Procurement dan Purchasing Ternyata Berbeda, lho! Ini Penjelasannya

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 11 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Banyak orang yang menyamakan proses pengadaan (procurement) dan pembelian (purchasing) di perusahaan. Padahal, terdapat perbedaan di antara proses procurement dan purchasing, lho.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Dalam artikel ini, Glints akan menjelaskan letak beda itu. Ada juga penjelasan soal persamaan keduanya.

Langsung saja, simak selengkapnya.

Procurement vs Purchasing

procurement vs purchasing

© Freepik.com

1. Fokus pekerjaan

Pertama-tama fokus pekerjaan procurement vs purchasing berbeda. Dirangkum dari Kissflow dan Procurify, ini dia informasinya:

a. Procurement

Procurement merupakan proses pengadaan barang/jasa untuk perusahaan. Nah, pengadaan ini punya beberapa tahap, yakni:

  • identifikasi kebutuhan
  • pemilihan barang/jasa
  • pengadaan barang/jasa

Produk kebutuhan bisa dibeli secara langsung. Akan tetapi, ada juga yang melewati proses tender atau lelang.

Kalau sudah didapat, barang atau jasa tersebut harus datang tepat waktu. Kualitas dan kuantitasnya juga wajib sama dengan ketentuan awal.

b. Purchasing

Purchasing adalah proses pembelian barang atau jasa untuk kebutuhan perusahaan. Tahap yang ada di dalamnya yakni:

  • pemesanan
  • pengiriman
  • penerimaan
  • pembayaran

Nah, purchasing sendiri merupakan bagian dari procurement

2. Skill yang dibutuhkan

Ada juga perbedaan skill yang dibutuhkan untuk procurement dan purchasing

a. Procurement

Dirangkum dari Procurehere, keterampilan yang penting dimiliki pegiat procurement di antaranya:

  • Manajemen hubungan

Tenaga procurement akan bertanggung jawab memilih dan mengadakan produk. Itulah mengapa, mereka harus mahir menjaga hubungan dengan supplier.

Tak hanya itu saja, lho. Barang atau jasa yang diadakan akan digunakan oleh staf perusahaan. Pegiat procurement juga harus menjaga hubungan dengan mereka.

Dengan skill ini, proses pengadaan bisa berjalan lancar. 

  • Negosiasi

Misalnya, perusahaan membutuhkan barang dengan kualitas A. Budget yang diberikan untuk membelinya adalah Rp10 juta. Sayangnya, barang tersebut sangat sulit dicari.

Baca Juga :  Specialist vs Generalist: Inilah Perbedaan yang Perlu Diketahui

Nah, ternyata, ada supplier X yang menawarkan barang tersebut. Akan tetapi, harga yang ditawarkan adalah Rp12 juta.

Dalam skenario ini, kamu harus mahir negosiasi. Titik temu antara kamu dan supplier X harus bisa ditemukan. 

Baca Juga: 7 Tips Negosiasi yang Baik untuk Capai Kesepakatan Bersama

  • Strategic thinking

Kondisi pasar selalu dinamis. Kadang kala, harga sebuah barang/jasa mendadak naik atau malah turun.

Otomatis, harga produk yang kamu adakan ikut naik dan turun. Operasional perusahaan pun bisa kena dampaknya.

Inilah yang jadi perbedaan procurement dan purchasing selanjutnya. 

Ahli procurement harus punya kemampuan strategic thinking. Skill ini berkaitan dengan pemahaman keadaan, sehingga kamu siap ketika ada sebuah perubahan.

Harga boleh terus berubah, tapi tujuan organisasimu harus tetap tercapai.

b. Purchasing

Adapun beberapa skill yang harus dimiliki ahli purchasing, yakni:

  • Manajemen inventaris

Mengutip Investopedia, manajemen inventaris merupakan proses memesan, menyimpan, dan menggunakan inventaris perusahaan.

Ahli purchasing harus punya skill ini. Dengan begitu, barang yang sudah dibeli bisa tersimpan dan terpakai dengan baik.

Baca Juga: Bantu Inventaris Bisnis Terencana dengan Baik, Ketahui Apa Itu Inventory Management

  • Quality control

Misalnya, perusahaan butuh barang dengan kualitas terbaik. Akan tetapi, supplier datang dengan membawa barang berkualitas sedang.

Tenaga purchasing harus jeli membedakan keduanya. Ketika kurang sesuai, barang yang datang tak bisa diterima begitu saja.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Perbedaan Quality Control dan Quality Assurance!

  • Keuangan

Mengutip Indeed, tenaga purchasing juga harus punya skill keuangan. Mereka wajib tahu berapa harga barang atau jasa yang masuk akal.

Setelah mengetahui perbedaan perbedaan procurement dan purchasing, apakah kamu sudah yakin memilih salah satunya?

Nah, apa pun karier yang kamu tuju, Glints punya lowongannya. Klik tombol di bawah untuk melamar:

Baca Juga :  Bertugas Kelola Strategi Pemasaran, Ketahui Peran Administrasi Marketing

LOWONGAN PROCUREMENT

LOWONGAN PURCHASING

Persamaan Procurement dan Purchasing

persamaan procurement dan purchasing

© Freepik.com

Meski procurement vs purchasing berbeda, kedua pekerjaan ini tetap punya persamaan.

Procurement dan purchasing sama-sama punya tujuan pengadaan barang. Keduanya juga merupakan bagian dari supply chain management.

Seperti yang sudah Glints singgung, purchasing juga merupakan bagian dari procurement.

Kesimpulan: Mana yang Tepat Untukmu?

procurement vs purchasing: mana yang tepat untukmu

© Freepik.com

Setelah memahami perbedaan procurement dan purchasing, saatnya menentukan pilihanmu. Kira-kira, bidang apa yang ingin kamu geluti?

Sejatinya, kedua pekerjaan ini sama-sama berperan penting di perusahaan. Kamu tinggal memilih satu yang paling cocok denganmu.

Seperti dituliskan Codeless Platforms, procurement merupakan proses strategis. Kamu harus meriset, merencanakan, dan melakukan negosiasi untuk produk-produk yang dibutuhkan perusahaan.

Sementara itu, purchasing fokus pada proses pemesanan dan pembayaran produk. Selain itu, mereka juga menjaga kesesuaian barang/jasa yang sudah dibeli.

Apa pun pilihanmu, lamar lowongan-lowongan procurement dan purchasing di Glints, ya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon