12 KPI Marketing yang Tepat untuk Ukur Keberhasilan Timmu

Diperbarui 14 Jun 2022 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    KPI atau Key Performance Indicator pada marketing merupakan alat ukur untuk mengetahui kesuksesan pencapaian target sebuah perusahaan.

    Untuk mengukur KPI bisa dilakukan dengan periode harian, mingguan, dan bahkan bulanan.

    Menggunakan KPI sangat penting karena bisa meningkatkan performa dari karyawan yang tentunya bisa membantu perusahaan mencapai tujuannya.

    Tim marketing juga memerlukan KPI agar penjualan bisa selalu meningkat. Berikut ini Glints rangkumkan KPI yang tepat untuk diterapkan pada tim marketing.

    12 Jenis KPI (Key Performance Indicators) untuk Marketing

    1. Sales revenue

    kpi marketing

    © Pixabay.com

    Sales revenue atau pendapatan dari penjualan adalah hal penting bagi tim marketing. Semakin banyaknya penjualan otomatis meningkatkan keuntungan perusahaan.

    Sales revenue menjadi tolok ukur efektivitas sebuah program marketing. Untuk itulah sales revenue harus ada dalam setiap KPI marketing.

    Menggunakan KPI ini akan memudahkan perusahaan untuk mengukur kemampuan bisnis dalam menghasilkan pendapatan.

    Selain itu, sales revenue juga menunjukkan performa secara keseluruhan, mulai dari jumlah pendapatan, performa tim, hingga individu.

    2. Sales volume

    2 laporan KPI digital marketing dan laptop

    © Pexels.com

    Sales volume mengacu pada banyaknya produk, unit, atau barang yang sudah berhasil terjual.

    Maka yang dihitung dalam KPI ini adalah jumlah atau seberapa banyak item yang dijual.

    3. CPL (Cost per Lead)

    laptop dan tablet berisi laporan kpi digital marketing

    © Pexels.com

    Cost per Lead sangat berguna jika perusahaan melakukan pemasaran secara online. Di era serba digital ini, kegiatan promosi melalui intenet memang sangat mudah dilakukan.

    CPL memungkinkanmu untuk mengukur efektivitas dari biaya campaign yang dilakukan secara online melalui Google Ads atau iklan di media sosial.

    4. Customer retention

    seorang pria menggunakan laptop untuk kegiatan digital marketing-nya

    © Pexels.com

    Customer retention dapat mengukur seberapa efektif perusahaan bisa mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang.

    Memiliki pelanggan yang loyal tentunya diinginkan setiap perusahaan karena menjaring pelanggan baru tidak mudah dan mahal.

    Dengan implementasi aspek ini dalam KPI marketing, kamu bisa mengetahui apakah promosi sudah berjalan efektif dalam mempertahankan pelanggan.

    Baca Juga: Mengenal Google AdSense dan Bagaimana Caranya Bekerja

    5. Marketing ROI (Return on Investment)

    tangan memegang pensil di dekat laptop

    © Pexels.com

    Setiap perusahaan tentu ingin menghasilkan banyak keuntungan dari investasi yang dilakukannya.

    Marketing ROI memungkinkan perusahaan untuk mengukur seberapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari campaign pemasaran.

    Hal itu juga bisa dibandingkan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan.

    6. Cost Customer Acquisition (CAC)

    tumpukan laporan kegiatan marketing di atas laptop

    © Pexels.com

    Cost customer acquisition menghitung biaya yang dikeluarkan dalam upaya untuk meyakinkan calon pelanggan membeli produk yang ditawarkan.

    Selain untuk meyakinkan calon pelanggan, biaya tersebut juga untuk riset, produksi, hingga pemasaran.

    Saat mengetahui jumlah biaya yang diperlukan, kamu jadi dapat membuat strategi marketing yang lebih efektif.

    7. MQL (Marketing Qualified Lead)

    seseorang memegang laporan dan smartphone

    © Pexels.com

    Marketing Qualified Leads merupakan prospek yang sudah dikelompokkan oleh tim marketing ke dalam kategori-kategori khusus.

    Hasil prospek itu kemudian akan diserahkan kepada tim sales untuk dihubungi.

    Salah satu cara yang dilakukan oleh tim sales untuk menghubungi prospek tersebut adalah dengan mengirimkan formulir.

    Tugas marketing pun akan berhenti di situ dan akan diteruskan oleh tim sales.

    8. SQL (Sales Qualified Leads)

    dua orang sedang memegang berkas laporan

    © Pexels.com

    Sales Qualified Leads adalah prospek atau calon pelanggan potensial yang telah dikelompokkan sebagai peluang penjualan.

    KPI marketing SQL sangat diperlukan karena bisa mengetahui banyaknya calon pelanggan potensial yang berhasil dikonversi menjadi pelanggan.

    Hal ini merupakan indikator penting yang bisa menunjukkan performa dari tim marketing.

    Data dari SQL juga bisa membantu tim sales untuk menentukan prospek terbaiknya.

    Baca Juga: Customer Engagement: Pengertian, Cara Mengukur, dan Penerapannya

    9. Conversion rate

    seorang wanita sedang menunjukkan grafik di laptop

    © Pexels.com

    Menurut Hubspot, conversion rate adalah persentase pengunjung website yang melakukan tindakan (action) sesuai keinginanmu.

    Tindakan tersebut bisa berupa mengisi formulir di website, mendaftarkan akun baru, atau melakukan pembelian produk atau layanan.

    KPI marketing ini dapat membantumu dalam melacak seberapa efektif kamu dalam menarik leads.

    Sebagai contoh, jika action yang diinginkan adalah mendaftar akun baru, maka hal tersebutlah yang dijadikan indikator apakah kamu berhasil meng-convert leads.

    10. Social media engagement

    grafis pemasaran di laptop

    © Pexels.com

    Dalam kegiatan marketing sekarang ini, menggunakan media sosial adalah sebuah keharusan.

    Sehingga, salah satu KPI marketing yang penting untuk digunakan adalah social media engagement.

    Dengan menggunakan KPI ini, kamu bisa mengetahui likesshare, komentar, pesan, tag, atau mention di akun media sosialmu.

    Mengukur engagement juga dapat membantumu menganalisis kesuksesan dari posts media sosialmu.

    11. Organic traffic

    search engine google di laptop

    © Pexels.com

    Melansir Impactorganic traffic adalah KPI marketing yang digunakan untuk mengukur kesuksesan strategi SEO-mu.

    Semakin tinggi organic traffic, berarti orang-orang menemukan website-mu dengan sendirinya melalui search engine.

    Karena itulah gunakan targeted keyword dan pastikan konten serta halaman website-mu terus dioptimasi.

    Tidak hanya itu, pastikan konten dalam website-mu juga menjawab pertanyaan user.

    12. Referral traffic

    seorang pria memegang smartphone dan kopi di depan laptop

    © Pexels.com

    Referral traffic adalah salah satu KPI marketing yang digunakan untuk melacak dari mana pengunjung website-mu datang.

    KPI ini dapat membantumu untuk memahami bagaimana orang-orang menemukan perusahaan atau brand-mu.

    Sehingga, kamu bisa membangun keseluruhan strategi marketing berdasarkan informasi tersebut.

    Baca Juga: Pengaruh After Sales Service dalam Hubungan Bisnis

    Itulah beberapa informasi tentang KPI marketing. Intinya, KPI sangat penting untuk diterapkan dalam perusahaan maupun tim marketing.

    Karena, KPI bisa membantumu untuk mengevaluasi kinerja karyawan dengan mudah hingga melihat pertumbuhan bisnis.

    Namun, masih ada beragam hal lain yang bisa membantumu dalam melakukan kegiatan digital marketing, lho. Apa saja itu?

    Tenang, kamu bisa mengetahuinya dengan membaca ragam artikel kategori Digital Marketing di Glints Blog. Yuk, klik di sini sekarang untuk tahu lebih banyak!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.6 / 5. Jumlah vote: 14

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait