Promosi: Pengertian, Manfaat, Fungsi, Tujuan, dan Strateginya

Diperbarui 28 Agu 2023 - Dibaca 12 mnt

Isi Artikel

    Sebagai konsumen, kita pasti tertarik setiap melihat ada promosi pada produk incaran. Kegiatan promotion ini biasanya dilakukan sebagai upaya untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

    Dilansir dari Marketing Land, 91% orang memutuskan untuk datang langsung ke toko setelah membaca info promosi secara online.

    Data ini menunjukkan bagaimana perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh promotion.

    Seberapa pentingkah strategi ini dan bagaimana cara memaksimalkannya?

    Yuk, simak pembahasan lengkap tentang promosi berikut ini!

    Baca Juga: 5 Kiat Meningkatkan Customer Loyalty untuk Raup Penghasilan Tinggi

    Pengertian Promosi

    Dalam konteks marketingpromosi atau promotion adalah cara untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa yang biasanya dilakukan melalui iklan atau pemotongan harga, seperti diungkap Investopedia.

    Promosi penjualan dapat dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari platform media sosial, komunikasi digital seperti SMS, hingga media tradisional seperti koran, brosur, hingga promosi di toko retail.

    Penjual perlu melakukan teknik ini untuk meyakinkan calon konsumen supaya mau membeli produk atau jasanya.

    Teknik marketing yang satu ini dinilai mampu menumbuhkan minat dan ketertarikan orang-orang serta mendorong mereka agar mau menjadi loyal customer.

    Sebagai tambahan, SendPulse juga menjelaskan bahwa promotion termasuk ke dalam strategi 4p marketing. Teknik inimembantu perusahaan mengomunikasikan produknya pada konsumen.

    Itulah mengapa promosi dapat dikatakan sebagai elemen paling dasar dalam marketing.

    Manfaat Promosi

    Menurut Chron, berikut adalah manfaat yang bisa kamu dapatkan jika mampu mempromosikan bisnis secara optimal.

    1. Menambah value untuk konsumen

    Saat memutuskan untuk melakukan promosi, kamu harus memikirkan apa penawaran terbaik yang akan kamu berikan pada konsumen.

    Penawaran terbaik yang kamu iklankan pastinya memiliki nilai tambahan bagi konsumen, agar mereka tak mau melewatkan penawaran tersebut.

    Pada strategi bundle pricingmisalnya, kamu secara langsung memberikan value lebih kepada konsumen yang mengeluarkan uang lebih banyak untuk produkmu.

    2. Meningkatkan market share

    Apabila berhasil menyusun strategi marketing dan iklan yang optimal, kamu berkesempatan untuk meningkatkan market share bisnismu.

    Kompetisi di market pasti akan terus meningkat. Maka dari itu, diperlukan strategi untuk bertahan, salah satunya adalah dengan melakukan promosi.

    3. Meningkatkan angka penjualan

    Sales growth adalah angka penjualan yang dihitung selama periode tertentu. Jika kamu tidak berusaha memelihara angka tersebut, kompetitor dapat berpotensi menyalip pencapaianmu.

    Dengan promosi, kamu bisa tetap bersaing dan mempertahankan sales growth agar tetap positif dan meningkat.

    4. Memperbaiki reputasi

    Reputasi positif dapat dibangun salah satunya melalui promosi iklan. Kamu bisa menarik perhatian calon pelanggan untuk cari tahu lebih lanjut tentang brand.

    Semakin sering konsumen melihat iklan produkmu, mereka semakin menangkap sinyal bahwa ada perkembangan bisnis yang terjadi di sana.

    5. Membuat inovasi baru

    Percaya atau tidak, kegiatan promotion ternyata dapat mendorong tim kamu supaya lebih kreatif dan inovatif, terutama saat budget yang disediakan tidak terlalu banyak.

    Akhirnya, kamu akan mengeksplorasi berbagai taktik promosi yang bisa dicoba, seperti bergabung dalam sebuah pameran, membuat konten yang sedang trending di media sosial, dan lain sebagainya.

    Pesaing juga pasti melakukan upaya yang serupa, termasuk memberikan diskon pada pelanggan. Nah, cara kamu mengomunikasikan diskon inilah yang memerlukan kreativitas agar menarik perhatian banyak orang.

    Baca Juga: Mengenal Viral Marketing, Teknik Pemasaran yang Mengandalkan Audiens

    Fungsi Promosi

    layar tablet bertuliskan 'diskon'

    © Freepik

    Dilansir dari Business Marketing, berikut 4 fungsi promosi yang perlu kamu ketahui!

    1. Informing (menginformasikan)

    Fungsi yang pertama adalah sebagai sarana informasi tentang produk atau jasa yang ditawarkan.

    Bagi perusahaan yang telah melebarkan bisnisnya ke berbagai sektor dan wilayah, promosi sangatlah diperlukan. Produk sebagus apa pun tidak akan ada yang membeli jika tidak ada orang yang mengetahuinya.

    Jadi, perusahaan harus mengomunikasikan produk mereka kepada semua pihak, mulai dari retailer hingga konsumen akhir.

    2. Persuading (mempersuasi)

    Fungsi promosi yang tak kalah pentingnya adalah sebagai alat persuasi untuk memotivasi masyarakat agar mau membeli produk.

    Untuk dapat melakukannya, informasi tentang produk saja tidak cukup.

    Kamu perlu menonjolkan keunggulan, manfaat, dan value yang dapat kamu tawarkan pada konsumen.

    3. Reminding (mengingatkan)

    Di tengah kompetisi yang semakin tinggi, perusahaan perlu selalu mengingatkan konsumennya bahwa produk mereka masih ada di market dan tidak tergerus oleh perkembangan tren.

    Fungsi promosi yang satu ini sangat penting, mengingat konsumen perlu diingatkan tentang ketersediaan produk, kualitas, manfaat, kegunaan, dan kelebihan lainnya.

    4. Reassuring (meyakinkan)

    Setelah memberi produk, konsumen terkadang merasa ragu apakah mereka telah mengambil keputusan yang tepat.

    Dalam hal ini, promosi berfungsi untuk meyakinkan mereka akan kualitas produk yang telah mereka beli.

    Baca Juga: Email Marketing vs Social Media Marketing, Mana yang Lebih Efektif?

    Tujuan Promosi

    Dilansir dari SendPulse, setidaknya ada 5 tujuan dilakukannya sebuah promotion. Berikut penjelasannya.

    1. Mengenalkan produk baru

    Produk baru yang kamu keluarkan mungkin sudah pernah ada yang memproduksi sebelumnya.

    Lalu, apa yang membuat orang-orang harus memilih produk baru dibandingkan produk serupa yang sudah ada di pasaran?

    Kegiatan promosi inilah yang bertujuan untuk mengenalkan keunggulan produk terbaru kepada calon pembeli.

    2. Mengembangkan brand image

    Brand image dapat tercipta ketika orang-orang mengasosiasikan brand kamu dengan produk atau citra tertentu.

    Misalnya, jika bicara tentang air mineral kemasan, masyarakat mungkin akan langsung mengingat merek Aqua.

    Salah satu promotion objective adalah untuk menciptakan atau mengembalikan image yang melekat pada produk supaya mudah dikenali di pasaran.

    3. Memberi informasi kepada konsumen

    Apabila melakukan beberapa perubahan pada produk atau kebijakan brand, kamu perlu menginformasikannya pada konsumen.

    Nah, kegiatan promosi juga bisa dilakukan untuk memberi tahu perubahan tersebut, sekaligus menjelaskan detail produk.

    4. Menunjukkan keunggulan dibandingkan kompetitor

    Semua brand pasti menerapkan strategi marketing untuk merebut hati pelanggan.

    Salah satu kesempatan yang kamu miliki untuk menekankan kelebihanmu dibandingkan kompetitor ialah melalui strategi promotional marketing ini.

    5. Mengubah potential buyer menjadi konsumen

    Ada beberapa teknik promotional marketing yang bisa kamu coba lakukan, seperti personal selling dan beragam jenis advertising.

    Berbagai strategi promosi tersebut bisa menstimulasi demand terhadap produkmu jika dieksekusi dengan baik.

    Baca Juga: 16 Tips Memenuhi Kebutuhan Konsumen untuk Tingkatkan Loyalitas

    Jenis-Jenis Promosi

    Menurut Indeed, ada 7 jenis promosi yang biasanya dilakukan. Berikut adalah pembahasannya serta contoh-contohnya.

    1. Direct marketing

    Direct marketing adalah jenis promosi di mana seseorang menjangkau perusahaan atau calon pelanggan dan secara langsung memberitahu mereka terkait diskon yang ada, produk terbaru, serta hal lainnya.

    Direct marketing biasanya dianggap sebagai metode yang cepat dan efektif untuk mempromosikan produk dan layanan.

    Contoh-contoh dari direct marketing adalah menggunakan media seperti surat fisik, email, dan brosur.

    2. Sales promotion

    Sales promotion, di sisi lain, penggunaan kegiatan yang bersifat sementara untuk meningkatkan angka permintaan dan penjualan ujar PopUpSmart.

    Contoh dari sales promotion adalah seperti flash sale, voucher atau kupon, pemberian hadiah gratis, dan lainnya.

    Biasanya, jenis promosi ini dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat, tapi harus bisa bersaing dengan kompetitor lain.

    3. Digital marketing

    Seperti namanya, digital marketing atau pemasaran via digital adalah penggunaan alat-alat digital untuk menyebarkan informasi tentang sebuah promosi.

    Contohnya adalah seperti menggunakan konten media sosial atau artikel blog untuk menjangkau audiens yang lebih luas dari biasanya.

    4. Personal selling

    Personal selling adalah jenis promosi yang melibatkan komunikasi langsung dari orang ke orang lain. Hal ini berarti mencangkup hal seperti berbicara empat mata atau via telepon.

    Tujuan utama dari personal selling adalah membentuk hubungan yang dekat dengan pelanggan atau klien agar mereka terus membeli produk atau menggunakan layanan terbaru.

    5. Periklanan

    Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan jenis promosi dengan media periklanan seperti memasang iklan di baliho.

    Biasanya, iklan tidak ditujukan untuk audiens yang tertentu, tapi digunakan untuk menyebarluaskan ke masyarkat bahwa sedang atau akan berlangsung sebuah promosi.

    Selain memasang baliho, iklan juga bisa dilakukan dengan media televisi, radio atau podcast, dan penyebaran brosur.

    6. Public relation

    Kegiatan humas atau disebut public relation juga merupakan salah satu tipe promosi. Kegiatan ini biasanya membantu menjaga citra perusahaan di mata publik.

    Biasanya, perusahaan menggunakan jenis promosi ini untuk mempengaruhi pandangan audiensnya.

    Contoh dari kegiatan humas adalah press release atau menyelenggarakan acara khusus untuk hal tertentu.

    7. Sponsor

    Jenis promosi yang terakhir adalah sponsor. Dengan cara ini, perusahaan melakukan promosi dengan membayar seseorang atau sebuah acara untuk mendapat paparan masyarakat yang lebih luas.

    Dengan mensponsori seseorang atau brand yang punya pengaruh kuat di masyarakat, sebuah bisnis dapat memperkuat kredibilitas dari promosi dan kegiatan pemasaran mereka.

    Contoh dari sponsor adalah memberi produk kepada influencer media sosial untuk mendapat perhatian dari para fans atau penontonnya.

    Strategi Promosi

    karyawan laki-laki sedang memperhatikan penjelasan rekannya

    © Freepik.com

    Apa saja strategi yang bisa kamu jalankan untuk mempromosikan produkmu? Ini dia penjelasan lengkapnya.

    1. Pahami kebutuhan target audiens

    Semakin spesifik dan to the point strategi promosimu, maka pesan yang kamu sampaikan akan lebih tepat sasaran.

    Bayangkan jika kamu kurang memahami target audiens. Bisa jadi promosi dan value yang kamu tawarkan justru tidak mereka minati atau malah menjangkau audiens yang kurang tepat.

    Keduanya sama-sama tidak bisa mendatangkan sales. Jadi, jangan lupa untuk lakukan riset yang mendalam, ya.

    2. Tentukan objective promosi

    Terkadang, kamu bukannya gagal melakukan promosi. Melainkan targetmu yang kurang spesifik dan ekspektasi yang terlalu tinggi.

    Semua goal penjualan pasti tak bisa tercapai sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Jadi, pastikan objective kamu realistis dan mudah diukur.

    3. Tentukan channel marketing

    Pilih channel yang paling efektif untuk mencapai objective kamu. Setiap channel marketing memiliki demografi pengguna dan karakteristik yang berbeda.

    Misalnya, jika kamu ingin menjangkau kelompok pekerja, Twitter bisa jadi salah satu pilihan. Namun, jika kamu ingin fokus mempromosikan produk untuk Gen Z, Tiktok mungkin lebih cocok untuk digunakan.

    4. Kembangkan promotion mix yang optimal

    Promotion mix adalah sebuah model untuk merencanakan sebuah promosi yang terdiri dari 5P, yaitu people, price, place, product, dan promotion.

    Sebelum berusaha untuk menguasai market yang baru, pastikan kamu dapat mengidentifikasi aspek terpenting dalam promosi, yaitu people. Setelah itu, kamu bisa rumuskan strategi promotion mix yang sesuai.

    5. Buatlah promotional message

    Salah satu hal yang menentukan kesuksesan strategimu adalah membuat pesan yang cocok dan mudah dimengerti oleh target audiensmu.

    Gunakan bahasa yang trendy dan kekinian jika kamu ingin menjangkau Gen Z. Sebaliknya, gunakan tone yang terdengar sedikit lebih formal jika targetmu merupakan kelompok profesional.

    6. Tentukan budget

    Kamu perlu menentukan budget yang sesuai dengan ekspektasi, sumber daya, dan objective yang ingin kamu capai.

    Semuanya harus seimbang karena apabila objective kamu tinggi tetapi sumber daya yang tersedia ternyata kurang memadai, kamu akan sulit melihat hasil yang diharapkan.

    7. Monitor hasilnya secara rutin

    Langkah terakhir, jangan lupa untuk memonitor perkembangan promosimu menggunakan marketing tool dan analisis data yang tersedia.

    Insights yang kamu peroleh dapat sangat berguna untuk keputusanmu di masa mendatang.

    Selain itu, dengan memonitornya secara rutin, kamu juga bisa mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dengan lebih cepat.

    Baca Juga: Pakai 5 Tips Marketing Analytics Ini, Maksimalkan Pengolahan Datamu

    Itulah penjelasan Glints tentang serba-serbi promosi. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam menyusun strategi yang lebih baik untuk mengembangkan bisnismu!

    Nah, jika kamu merasa belum cukup, jangan khawatir. Glints menyediakan banyak artikel lain tentang periklanan yang erat kaitannya dengan kegiatan promosi.

    Ada banyak pembahasan menarik yang lebih spesifik mengenai ragam strategi advertising, media periklanan, termasuk topik tentang online advertising.

    Jadi, kamu bisa mendapatkan banyak ide untuk strtategi promosimu selanjutnya.

    Tunggu apa lagi? Ayo baca kumpulan artikel lainnya di sini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.7 / 5. Jumlah vote: 18

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait