5 Perbedaan Utama Freelancer dan Self-Employed

Tayang 23 Jan 2023 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Memiliki perbedaan dasar dengan cara kerja konvensional, freelancer dan self-employed terkesan baru dan dianggap sama.

    Menurut Indeed deskripsi pekerjaan freelancer dan self-employed terlihat sama tapi, mereka memiliki tanggung jawab serta keuntungan yang berbeda.

    Prkembangan zaman dan industri yang membuat keduanya memiliki keunggulan masing-masing.

    Lalu, apa saja perbedaan freelancer dan self-employed? Simak selengkapnya di bawah ini!

    Pengertian Freelancer

    Freelancer adalah seorang pekerja lepas yang menyediakan jasa kepada organisasi dan bisnis. 

    Seorang freelancer biasanya bekerja project-based atau dengan kontrak kerja jangka pendek, tapi tidak menutup kemungkinan juga memiliki kontrak jangka panjang. 

    Seorang profesional dalam bidang freelance biasanya bekerja sama dengan perusahaan dan untuk beberapa klien atau proyek tertentu. 

    Nah, kamu bisa baca lebih lengkap tentang freelancer dengan klik tombol di bawah ini!

    BACA ARTIKELNYA

    Pengertian Self-Employed

    Self-employed adalah seorang profesional yang mendapatkan penghasilan dari kegiatan ekonomi mandiri, alih-alih dari pemberi kerja seperti organisasi atau bisnis lain. 

    Self-employed memiliki kendali penuh atas jumlah jam kerja serta deskripsi dan tujuan pekerjaan mereka. Self-employed termasuk wiraswasta seperti pengusaha dan pemilik perusahaan.

    Untuk mengenal lebih jauh soal self-employed, yuk baca artikel lengkapnya dengan tap tombol di bawah ini, ya!

    BACA DI SINI

    Perbedaan Freelancer dan Self-Employed

    Membedakan freelancer dan self-employed bukanlah hal yang sulit. Mengetahui perbedaan antara keduanya bisa membantu kamu memahami dengan baik tentang cara kerja masing-masing.

    Baca Juga: Harga Kompetitif: Mengenal Jenis, Plus Minus, dan Cara Menetapkannya

    Melansir Rock Content, berikut adalah perbedaan dasar dari freelancer dan self-employed:

    1. Untuk siapa mereka bekerja

    Seorang freelancer memiliki standar atau rate untuk menilai pekerjaan mereka, baik diukur melalui cakupan kerja maupun waktu.

    Mereka biasanya menerima pekerjaan dari orang lain, tanda tangan kontrak, dan mulai bekerja. 

    Berbeda dengan freelancer, self-employed adalah individu yang bekerja dan memiliki pekerjaannya. Secara sederhana, mereka adalah pemilik bisnis.

    Seorang self-employment apalagi dalam ranah profesional, mendedikasikan dirinya untuk bisnis dan pelanggan dari bisnis tersebut.

    Untuk hal ini, freelancer lebih bersifat pekerjaan sementara dengan hubungan kerja yang cenderung sebentar.

    2. Cara kerja

    Freelancer lebih sering bekerja sendiri dibandingkan seorang self-employed. 

    Seorang self-employed akan mempekerjakan orang lain juga untuk membantu mereka dan memastikan bisnis berjalan dengan lancar. 

    Walaupun freelancer mengerjakan banyak bagian pekerjaan sekaligus, mereka memang bukan tipe yang akan meminta bantuan atau mempekerjakan orang lain.

    Sedangkan self-employed bekerja seperti entrepreneur atau wirausaha sehingga membutuhkan bantuan orang lain.

    Baca Juga: Harga Kompetitif: Mengenal Jenis, Plus Minus, dan Cara Menetapkannya

    3. Jadwal kerja

    Jika berbicara tentang jadwal kerja, seorang pekerja freelance juga masih bisa memiliki waktu kerja dari pukul 9 pagi hingga 5 sore.

    Bahkan sekarang, banyak freelancer yang menganut sistem ini. 

    Sistem ini biasanya digunakan untuk freelancer yang ingin memiliki penghasilan reguler dan kontrak dalam jangka waktu panjang. 

    Namun, freelancer juga memiliki fleksibilitas terhadap jadwalnya. Mereka biasanya diberikan tenggat waktu atau deadline untuk setiap pekerjaan. 

    Sedangkan bagi self-employed, karena mempekerjakan orang lain, mengurus bisnis, dan belum lagi jika memiliki kantor, jadwal kerja tidak bisa terlalu fleksibel.

    Sederhananya, keduanya sama-sama bertugas secara independen, namun dengan waktu kerja fleksibel dan batasannya masing-masing.

    3. Jumlah pekerjaan

    Jika self-employed berfokus pada satu organisasi dan bisnis untuk dikembangkan, sebaliknya freelancer cenderung memiliki dan mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus.

    Self-employed juga bisa bekerja dengan beberapa pihak sekaligus, namun cakupan pekerjaannya sangat berbeda dengan freelancer.

    Mereka berfokus pada bisnis dan pelanggan, tidak menyebarkan dan memberikan informasi seperti freelancer.

    Dedikasi self-employed adalah untuk mengembangkan bisnis, sedangkan freelancer memenuhi komitmen dan kontrak pekerjaan mereka pada beberapa klien sekaligus.

    4. Lokasi/tempat kerja

    Walaupun keduanya sama-sama independen dan fleksibel, ada perbedaan antara freelancer dan self-employed dalam memilih lokasi atau tempat kerja.

    Saat kamu bekerja sebagai karyawan perusahaan tertentu, maka perusahaan yang memutuskan di mana kamu bekerja. Bisa di perusahaan maupun WFH.

    Bekerja sebagai freelancer memberikan kamu kebebasan untuk bekerja dari mana saja.

    Sedangkan sebagai self-employed, biasanya lokasi dan tempat kerja ini mengikuti di mana pasar kamu paling berkembang. 

    Hal ini karena sebuah bisnis harus memenuhi kebutuhan pasar dan operasional sehingga membutuhkan kantor dan tempat lebih khusus.

    5. Level kontrol

    Kedua posisi ini sebenarnya sudah memiliki dan menikmati otonomi untuk bekerja secara independen.

    Namun, perbedaannya ada pada hal-hal apa saja yang bisa mereka kontrol. 

    Bagaimana kamu mengontrol pekerjaan sebagai freelancer dan self-employed tentu saja berbeda. 

    Freelancer bisa memiliki kontrol terkait dengan siapa klien akan bekerja sama, bagaimana mereka akan menyediakan pelayanan yang baik untuk klien, dan menuruti apa yang klien inginkan sekaligus memberi saran.

    Perlu diingat bahwa sebagai pekerja freelance, saat klien sudah setuju dan kontrak dilakukan, lalu pekerjaannya selesai, maka kontrol yang dimiliki juga selesai.

    Perbedaan mendasar yang juga besar adalah, self-employed memiliki kontrol sedikit lebih banyak untuk hal ini.

    Para pekerja self-employed telah memiliki konsep dan kebebasan untuk berkreativitas terhadap organisasi juga bisnis mereka. 

    Level kontrol ini memang terkesan sama, hanya saja berapa banyak yang bisa dikontrol yang berbeda.

    Baca Juga: Harga Kompetitif: Mengenal Jenis, Plus Minus, dan Cara Menetapkannya

    Itu dia informasi mengenai perbedaan dasar dari freelancer dan self-employed.

    Untuk mengetahui informasi lain seputar karier, kamu bisa baca ragam informasi prospek kerja dari Glints.

    Klik di sini untuk temukan dan baca ragam artikelnya secara gratis.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait