Sedang Jadi Tren, Apa Itu Isometric Design?

Diperbarui 16 Agu 2022 - Dibaca 10 mnt
Ditulis oleh : Trias Ismi

Selalu ada tren baru dalam dunia desain. Isometric design adalah salah satu tren yang kini sedang diperbincangkan oleh banyak desainer.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Isometric design sering disebut sebagai perpaduan dari desain datar atau 2D dengan desain 3D. Kira-kira seperti apa ya hasilnya?

Isometric design sebenarnya mulai kembali diperbincangkan sejak banyak muncul ikon di situs yang menggunakan jenis desain ini.

Namun, kini penggunaannya tidak hanya terbatas pada ikon saja. Jenis desain yang satu ini juga bisa diterapkan untuk karya yang lainnya juga, lho.

Semakin penasaran dengan isometric design? Yuk, baca terus rangkuman yang sudah Glints persiapkan di bawah ini.

Baca Juga: 5 Unsur Desain Grafis yang Perlu Kamu Tahu

Apa Itu Isometric Design?

isometric design adalah

© 99designs.com

Berkembangnya industri di dunia digital rupanya ikut melambungkan tren isometric design. Pasalnya, kini jenis desain ini lebih sering ditemukan pada produk digital.

Salah satu faktor mengapa isometric design bisa menjadi tren, tentu saja karena kesederhanaan dan karakteristiknya yang lebih menarik.

Definisi sederhana dari isometric design adalah metode membuat objek 3D dalam teknik 2D.

Sementara itu, menurut Design Pickle isometric design adalah cara untuk merepresentasikan objek 3D dengan mengikuti pengukuran yang tepat.

Mengapa perlu ukuran yang akurat? Pasalnya, isometrik sendiri memiliki arti ukuran yang sama.

Saat membuat desain dengan teknik ini ketiga sumbu yaitu lebar, tinggi, dan kedalaman haruslah sama.

Idealnya, ketiga sumbu tersebut harus berpotongan di sudut 120 derajat.

Jadi, bisa dibilang bahwa isometric design adalah objek yang bukan berbentuk 3D yang asli karena dibuat dalam 2D.

Baca Juga :  Creative Design: Pengertian, Bedanya dengan Graphic Design, Tugas & Skill

Hasil visualnya terlihat lebih menarik dan mudah dipahami oleh pengguna. Pasalnya, ada penambahan unsur kedalaman atau depth yang tidak dimiliki desain 2D.

Menariknya, untuk membuat desain dengan teknik isometrik tidak diperlukan software yang canggih.

Kamu bisa menggunakan Adobe Illustrator dan hanya perlu paham dengan pengetahuan geometri dasar saja.

Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan 5 Jenis Logo! Mana yang Tepat untuk Brandmu?

Penerapan Isometric Design

© 99designs.com

Seperti yang dijelaskan di atas, isometric design adalah tren desain yang saat ini cukup digemari khususnya oleh para UX designer.

Menerapkan isometric design pada desain UX tentunya akan membuat pengguna merasa lebih tertarik daripada jika menggunakan desain datar pada umumnya.

Jadi, isometric design bisa diterapkan pada bentuk desain apa saja? Berikut ini penjelasannya.

1. Ikon

Memiliki bentuk yang cukup kecil, sering membuat para desainer berpikir untuk membuat ikon dengan bentuk yang sederhana.

Namun, sebenarnya ikon bisa dibuat lebih menarik jika ditambahkan unsur kedalaman dengan teknik isometrik.

Isometric design akan menyajikan hasil yang lebih terlihat nyata karena pengguna bisa melihat bagian sisi samping dan atas dari ikon.

Jadi ikon pun terlihat lebih menarik dan membuat pengguna memiliki pengalaman yang berbeda.

Apalagi selama ini kita terbiasa melihat ikon yang datar saja. Saat kamu menggunakan ikon dengan 3D pastinya akan lebih menarik perhatian.

Supaya ikon bisa terlihat lebih nyata, cobalah gabungkan teknik isometrik dengan skema warna yang berani atau berkontras tinggi.

2. Logo

Penerapan selanjutnya dari isometric design adalah untuk membuat logo yang terlihat lebih eye catchy.

Menurut 99designs, isometric designs adalah cara terbaik untuk membuat logo terlihat lebih unik dan beda dari logo lainnya.

Baca Juga :  Ini Dia Syarat dan Cara agar Akun Instagram Verified, Yuk Coba!

Pentingnya logo bagi perusahaan seharusnya membuat desainer berlomba untuk membuat karya yang terbaik. 

Membuat logo memang bukanlah hal yang mudah. Perlu melakukan riset agar logo bisa merepresentasikan tujuan dari perusahaan.

Jadi, jika ingin logo dari bisnismu terlihat lebih menonjol, tidak ada salahnya untuk menerapkan isometric design, kan?

3. Peta dan denah lantai

Peta atau denah lantai umumnya memang dibuat menggunakan tampilan 2D. Namun, jika ingin terlihat berbeda kamu bisa menggunakan teknik isometrik.

Menurut Bluecompass, isometric design dapat menampilkan perspektif yang unik dari peta atau denah lantai yang dibuat.

Orang yang melihatnya pun akan lebih mudah memahaminya. Bandingkan saja dengan peta atau denah yang dibuat dengan gambar 2D, tentu akan lebih terlihat rumit.

4. Infografik

Infografik menjadi salah satu jenis konten yang paling populer dan menjadi bagian dari strategi content marketing yang efektif.

Akan tetapi, saat ini infografik yang disajikan masih sering menggunakan desain 2D saja. Namun, kamu bisa membuatnya dengan menerapkan isometric design.

Pastinya infografik akan terlihat lebih menarik bagi pembaca dan membantu mereka lebih mudah memahami informasi yang ada di dalamnya.

Tips Saat Membuat Isometric design

isometric design adalah

© 99designs.com

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam membuat isometric design, di antaranya adalah:

1. Gunakan aturan 120 derajat

Seperti yang disebutkan di atas, isometric design adalah metode menggambar yang harus menerapkan aturan 120 derajat.

Sebenarnya desain ini bisa dibuat dengan teknik yang sederhana asalkan paham dengan geometri dasar.

Saat membuat gambar dengan teknik isometrik selalu pastikan ada sudut 120 derajat di antara sumbu x, y, dan z seperti gambar di bawah ini.

© 99designs.com

2. Tidak ada garis konvergen

Gaya isometrik cukup berbeda dari cara mata kita memandang sesuatu seperti saat membuat gambar perspektif.

Baca Juga :  Email Marketing vs Social Media Marketing, Mana yang Lebih Efektif?

Gambar perspektif dibuat sesuai dengan kemampuan pandangan mata manusia. Gambar ini menggunakan garis proyeksi konvergen sehingga objek akan lebih kecil saat terlihat dari jauh.

Hal itu berbeda dengan isometrik karena tidak ada penggunaan garis konvergen dalam proses pembuatannya.

Jadi desain isometrik akan terlihat seperti apa adanya dan tidak sesuai dengan cara pandang mata manusia.

3. Hindari kerumitan

Tips untuk membuat isometric design selanjutnya adalah menghindari kerumitan. Ingatlah bahwa desain yang dibuat terlalu rumit tentu tidak akan mudah dipahami oleh orang lain.

Misalnya, kamu membuat ikon dengan teknik isometrik, sebaiknya jangan membuatnya terlalu rumit karena akan menyulitkan pengguna.

Sebaiknya, cobalah bermain dengan warna atau bayangan agar ikon bisa terlihat lebih menonjol meskipun desainnya cukup sederhana.

Baca Juga: Tips Memulai Karier sebagai Desainer Grafis

Saat ini isometric design adalah desain yang sedang populer dan menjadi sorotan bagi banyak desainer. Jadi, tak perlu ragu lagi untuk mulai mengaplikasikannya pada karyamu.

Tertarik untuk meningkatkan skill desainmu? Jangan lupa untuk mengikuti kelas online di Glints ExpertClass.

Ada beragam kelas yang membahas soal desain di sana, jadi kamu bisa memilih yang paling sesuai untukmu.

Setiap kelas di Glints ExpertClass juga akan dipandu langsung oleh para ahli yang sudah profesional di bidangnya.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera cari kelas yang tepat untukmu hanya di Glints ExpertClass!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon