maju
- atasan yang micromanaging
Selain ciri-ciri di atas, ada beberapa hal lainnya yang bisa kamu lihat sebagai red flag dalam dunia pekerjaan.
Sehingga, kenali dengan betul budaya dari perusahaan yang hendak kamu lamar atau kantormu saat ini agar terhindar dari lingkungan kerja yang toxic.
3. Ciri pertemanan red flag
Tidak hanya pada dunia kerja dan hubungan asmara, hubungan yang kurang baik juga dapat terjadi pada lingkup pertemanan kita.
Dirangkum dari Self, beberapa tanda-tanda hubungan pertemanan yang kurang baik seperti:
- tidak menghargai batasan
- selalu menyalahkan kamu
- selalu merendahkan
- selalu mengontrol
- memanipulasi
- memanfaatkanmu untuk kepentingan mereka sendiri
- bersikap kasar
- selalu membicarakan tentang dirinya sendiri
Jika merasa ciri red flag di atas ada dalam hubungan persahabatanmu, kamu bisa coba untuk komunikasikan dengan temanmu.
Namun, apabila temanmu tidak ingin berubah, mungkin kamu perlu pertimbangkan untuk mengakhiri hubungan persahabatan tersebut.
Sebab, untuk dapat berkembang lebih baik lagi, kamu perlu dikelilingi oleh orang-orang yang membawa dampak positif padamu.
4. Ciri diri sendiri red flag
Tidak hanya pada lingkup luar, ciri red flag juga bisa kamu lihat pada diri kita sendiri.
Red flag pada diri sendiri adalah pertanda atau perilaku yang menunjukkan bahwa kita sedang melakukan sesuatu yang toxic bagi diri kita sendiri.
Tentunya, perilaku ini dapat merugikan diri kita sendiri.
Ciri red flag pada diri kita sendiri cenderung sulit untuk diketahui, beberapa diantaranya seperti:
- mengabaikan kebutuhan diri sendiri
- membutuhkan validasi dari orang lain
- menyalahkan diri sendiri atas kesalahan orang lain
- membandingkan diri sendiri dengan orang lain secara negatif
- egois
- bukan pendengar yang baik
- menilai diri sendiri dengan buruk
- sulit untuk berkata tidak
Salah satu cara kita untuk mencintai diri sendiri adalah dengan memiliki kepercayaan diri serta menerima diri sendiri dengan apa adanya,
Jika mengatasi red flag pada diri sendiri dirasa sulit, buat janji dengan seorang ahli, seperti psikolog.
Cara Menghadapi Red Flag
Setelah mengetahui ciri dari red flag dalam berbagai hal, mengetahui bagaimana cara menghadapinya menjadi tak kalah penting.
Sebab, berada pada situasi yang kurang baik ini dapat mengganggu diri kita serta produktivitas harian kita.
Beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk jika dihadapkan dengan situasi red flag adalah:
1. Kenali tanda-tandanya
Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengenai ciri-ciri red flag yang ada.
Red flag dapat berbentuk dalam banyak hal, seperti perilaku, perkataan, tindakan, lingkungan yang dapat membuatmu merasa tidak nyaman atau bahkan terintimidasi.
Mengenali tanda-tandanya memang tidaklah mudah, sehingga kamu bisa meminta bantuan dari orang yang kamu percayai untuk mengenali tanda-tandanya.
2. Ambil tindakan tegas
Jika kamu rasa ciri red flag tersebut sulit untuk diatas, kamu bisa mengambil tindakan yang tegas dalam menghadapinya.
Kamu bisa komunikasikan dahulu dengan orang tersebut atau dengan tim HRD di kantormu.
Coba sampaikan keresahanmu kepada orang yang kamu percayai untuk mendapat dukungan yang tepat.
Kamu juga bisa mengambil tindakan tegar seperti mengakhiri hubungan tersebut, menetapkan batasan yang jelas, atau mencari bantuan profesional.
Nah, itu dia serba-serbi dari istilah red flag yang ramai diperbincangkan dari definisi, ciri-ciri hingga cara menghadapinya.
Salah satu dampak dari berada dalam lingkungan yang red flag salah satunya seperti turunnya produktivitas harian.
Terutama jika di kantor, memiliki pemimpin yang toxic dapat memicu rasa jenuh hingga stres yang berlebih.
Ingin tahu apa saja tanda-tanda dari seorang leader yang toxic? Temukan ragam informasinya di sini!
