Perencanaan Strategis: Arti, Manfaat, Elemen, dan Prosesnya

Diperbarui 13 Jun 2022 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Selain manajemen strategis, strategic planning atau perencanaan strategis adalah hal yang tak kalah penting untuk dilakukan,

    Agar bisnis memiliki gambaran arah bisnis yang jelas untuk waktu yang panjang, perencanaan ini wajib disusun.

    Nah, untuk mengetahui tentang perencanaan strategis lebih dalam, yuk, simak artikel Glints ini.

    Baca Juga: Ingin Merencanakan Acara Perusahaan? Pahami 5 Tips Ini!

    Apa Itu Perencanaan Strategis?

    perencanaan strategis adalah

    © Freepik.com

    Perencanaan strategis merupakan aktivitas manajemen bisnis yang bertujuan untuk memastikan perusahaan serta seluruh stakeholder yang terlibat di dalamnya bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis yang sama.

    Strategic planning adalah cara sebuah bisnis atau organisasi untuk menetapkan prioritas, fokus, dan sumber daya, memperkuat operasi.

    Selain itu, aktivitas ini juga memastikan semua yang terlibat dalam kegiatan sehari-harinya bersinergi dengan baik untuk jangka waktu yang panjang.

    Menurut The Hartford, perencanaan strategis dinilai sebagai hal utama dalam pertumbuhan bisnis jika ingin sukses.

    Penyusunan rencana strategis membuat perusahaan selalu siap menghadapi tantangan dan perubahan.

    Tak hanya itu, bisnis juga bisa meraih peluang yang ada sebaik mungkin.

    Rencana strategis sendiri adalah dokumen yang digunakan untuk berkomunikasi dengan organisasi dan tujuannya.

    Seluruh perencanaan strategis yang dibuat dalam rencana strategis harus meliputi rencana aksi yang mampu mewujudkan tujuan tersebut dengan mempertimbangkan aspek-aspek penting bisnis lainnya.

    Mengapa Perencanaan Strategis Dibutuhkan?

    strategic planning

    © Unsplash.com

    Strategic planning adalah hal yang perlu dilakukan secara detail.

    Meskipun memakan waktu yang cukup lama, perencanaan strategis membawa banyak manfaat bagi bisnis dan semua orang yang terlibat.

    1. Mengomunikasikan rencana strategis

    Menurut Corporate Finance Institute, komunikasi adalah hal yang penting dalam strategi planning.

    Dengan menyusun perencanaan strategis, kamu bisa mengomunikasikan rencana yang dibuat secara efektif.

    Selain itu, melibatkan pekerja yang sehari-hari berhubungan langsung dengan operasi bisnis dapat memberikan perspektif berbeda untuk membuat strategi yang bagus.

    Tak hanya para karyawan, libatkan juga stakeholder lainnya seperti pemasok dan distributor untuk memberi masukan bagi rencana strategis yang disusun.

    2. Meningkatkan produktivitas

    Melibatkan karyawan dan stakeholder lainnya dalam penyusunan perencanaan strategis adalah salah satu cara meningkatkan produktivitas.

    Mereka akan merasa memiliki tanggung jawab lebih dan berusaha untuk meningkatkan kinerja agar target yang sudah disetujui bisa tercapai.

    3. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan

    Saat menyusun perencanaan strategis adalah momen yang tepat untuk menganalisis bisnis secara keseluruhan.

    Hal ini memberimu kesempatan untuk meninjau apa yang telah dilakukan dengan baik dan apa saja yang masih butuh pengembangan atau perbaikan.

    Selain itu, kesempatan dan ide baru pun dapat ditemukan pada proses ini.

    4. Menetapkan arah bisnis

    Hasil akhir dari pelaksanaan perencanaan strategis adalah untuk mengetahui dengan jelas arah bisnis akan melaju.

    Diskusi dan rencana yang dibuat idealnya mampu membuat bisnis berada di posisi yang paling tepat untuk mencapai target dan kesuksesan.

    Strategic planning adalah perencanaan yang penting untuk mempersiapkan bisnis menghadapi apapun yang menghadang untuk waktu jangka panjang.

    Baca Juga: IKenalan dengan 11 Pilihan Metode Manajemen Proyek di Sini, Yuk!

    Elemen Perencanaan Strategis

    perencanaan strategis adalah

    © Unsplash.com

    1. Visi

    Visi adalah bayangan bisnis di masa yang akan datang, misalnya membuat bisnis yang dikenal secara internasional, menjadi pemimpin di pasarnya, dan lain-lain.

    Hal ini harus disampaikan pada para stakeholder dengan baik.

    Selain itu, pastikan semua yang terlibat memahami visimu ini.

    2. Misi

    Misi dalam perencanaan strategis merupakan deskripsi apa yang perlu dilakukan bisnis serta tujuannya.

    Berfokus pada misi yang tepat setiap harinya akan berujung pada terwujudnya visi perusahaan.

    3. Nilai inti

    Core value atau nilai inti adalah penjabaran nilai-nilai apa yang dipegang teguh oleh perusahaan.

    Hal ini memengaruhi keberhasilan tercapainya visi dan misi.

    4. Analisis SWOT

    Analisis SWOT adalah singkatan untuk strengths, weaknesses, opportunities, dan threats.

    Jadi, analisis ini meninjau kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi bisnismu.

    Hal ini sangat penting untuk mengevaluasi posisi bisnis di pasar.

    Mengetahui keempat aspek dalam analisis SWOT akan membantumu mengetahui tindakan apa yang perlu diambil untuk mengembangkan bisnis sesuai dengan visi dan misi yang sudah ditetapkan.

    5. Tujuan jangka panjang

    Tujuan jangka panjang adalah hal yang harus direncanakan berdasarkan visi.

    Tentunya, bagian perencanaan strategis ini juga harus mencakup langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mencapainya.

    Biasanya, perencanaan ini dibuat untuk tiga hingga lima tahun ke depan.

    6. Tujuan tahunan

    Selain membuat rencana jangka panjang, penting juga untuk menentukan tujuan tahunan.

    Sebuah perencanaan strategis yang baik perlu membuat beberapa objektif tahunan yang mendekatkan bisnis pada tujuan akhirnya.

    Tujuan ini harus spesifik, terukur, bisa dicapai, realistis, dan berbasis waktu.

    7. Rencana aksi

    Setiap objektif jangka panjang yang sudah ditentukan di tahap sebelumnya harus memiliki cara-cara mencapainya.

    Hal ini disebut action plan atau rencana aksi.

    Rencana aksi biasanya berjangka pendek, yaitu rencana tiga bulan.

    Proses Perencanaan Strategis

    4 orang asia sedang membangun rencana bersama-sama

    © Pexels.com

    Melansir dari Indeed, berikut adalah tahapan dan proses untuk membuat strategic planning yang efektif.

    1. Tentukan goals

    Proses membuat perencanaan strategis selanjutnya adalah dengan menentukan goals. Goals bisa ditentukan untuk departemen atau perusahaan tergantung tujuannya.

    Contohnya, jika ada kesempatan untuk bekerja sama dengan pemerintah, maka bisa diketahui bahwa goals dari perusahaanmu adalah mendapatkan kontrak tersebut.

    Sedangkan, contoh goals untuk departemen lebih berkaitan dengan metrik performa seperti meningkatkan penjualan atau kepuasan konsumen.

    Sehingga, ketika menentukan goals untuk perusahaan, kamu bisa membuatnya secara umum.

    Sedangkan, apabila untuk departemen, kamu harus sangat spesifik. Hal ini supaya anggota tim atau departemen paham apa yang harus dilakukan.

    Tidak hanya itu, goals juga membantu manajer untuk mengarahkan timnya dan mendelegasikan tugas dalam pekerjaan harian timnya.

    2. Kembangkan asumsi

    Ketika membuat rencana bisnis, kamu juga harus mempertimbangkan masa depan. Oleh karena itu, rencana yang dibuat harus berdasarkan asumsi tertentu.

    Dalam proses perencanaan strategis, kamu harus mengembangkan asumsi internal dan eksternal.

    Adapun asumsi internal adalah segala hal dan faktor dalam perusahaan yang bisa memengaruhi masa depan. Beberapa contohnya antara lain:

    • ekspektasi sumber daya yang dimiliki
    • peraturan perusahaan yang dibutuhkan dan harus diimplementasikan
    • bagaimana tingkat manajemen akan merespons rencana yang dibuat

    Sedangkan, asumsi eksternal adalah segala hal yang berada di luar perusahaan dan dapat memengaruhi rencana serta bagaimana kamu mencapai target. Contohnya adalah sebagai berikut:

    • keadaan sosial dan politik
    • perkembangan teknologi
    • kompetisi dari perusahaan lain

    3. Mencari beragam cara untuk mencapai target

    Memang ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan dan target bisnis. Akan tetapi, belum tentu beragam cara tersebut tepat dilakukan oleh bisnismu.

    Karena itu, mencari tahu cara-cara terbaik untuk mencapai target dapat memberikanmu fleksibilitas ketika mengarahkan tim.

    Ketika mencari beragam cara untuk mencapai target, pastikan untuk mengerucutkan opsi ke beberapa pilihan saja. Jika tidak, kamu akan kebingungan untuk memilih solusi yang pas nantinya.

    Pastikan juga untuk mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan dari setiap cara tersebut, terutama bagaimana setiap opsi dapat berkaitan dengan tujuan bisnismu.

    4. Pilih action plan

    Langkah selanjutnya dalam proses perencanaan strategis adalah memilih action plan. Idealnya, rencana strategis yang dipilih adalah yang dianggap paling menguntungkan.

    Namun sebelum memilihnya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti:

    • menghindari rencana yang berpotensi membuat bisnis mengeluarkan biaya berlebih
    • memilih rencana dengan konsekuensi negatif paling sedikit
    • memilih action plan yang fleksibel dan adaptif

    Ketika membentuk action plan, pastikan untuk membuat keputusan di dalamnya berdasarkan bukti yang nyata seperti analisis matematika.

    Kamu pun dapat menggabungkan elemen dari action plan berbeda untuk membuat satu rencana yang lebih matang.

    5. Kembangkan rencana pendukung

    Tahap selanjutnya dalam proses perencanaan strategis adalah mengembangkan rencana pendukung.

    Rencana pendukung dapat memastikan rencana utama dapat berjalan lancar. Sehingga, isi dari rencana ini akan tergantung pada target dan tujuan yang ingin dicapai.

    Sebagai contoh, jika tujuan utama dari bisnismu adalah meluncurkan produk baru, maka rencana utamamu akan berisi hal-hal seperti;

    • riset produk
    • mengembangkan marketing plan
    • mengatur proses manufaktur produk

    Sehingga, isi dari rencana pendukungmu dapat berisi;

    • menambah staf di tim research and development
    • melakukan pelatihan bagi staf di departemen marketing

    6. Implementasi perencanaan strategis

    Tahap terakhir dalam proses strategic planning adalah implementasi rencana.

    Ketika rencana sudah diimplementasikan, maka seorang manajer akan ditugaskan untuk memastikan semuanya berjalan lancar.

    Manajer pun harus memastikan bahwa anggota timnya memahami tanggung jawab masing-masing serta mendorong mereka untuk punya tujuan yang serupa.

    Penggunaan tools yang tepat dalam tahap implementasi pun tidak kalah penting demi lancarnya keberlangsungan rencana.

    Baca Juga: Kenali 5 Tools Manajemen Waktu Ini untuk Mengelola Waktu dengan Baik

    Nah, itulah segala hal yang penting untuk kamu ketahui mengenai strategic planning.

    Jangan lupa dicatat dan dilaksanakan agar bisnismu teratur dan terarah, ya.

    Jika ingin tahu lebih banyak mengenai aspek-aspek manajemen bisnis lainnya yang mendukung kesuksesan bisnis, kamu bisa menemukannya di Glints Blog.

    Di kategori Business Dev, kamu bisa menemukan ragam info penting yang membantumu mengembangkan bisnis.

    Yuk, cek berbagai artikelnya sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.1 / 5. Jumlah vote: 25

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait