Proker: Pengertian dan Contoh untuk Organisasi & Perusahaan
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Proker atau program kerja adalah susunan rencana kegiatan yang sangat penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan.
Tanpanya, anggota tim terancam kehilangan arah hingga berpotensi menimbulkan miskomunikasi.
Agar tidak terjadi, yuk, pelajari selengkapnya apa itu program kerja hingga cara membuatnya di artikel berikut!
Isi Artikel
Apa Itu Program Kerja?
Program kerja atau proker adalah rencana kegiatan yang dibuat untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu organisasi, kelompok, atau perusahaan.
Di dunia kerja, proker lebih kenal dengan sebutan lain, seperti strategy plan, work plan, project plan, action plan, dan lain sebagainya.
Dilansir dari Project Manager, isi program kerja di antaranya adalah daftar kegiatan yang harus dilakukan, target yang ingin dicapai, serta waktu pelaksanaannya.
Tujuan pembuatannya adalah agar setiap anggota dapat bekerja secara terstruktur, sehingga dapat mencapai target atau hasil yang diharapkan.
Selain itu, proker juga membantu memastikan bahwa semua orang memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Contoh Proker Berbagai Kebutuhan
Bagi kamu yang belum tahu apa itu program kerja, coba perhatikan beberapa contoh proker di bawah ini yang terbagi ke dalam beberapa konteks.
1. Contoh program kerja organisasi
Dalam sebuah organisasi, proker biasanya disusun oleh masing-masing bidang atau departemen.
Tiap departemen umumnya punya 3-5 proker setiap tahunnya, tergantung seberapa besar acara atau kegiatan yang ingin dilaksanakan.
Setelah itu, ketua bidang atau departemen kemudian akan meminta persetujuan atau masukan dari ketua umum.
Contoh program kerja organisasi di antaranya sebagai berikut, dapat diterapkan pada proker OSIS maupun organisasi mahasiswa:
- Divisi acara: mengadakan seminar gratis setiap dua bulan sekali.
- Divisi humas: melaksanakan kegiatan bakti sosial di desa terpencil.
- Divisi keuangan: membuat laporan keuangan setiap tiga bulan dan mengelola RAB tiap acara.
2. Contoh proker KKN
Mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga pasti perlu menyusun program kerja.
Sebelum tiba di desa tujuan, mereka harus punya bekal rencana kegiatan atau acara apa saja yang dinilai dapat memberi kontribusi nyata untuk masyarakat sekitar.
Berikut adalah beberapa contoh proker KKN:
- Mengadakan pelatihan kewirausahaan untuk UMKM setempat.
- Membangun perpustakaan mini di desa.
- Melaksanakan kegiatan edukasi tentang kesehatan lingkungan, seperti pengelolaan sampah.
- Membantu guru mengajar di sekolah-sekolah.
3. Contoh program kerja perusahaan
Dalam sebuah perusahaan, setiap tim atau divisi memiliki proker masing-masing yang berkontribusi pada tujuan perusahaan tertentu.
Berikut adalah beberapa contoh proker di perusahaan:
- Tim marketing: mengadakan campaign digital untuk meningkatkan brand awareness melalui konten TikTok dan Instagram.
- Tim HR (human resource): menyelenggarakan pelatihan soft skills bagi karyawan setiap 3 bulan sekali.
- Tim operasional: mengoptimalkan proses produksi untuk meningkatkan efisiensi.
Cara Membuat Program Kerja
Menyusun sebuah work plan memerlukan perencanaan yang matang.
Sebuah proker juga tidak bisa hanya asal dibuat, karena harus merujuk pada tujuan atau target besar organisasi dan perusahaan.
Secara umum, berikut adalah cara membuat program kerja secara garis besar, dirangkum dari Accelo.
1. Tentukan tujuan
Langkah pertama adalah menentukan tujuan proker.
Pastikan tujuan ini selaras dengan visi dan misi organisasi atau perusahaan.
Kamu juga bisa kerucutkan tujuan organisasi atau perusahaan menjadi langkah yang lebih spesifik, lalu buat program kerja dari sana.
Misalnya, jika tujuan organisasi adalah meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, kamu bisa kerucutkan lagi fokusnya di bidang pendidikan literasi digital.
Dari situ, kamu bisa usulkan proker yang berkaitan dengan dunia digital, misalnya mengadakan pelatihan digital marketing.
2. Riset kebutuhan target audiens
Langkah berikutnya adalah melakukan riset dan analisis untuk memahami kebutuhan organisasi atau masyarakat yang akan menjadi target program kerjamu.
Analisis ini dapat dilakukan melalui survei, diskusi kelompok, atau observasi langsung.
Jangan sampai program yang kamu buat ternyata tidak menjawab permasalahan yang mereka alami, lalu akhirnya jadi sia-sia.
3. Tentukan kegiatan
Berdasarkan tujuan dan hasil riset, susun daftar kegiatan atau program yang akan dilaksanakan.
Pastikan kegiatan tersebut realistis dan relevan dengan tujuan yang ingin dicapai.
4. Buat jadwal
Tetapkan waktu pelaksanaan untuk setiap kegiatan.
Penyusunan jadwal membantu memastikan bahwa semua kegiatan dapat dilakukan sesuai dengan prioritas dan sumber daya yang tersedia.
5. Buat rencana anggaran
Langkah berikutnya dalam membuat proker adalah menetapkan rencana anggaran sesuai dengan rangkaian program atau kegiatan yang sudah ditetapkan.
Supaya lebih jelas, kamu juga bisa sekaligus merencanakan alokasi sumber daya yang tersedia.
Mulai dari alokasi dana, tenaga kerja, dan peralatan yang diperlukan.
6. Susun dokumen program kerja
Buatlah proker dalam format yang jelas dan terstruktur.
Sebenarnya, dokumen ini bisa kamu buat dari awal sembari melakukan riset dan analisis di atas.
Dokumen ini biasanya mencakup:
- nama program kerja
- latar belakang
- tujuan
- daftar kegiatan
- waktu pelaksanaan
- anggaran
- penanggung jawab
7. Evaluasi dokumen
Sebelum dijalankan, lakukan evaluasi terhadap proker yang telah disusun.
Mintalah masukan dari anggota tim, ketua, atasan, atau pihak terkait lainnya, lalu lakukan revisi jika diperlukan.
Setelah selesai, dokumen program kerja ini harus disebarkan dan dikomunikaiskan kepada seluruh anggota tim.
Tujuannya agar semua orang mendapat pemahaman yang sama tentang program kerja hingga rincian-rincian penting di dalamnya.
Demikian penjelasan Glints mengenai apa itu proker atau program kerja hingga gambaran cara membuatnya.
Apakah kamu sedang mencari peluang kerja baru? Yuk, cek lowongan kerja di Glints!
Glints memudahkanmu untuk menemukan loker sesuai kebutuhan dan kriteria yang kamu inginkan, seperti:
- loker berdasarkan tingkat pendidikan (lulusan SMA/SMK/sederajat, S1, dan lainnya)
- loker berdasarkan kota/kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia.
Jangan sampai lewatkan peluang, segera cari dan lamar lowongannya sekarang!
