×

6 Tipe Jadwal Kerja yang Harus Kamu Pahami

July 2, 2020 | No Comments

Di dalam dunia kerja, ada beberapa tipe jadwal yang harus kamu ketahui. Apakah kamu sudah pernah mendengar salah satunya?

Jika kamu hendak terjun ke dalam dunia kerja, penting untuk mengetahui hal tersebut. Jangan sampai kamu tidak memahaminya secara jelas sehingga nantinya merasa kaget saat sudah mulai bekerja.

Lalu apa saja kira-kira jadwal kerja yang harus diketahui? Berikut Glints akan menjelaskannya kepadamu.

1. Full-Time

tipe jadwal kerja

© Freepik.com

Mungkin kamu sudah sering mendengar tipe jadwal kerja yang satu ini. Dilansir dari The Balance Careers, full-time identik dengan jadwal kerja yang memakan waktu sekitar 37-40 jam per Minggu.

Dalam satu hari, rata-rata kamu akan menghabiskan waktu selama 8 jam untuk bekerja dari Senin sampai Jumat.

Umumnya jadwal full-time dimulai dari jam 9 pagi sampai 5 sore. Namun, hal itu kembali lagi dari kebijakan masing-masing perusahaan.

Dikarenakan jam kerja yang panjang, biasanya untuk jadwal kerja yang satu ini karyawan akan mendapatkan tunjangan, asuransi kesehatan, dan sebagainya.

Tidak menutup kemungkinan pekerja full-time akan bekerja di luar jam kerjanya. Jika ini terjadi, karyawan akan diberi uang lembur oleh perusahaan.

Upah lemburnya pun berbeda-beda tergantung dari perusahaan masing-masing.

2. Part-Time

© Freepik.com

Part-time/paruh waktu biasanya dimanfaatkan oleh seseorang yang masih kuliah dan sedang ingin mencari pekerjaan.

Pasalnya, jadwal kerja yang satu ini memungkinkan seseorang untuk bekerja sekaligus melakukan tanggung jawab lainnya di luar pekerjaan.

Keunggulan dari part-time adalah fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan dengan full-time. Contoh dari pekerjaan part-time adalah waitress, barista, tutor, dan lain-lain.

Akan tetapi, dilansir dari Zip Schedules, kelemahan dari part-time adalah jam kerjanya yang tidak menentu dari minggu ke minggu.

Sebagai contoh, di minggu ini kamu kebagian jadwal hari Senin-Rabu dari jam 11 pagi sampai 5 sore. Lalu, di minggu selanjutnya kamu bisa mendapat jadwal hari Kamis-Sabtu dari jam 5 sore-9 malam.

Pembagian jadwal biasanya akan disepakati oleh pihak penerima kerja dan orang yang melamar kerja di awal.

Baca Juga: Melamar Magang Untuk Jadi Full-time? Kenapa Enggak?

3. Jadwal Kerja Rotasi Shift

tipe jadwal kerja

© Freepik.com

Pasti kamu sering mendengar orang-orang yang akan bekerja di jadwal shift-shift tertentu, misalnya bekerja di shift siang dan shift malam.

Pada umumnya, jadwal kerja yang satu ini akan membagi karyawan ke dalam beberapa jam kerja.

Bagi beberapa karyawan, jam kerja shift membuat mereka terkadang merasa lelah. Hal ini terjadi terutama karena adanya perubahan pola makan dan tidur apabila mendapatkan jadwal shift malam.

Jadwal shift ini biasanya digunakan untuk beberapa pekerjaan seperti pekerja di restoran, perawat, pekerja konstruksi, media, dan sebagainya.

4. Jam Kerja Tetap

© Freepik.com

Dilansir dari The Balance Careers, jam kerja tetap adalah jadwal kerja yang umumnya hampir sama dalam setiap minggu, baik dari hari maupun jam kerjanya.

Biasanya, jadwal kerja tetap cenderung berjalan konsisten setelah jumlah jam dan harinya telah disepakati oleh pemberi kerja dan karyawan di awal.

Sebagai contoh, dalam kesepakatan telah disetujui jadwal kerja dari hari Senin-Jumat mulai jam 9 pagi sampai 5 sore atau dari hari Kamis-Minggu mulai jam 3 sore sampai 11 malam.

5. Jam Kerja Fleksibel

tipe jadwal kerja

© Freepik.com

Berbeda halnya dengan jam kerja tetap, jam kerja fleksibel cenderung tidak terlalu kaku.

Pihak pemberi kerja dan karyawan saling menentukan jumlah jam dan hari dalam seminggu yang akan digunakan untuk bekerja.

Namun, terkadang jam kerja dapat diubah sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Keuntungan dari jam kerja ini adalah kamu dapat menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga serta dapat menghindari jam padat saat commuting.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Daftar 6 Pekerjaan Freelance yang Paling Banyak Dicari!

6. Freelance

© Freepik.com

Mungkin sebagian besar dari kamu sering mendengar istilah yang satu ini. Freelance kerap kali menjadi salah satu opsi bagi seseorang dalam melakukan pekerjaan.

Pasalnya, jam kerja freelance tidak mengenal batas khusus. Kamu bisa bekerja kapan saja ketika diberikan sebuah pekerjaan dari perusahaan ataupun agensi.

Biasanya, kamu akan diberi tenggat waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Freelance juga dapat dijadikan opsi bagi kamu yang masih ingin bekerja di tempat lainnya.

Baca Juga: Daftar 6 Bidang Pekerjaan yang Paling Membutuhkan Jasa Freelancer

Itu dia 6 tipe jadwal kerja yang harus kamu ketahui saat mencari pekerjaan ataupun sedang mempertimbangkan suatu pekerjaan.

Pada akhirnya, semua bergantung dari dirimu masing-masing ingin mencari pekerjaan dengan jam kerja yang seperti apa.

Jika kamu ingin mengetahui lebih jauh mengenai pemberlakuan jadwal di dunia kerja, kamu bisa bergabung dengan Glints Komunitas.

Di sana, kamu bisa tanya jawab dengan para profesional terkait dunia kerja, termasuk jam kerja yang ada dari setiap perusahaan.

Jadi, tunggu apalagi? Segera buat akunmu di Glints Komunitas sekarang juga!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up