Ingin Produkmu Dicari Konsumen? Gunakan Strategi Pull Marketing!
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia
Tahukah kamu bahwa orang cenderung bertindak lebih cepat ketika tertarik pada suatu hal? Sifat manusia ini bisa dimanfaatkan untuk strategi marketing, yaitu pull marketing.
Pull marketing adalah strategi yang dianggap sangat efektif menurut Search Engine Journal.
Kalau strategi ini bisa kamu lakukan dengan baik dan benar, produkmu bisa terus terjual dengan cepat.
Selain itu, konsumenmu juga cenderung akan menjadi lebih loyal.
Nah, penasaran bagaimana cara melakukannya?
Yuk, pelajari lebih lanjut tentang strategi marketing tersebut di artikel Glints berikut ini.
Apa Itu Pull Marketing?
© Freepik.com
Pull marketing adalah sebuah metode pemasaran yang digunakan bisnis untuk menciptakan demand (permintaan) untuk suatu produk.
Menurut Corporate Finance Institute, strategi ini “menarik” konsumen pada produk yang kita jual.
Jadi, metode-metode yang dilakukan dalam strategi marketing tersebut akan berfokus pada membuat konsumen menginginkan dan mencari produkmu.
Jadi, kamu tidak perlu mendorong produk pada konsumen seperti strategi push marketing.
Dengan strategi ini, kita hanya perlu membuat produk tersebut dicari secara mandiri oleh para konsumen.
Ada banyak metode pull marketing yang bisa kamu coba.
Beberapa yang sering digunakan oleh brand-brand saat ini yaitu:
- promosi di media sosial
- word of mouth marketing
- liputan media
- promosi dan diskon
- advertising
- email marketing
Pull marketing sering digunakan oleh bisnis untuk melengkapi upaya push marketing.
Ketika kedua strategi ini digabungkan, kamu bisa membangun customer relationship yang erat dan meyakinkan konsumen akan value produkmu.
Dengan begitu, penjualan produkmu bisa semakin maksimal.
Kelebihan dan Kekurangan Pull Marketing
© Freepik.com
Kelebihan
Pull marketing adalah strategi yang dapat memberimu banyak keuntungan.
Beberapa di antaranya adalah membantu menciptakan kontak langsung dengan konsumen.
Ini sangat penting untuk membangun hubungan yang baik agar mereka lebih tertarik dengan produkmu.
Selain itu, strategi ini juga memperkuat customer loyalty secara efektif.
Tak hanya itu, brand equity dan product value yang kamu miliki pun akan terbentuk.
Jika dua hal itu sudah terbentuk, apa yang kamu jual bisa lebih bermakna di mata konsumen.
Dengan begitu, kamu bisa memiliki bargaining power yang lebih kuat dan meyakinkan dengan retailer dan distributor yang bekerja sama.
Tentunya, karena konsumen dibuat menginginkan produkmu dan mencarinya secara aktif, maka akan lebih mudah untuk membuat produk terjual.
Kekurangan
Kekurangan pull marketing adalah keterbatasannya.
Strategi ini hanya bisa berhasil secara maksimal jika ada brand loyalty yang tinggi.
Selain itu, lead time konsumen sebelum akhirnya benar-benar membeli biasanya cukup lama.
Pasalnya, kamu harus menunggu mereka membandingkan alternatif pembelian dengan produk lain hingga akhirnya memutuskan untuk membeli produkmu.
Untuk bisa membuat konsumen tertarik dan mencari produkmu secara spesifik, dibutuhkan upaya marketing yang benar-benar serius.
Sebenarnya, ini bukanlah kekurangan.
Hanya saja, kamu harus benar-benar bersiap dengan matang jika ingin strategi ini berhasil.
Jika tidak, konsumen akan cenderung membeli produk apapun yang sedang ada stoknya, dan belum tentu membeli produk yang kamu jual.
Demikianlah serba-serbi pull marketing dari Glints.
Untung melengkapi strategi ini, banyak trik-trik pemasaran yang bisa kamu kuasai.
Jika ingin mempelajari tentang marketing lebih jauh, kamu bisa ikut kelas di Glints ExpertClass.
Webinar-webinar online yang bisa kamu ikuti dibawakan oleh profesional yang sudah berpengalaman di bidang marketing.
Jadi, ilmunya sudah tidak diragukan lagi.
Klik di sini untuk cek kelas yang tersedia dan segera daftarkan dirimu, ya!
