Perhatikan 6 Hal Ini Jika Melakukan Perjalanan Dinas saat PPKM

Diperbarui 08 Mar 2023 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Di era pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sebagian kegiatan perkantoran dialihkan ke WFH. Namun, apabila kamu kerja di sektor yang mengharuskanmu tetap lakukan perjalanan dinas saat PPKM atau new normal, harus selalu jalankan protokol kesehatan, ya.

    Aktivitas seperti perjalanan dinas kini bisa dilakukan karena berbagai maskapai penerbangan dan jenis transportasi lain telah diperbolehkan untuk mengangkut penumpang.

    Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum melakukan perjalanan dinas di masa seperti saat ini.

    Apa saja hal-hal itu? Berikut Glints akan menjelaskannya untukmu.

    1. Kelengkapan berkas

    perjalanan dinas saat new normal

    © Freepik.com

    Untuk melakukan perjalanan ketika PPKM, tentu kamu harus mempersiapkan beberapa berkas yang diperlukan.

    Berkas-berkas ini menjadi syarat untuk dapat melakukan perjalanan keluar-masuk hampir seluruh kota di Indonesia.

    Selain identitas diri, kamu harus membuat surat pernyataan yang menjelaskan tujuan perjalanan kamu. Surat ini juga dapat dikeluarkan oleh tempatmu bekerja.

    Selain itu, mengutip Liputan6, selama PPKM level 3 dan 4 ada beberapa dokumen lain yang harus dimiliki oleh orang yang melakukan perjalanan dengan kereta api dan kapal laut.

    Yaitu, kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes PCR (yang diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam).

    Kontan juga menyebutkan untuk keluar masuk Jakarta dengan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi jarak jauh juga boleh menunjukkan hasil tes antigen (yang diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam).

    Selama PPKM level 4 untuk keluar masuk Jakarta juga tetap diperlukan STRP (Surat Tanda Registrasi Pekerja) bagi pekerja esensial dan kritikal yang bekerja di Jakarta.

    2. Bebas dari Covid-19

    perjalanan dinas saat new normal

    © Freepik.com

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, surat keterangan bebas Covid-19 meruapakan hal utama yang harus dimiliki sebelum melakukan perjalanan dinas selama masa PPKM.

    Dalam PPKM level 3 dan 4,  pelaku perjalanan transportasi udara diwajibkan memperlihatkan hasil negatif tes PCR yang diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam.

    Kamu bisa melakukan tes untuk Covid-19 seperti PCR di rumah sakit atau klinik yang telah ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan tes.

    Baca Juga: Harus Meeting dengan Klien di Tengah New Normal? Ikuti 6 Tips Berikut

    3. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi

    perjalanan dinas saat new normal

    © Detik.com

    Aplikasi PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian BUMN untuk membantu pelacakan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

    Berbagai maskapai penerbangan juga mewajibkan penumpangnya untuk menggunakan aplikasi ini.

    Dengan demikian, apabila ada penumpang yang terinfeksi Covid-19, maskapai dapat dengan mudah berkoordinasi dengan pemerintah melakukan pelacakan.

    Selain itu, di aplikasi ini juga terdapat bukti bahwa kamu sudah melakukan vaksin yang menjadi syarat wajib saat melakukan perjalanan ke luar kota.

    Untuk itu, pastikan handphone kamu sudah ter-install dengan aplikasi ini sebelum melakukan perjalanan dinas di masa PPKM atau new normal.

    Baca Juga: 4 Tips Mudah Jaga Tubuh Tetap Fit Jelang New Normal, Yuk Dicoba!

    4. Menggunakan masker

    perjalanan dinas saat new normal

    © Pexels.com

    Seperti himbauan pemerintah dan WHO, kamu harus tetap menggunakan masker kemanapun kamu pergi, termasuk bepergian dengan kendaraan.

    WHO mewajibkan penggunaan masker setiap kali kamu berada di ruang publik. Masker digunakan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 yang menyebar melalui droplet.

    Kamu bisa menggunakan masker sekali pakai atau masker kain yang dapat digunakan berulang kali. Hanya saja, kamu harus langsung mencuci masker kain setelah digunakan sebelum menggunakannya kembali.

    5. Membawa hand sanitizer

    © Pexels.com

    Selain menggunakan masker setiap saat, pemerintah dan WHO juga memberikan himbauan untuk mencuci tangan setiap saat.

    Hal ini berlaku ketika sebelum makan, sesudah makan, hingga sebelum dan sesudah menyentuh benda-benda lain.

    Sayangnya, ketika dalam perjalanan, akan sangat sulit untuk mencuci tangan dengan sabun seperti anjuran WHO.

    Untuk itu, kamu dapat menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol setidaknya 60%. Alkohol dengan kadar minimal 60% efektif untuk menonaktifkan virus dan bakteri dengan menguraikan proteinnya.

    Hand sanitizer dapat kamu gunakan apabila kamu tidak memiliki akses untuk mencuci tangan dengan sabun. Misalnya, ketika berada di dalam pesawat atau mobil.

    Baca Juga: 5 Barang yang Wajib Dibawa ke Kantor saat New Normal

    6. Membawa alat makan sendiri

    © Freepik.com

    Selama perjalanan, kamu tentunya akan makan dan minum setiap saat. Untuk itu, akan lebih baik jika kamu menggunakan alat makan milikmu sendiri.

    Menggunakan alat makan sendiri akan mengurangi penyebaran Covid-19 melalui benda-benda yang dipakai bersama.

    Walaupun berbagai gerai makanan dan minuman sudah melakukan prosedur yang sesuai dengan pencegahan Covid-19, akan lebih baik jika kamu berjaga-jaga terlebih dahulu.

    Selain mencegah penularan Covid-19, membawa alat makan pribadi juga dapat mencegah penggunaan alat makan sekali pakai. Jadi, kamu bisa sekaligus menjaga lingkungan.

    Melakukan perjalanan dinas saat new normal tentu tidak mudah karena kamu harus tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

    Banyak hal dari aspek kehidupan kita yang harus berubah agar bisa mengikuti protokol kesehatan tersebut, termasuk dalam bekerja.

    Apakah kamu masih kesulitan beradaptasi dengan protokol tersebut selama bekerja?

    Selain informasi seperti di atas, Glints juga punya artikel-artikel lain seputar kebiasaan kerja di era new normal, lho!

    Kamu bisa temukan dan membaca ragam artikelnya dengan klik di sini.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait