Tips Mengelola Budget Marketing yang Efektif

Diperbarui 28 Okt 2021 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Perusahaan yang sukses pastinya didukung dengan pemasaran produk dan layanan yang tepat, serta memiliki sumber daya manusia yang handal, terutama yang paham cara mengatur budget marketing.

    Salah satu kunci kesuksesan perusahaan didukung dengan budget yang sesuai. Anggaran untuk kegiatan marketing memang sangat perlu diperhatikan.

    Untuk itu, penting bagimu membaca beberapa cara mengelola budget marketing yang efektif.

    Deretan Tips yang Bisa Membantu Kamu

    mengatur budget marketing

    © Freepik.com

    1. Ketahui prioritas dari bisnis

    Sebelum mulai mengatur budget marketing, terlebih dahulu ketahui seluruh pengeluaran yang dibutuhkan oleh perusahaan. Cari tahu berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk biaya operasional, personel, peralatan, dan lainnya.

    Setelah mengetahui berapa budget yang dibutuhkan untuk perusahaan, maka kamu baru bisa memperkirakan berapa budget yang akan diberikan untuk proses marketing.

    Umumnya untuk bisnis kecil dan menengah, mereka akan menyisihkan sekitar 5% sampai 10% dari pendapatannya untuk kegiatan pemasaran.

    2. Pahami tujuan mengatur budget marketing

    Setiap bisnis tentunya memiliki tujuan pemasaran yang berbeda, tentu dengan cara mengatur budget marketing yang berbeda pula.

    Jadi agar proses pemasaran bisa berjalan dengan lancar dan sukses, kamu harus mengetahui dahulu apa saja hal-hal yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ketahui dulu apa yang ingin dicapai perusahaan saat melakukan proses marketing.

    Bagi perusahaan yang baru dirilis tentunya memiliki tujuan pemasaran yang berbeda dengan perusahaan yang sudah lama berdiri.

    Biasanya perusahaan yang baru dirilis akan mengeluarkan banyak uang untuk pemasaran. Hal itu bertujuan agar produk yang mereka tawarkan lebih dikenal; brand awareness.

    Biasanya mereka tidak akan bertujuan agar produk harus laris, tapi proses marketing hanya sebagai sarana branding agar produknya bisa dikenal lebih dahulu oleh masyarakat.

    Baca Juga: Bangun Personal Branding di Media Sosial dengan 7 Cara ini!

    3. Ketahui target market

    Sebelum menentukan budget marketing, tentunya kamu juga harus mengetahui terlebih dahulu siapa saja target pasar yang ingin dijangkau.

    Jika target pasarnya adalah anak muda, tentunya cara pemasarannya pun tidak akan sama dengan target pasar orang yang sudah tua.

    Anak muda sangat menyukai media sosial, sehingga cara promosi yang paling tepat dilakukan yaitu dengan menggunakan platform tersebut.

    Orang tua lebih jarang menggunakan media sosial, jadi promosi yang dilakukan pun harus berbeda. Dari perbedaan cara promosi, tentunya membutuhkan cara mengatur budget marketing yang berbeda pula.

    Jadi mengetahui target pasar sangat penting karena bisa dijadikan acuan untuk menentukan jumlah budget marketing yang dibutuhkan.

    4. Pastikan memiliki sumber daya yang dibutuhkan

    Sumber daya yang dibutuhkan bukan melulu soal uang. Memang uang adalah hal terpenting untuk mengatur budget marketing.

    Namun, sumber daya di sini juga termasuk para karyawan yang berperan untuk kegiatan promosi. Misalnya pembuat konten, desainer grafis, pengembang website, atau konsultan.

    Kegiatan promosi akan berjalan lebih lancar jika terdapat orang-orang yang mahir melakukan kegiatan tersebut. Jadi membuat anggaran marketing bukan hanya digunakan untuk biaya produksi saja.

    Misalkan perusahaan tidak memiliki orang yang menjabat sebagai profesi di atas, maka perlu dianggarkan juga untuk biaya sumber daya manusia yang dibutuhkan.

    Baca Juga: Yuk, Belajar Tentang Marketing Plan dan Contohnya!

    Contoh Budget Marketing

    mengatur budget marketing

    © Freepik.com

    Setelah mengetahui tips-tips di atas, kini Glints akan memberikan contoh untuk mengatur budget marketing.

    Misalkan perusahaan kamu adalah jenis perusahan B2B yang baru memulai usaha. Perusahaan ini memiliki Rp500 juta untuk dibelanjakan.

    Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengelola biaya pemasarannya.

    1. Inbound Content Marketing: 20 – 25 % (Rp100 – 125 juta)

    Di era digital seperti saat ini konten adalah hal terpenting dan bisa digunakan menjadi cara paling efektif untuk pemasaran.

    Konten digital ini cukup banyak macamnya mulai dari video, blog, podcast, infografis, dan masih banyak lainnya.

    2. Email Marketing: 5 – 10 % (Rp25 – 50 juta)

    Email marketing juga sangat diperlukan di era digital ini. Kamu bisa memberikan penawaran-penawaran khusus dari produkmu melalui email marketing ini.

    3. Search Engine Marketing seperti PPC dan iklan di media sosial 20 – 25% (Rp 100 – 125 juta)

    Mempromosikan produk lewat SEM juga sangat efektif. Kamu bisa menggunakan layanan seperti PPC (Pay Per Click) di mesin pencari seperti Google Ads.

    Iklan di mesin pencarian bisa menungkatkan jumlah visitor website sehingga lebih dikenal. Begitu juga dengan iklan di media sosial seperti Instagram atau Facebook juga sangat diperlukan untuk branding.

    Baca Juga: Tolak Ukur Keberhasilan Strategi Digital Marketing

    4. PR dan Influencer 20 – 25% (Rp100 – 125 juta)

    Jika ingin produk lebih cepat dikenal oleh masyarakat maka biaya untuk event media juga perlu dianggarkan. Selain itu, menggunakan jasa influencer juga perlu diperhitungkan karena bisa membuat produk lebih cepat populer.

    5. Website 10 – 15% (Rp50 -75 juta)

    Website bisa diibaratkan menjadi toko digitalmu. Jadi menjaga website agar tetap update dan memiliki tampilan yang menarik harus dilakukan.

    6. Promosi offline 10 -15 % (Rp50 – 70 juta)

    Meskipun saat ini sudah era digital, tapi kamu juga masih perlu membuat anggaran untuk promosi offline. Budget untuk promosi offline ini bisa meliputi dengan membuat iklan billboard di jalan atau melakukan event.

    Demikian tips-tips yang bisa kamu implementasikan. Untuk melihat beragam lowongan pekerjaan, kamu bisa sign up di Glints, ya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait