PPIC: Arti, Gambaran Industri, Tugas, Kualifikasi, dan Gajinya
Ditulis oleh : Trias Ismi
PPIC adalah aspek penting yang berhubungan dengan proses produksi dan persediaan (supply) di industri manufaktur.
Lewat artikel ini Glints TapLoker akan memberikan gambaran apa itu PPIC dan manfaatnya bagi sebuah perusahaan manufaktur. Yuk, ketahui selengkapnya di bawah ini!
Isi Artikel
Apa Itu PPIC?
PPIC adalah kepanjangan dari Production Planning & Inventory Control. Dalam sebuah perusahaan manufaktur, hal yang satu ini memiliki hubungan erat dengan proses produksi.
Maka, PPIC adalah proses perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku yang akan diproduksi menjadi barang jadi.
Biasanya PPIC menjadi sebuah departemen khusus di perusahaan manufaktur. Departemen tersebut memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan rencana produksi secara keseluruhan.
Selain itu, mereka juga harus memastikan agar proses produksi dan persediaan barang dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditentukan.
Tugas Departemen PPIC
Melansir Tigernix, berikut ini beberapa tugas umum dari departemen PPIC di sebuah perusahaan manufaktur:
- Merencanakan jadwal produksi dan memastikan prosesnya berjalan lancar.
- Membuat dan menangani pesanan untuk proses produksi.
- Memperkirakan kebutuhan inventaris.
- Meninjau perkiraan penjualan dan permintaan produk.
- Penjadwalan proses produksi berdasarkan tingkat bahan baku yang tersedia.
- Merencanakan proses pengadaan berdasarkan perkiraan permintaan pelanggan.
- Pemantauan terhadap bahan baku yang disimpan dalam gudang.
- Pemantauan proses penerimaan dan pengiriman barang dari gudang.
- Merencanakan jadwal produksi untuk memenuhi pesanan secara efektif.
- Mengelola produktivitas alat berat yang digunakan dalam proses produksi.
- Memecahkan masalah yang berkaitan dengan proses produksi.
- Menganalisis dan memenuhi kapasitas serta kebutuhan sumber daya dalam proses produksi.
- Memantau tingkat stok bahan baku untuk memastikan kelancaran proses produksi.
- Memberikan update data persediaan ke bagian keuangan.
Dalam melakukan tugasnya, departemen PPIC harus bekerja sama dengan beberapa divisi lain seperti finance hingga sales.
Selain itu, PPIC juga harus bekerja erat dengan divisi procurement. Nah, jangan khawatir jika kamu masih asing dengan apa itu procurement.
Kamu bisa membaca penjelasan selengkapnya lewat artikel yang sudah Glints siapkan dengan klik tombol di bawah ini.
Manfaat PPIC
Setelah mengetahui apa saja tugasnya, kini ketahui dulu alasan mengapa PPIC adalah divisi penting bagi perusahaan manufaktur di bawah ini:
1. Mengurangi biaya inventaris
Manfaat pertama dari adanya PPIC dalam perusahaan manufaktur adalah untuk mengurangi biaya inventaris.
Perusahaan tidak perlu mengeluarkan banyak budget untuk proses inventaris yang tidak diperlukan. Pasalnya, departemen PPIC akan bekerja sama dengan bagian penjualan untuk menentukan perkiraan permintaan dan persediaan produk.
2. Mengurangi biaya tenaga kerja
Tak hanya dapat mengurangi biaya inventaris, saat perusahaan mampu menjalankan proses produksi yang efektif, maka juga dapat menghemat biaya untuk tenaga kerja.
Dengan mampu mengoptimalkan produktivitas dalam proses produksi, tentu dapat memaksimalkan pekerja sehingga mereka tidak perlu bekerja lembur.
3. Memastikan ketepatan anggaran untuk produksi
Bagi setiap perusahaan tentunya anggaran untuk produksi harus direncanakan dengan matang. Nah, dengan adanya departemen PPIC, maka akan mempermudah proses tersebut.
Sistem yang dijalankan di PPIC akan membantu memudahkan proses identifikasi mulai dari bahan baku, peralatan produksi, tenaga kerja, hingga kebutuhan pemasok.
Saat sudah mengetahui kapasitas produksi dari bisnis, tentu akan dimudahkan untuk merencanakan anggaran yang diperlukan.
4. Meningkatkan ROA (Return On Assets)
Manfaat selanjutnya dari PPIC adalah dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan ROA. Dengan proses PPIC yang benar, maka perusahaan dapat menggunakan aset yang dimiliki secara efisien.
Bagaimana proses yang efektif itu? Jawabannya ialah dengan mengoptimalkan penggunaan mesin produksi, tenaga kerja, dan penggunaan bahan baku.
Saat perusahaan dapat mengoptimalkan beberapa hal tersebut, tentu akan lebih mudah untuk meningkatkan ROA.
Kamu penasaran soal ROA? Jangan khawatir, kamu bisa membaca penjelasan selengkapnya dengan klik tombol di bawah ini!
Skill yang Diperlukan di Bidang PPIC
Selain harus memahami soal inventory management, ada beberapa jenis keterampilan yang diperlukan untuk bekerja di bidang PPIC di antaranya adalah:
- analisis
- manajemen risiko
- negosiasi
- problem solving
- komunikasi
- perhatian terhadap detail
- kepemimpinan
Syarat dan kualifikasi yang diperlukan
Selain kemampuan yang telah disebutkan di atas, ada beberapa syarat umum yang harus dipenuhi kalau kamu mau berkarier di bidang ini.
1. Latar belakang pendidikan
Biasanya perusahaan mencari kandidat dengan pendidikan minimal D3 atau S1, terutama dari jurusan:
- Teknik Industri
- Manajemen Operasi
- Logistik
- Akuntansi
- atau jurusan lain yang relevan dengan produksi dan perencanaan
2. Pengalaman kerja
- Fresh graduate kadang dipertimbangkan, tapi banyak perusahaan lebih memilih kandidat dengan pengalaman 1–2 tahun di bidang produksi, gudang, atau supply chain.
- Untuk posisi senior, biasanya dibutuhkan pengalaman kerja minimal 3–5 tahun.
3. Usia
- Biasanya dalam rentang 22–35 tahun, tergantung level posisinya.
- Beberapa perusahaan menetapkan batas maksimal usia, terutama untuk posisi entry-level atau kontrak.
4. Jenis kelamin
- Umumnya laki-laki maupun perempuan bisa melamar, tapi beberapa industri (seperti manufaktur berat) mungkin memprioritaskan laki-laki karena sifat pekerjaannya lebih teknis atau lapangan.
- Untuk peran administratif PPIC, perempuan juga sangat umum diterima.
5. Kemampuan fisik dan mobilitas
Tergantung pada lingkup pekerjaan, beberapa perusahaan mengharapkan kandidat:
- Bisa bekerja di area pabrik/lapangan
- Tidak buta warna (untuk yang terlibat dalam kontrol produksi)
- Mampu berdiri untuk waktu yang lama atau bergerak aktif saat mengawasi stok dan produksi
6. Ketersediaan waktu kerja
- Siap bekerja shift atau lembur jika diperlukan, terutama di industri manufaktur yang berjalan 24 jam.
- Beberapa perusahaan juga mencari kandidat yang bersedia ditempatkan di area industri tertentu atau site produksi luar kota.
7. Kerapihan dan ketelitian administrasi
Karena PPIC juga berkaitan dengan laporan, jadwal produksi, dan kontrol stok, dokumen pribadi dan hasil kerja kandidat sering diperiksa — seperti transkrip nilai, surat pengalaman kerja, dan kadang hasil tes kemampuan dasar.
8. Lain-lainnya
- Beberapa perusahaan juga mensyaratkan SIM A atau SIM C jika tugasnya melibatkan koordinasi antar gudang atau lokasi produksi.
- Untuk perusahaan ekspor-impor atau multinasional, kemampuan berbahasa Inggris meskipun pasif bisa menjadi nilai tambah.
Gaji Staff PPIC
Gaji staff PPIC di Indonesia berkisar pada Rp2,5 sampai Rp6 juta. Ini tergantung pada tingkat pengalaman, kematangan perusahaan, peran dan posisi yang kamu lamar, serta UMR yang berlaku di lokasi tempat kerjamu.
Kesimpulan
Demikianlah penjelasan mengenai serba-serbi PPIC yang sudah Glints TapLoker rangkum untukmu. Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya kamu sudah mengerti bahwa PPIC merupakan salah satu aspek terpenting dalam perusahaan manufaktur, kan?
Jadi, apakah kamu tertarik untuk mencoba berkarier di industri yang disebut memberikan banyak pemasukan untuk negara itu?
Sebelum mulai mencari peluang kerja, tentunya kamu harus membekali diri dengan beragam skill yang diperlukan di dunia kerja.
Jangan khawatir, kamu bisa menambah informasi dengan membaca kumpulan artikel yang membahas jenis-jenis skill dengan klik tombol di bawah ini.
Segera baca artikel-artikel soal skill yang dibutuhkan di dunia kerja sekarang juga, agar kamu bisa meningkatkan kualitas diri!
