Mudahkan Analisis Investasimu, Apa Itu Indeks Saham?

Diperbarui 11 Jun 2025 - Dibaca 11 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Ternyata, Indeks Harga Saham Gabungan adalah satu di antara banyak indeks-indeks saham lain yang ada di Indonesia, lho. Kira-kira, apa sajakah indeks-indeks itu? 

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Dalam artikel ini, Glints akan memberikan jenis-jenis indeks saham yang ada di Indonesia. Akan tetapi, sebelumnya, akan ada penjelasan soal apa itu indeks saham dan manfaatnya.

Penasaran? Simak penjelasan lengkapnya, ya!

Apa Itu Indeks Saham?

definisi

© Freepik.com

Melansir Investopedia, indeks adalah metode pengukuran sekelompok aset tertentu. Pengukurannya sendiri punya metode atau standar tertentu.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan, indeks saham adalah sebuah metode pengukuran harga sekelompok saham.

Saham ini sendiri dikelompokkan atas kesamaan tertentu. Mengutip Corporate Finance Institute, nantinya, kelompok ini bisa menunjukkan:

  • perkembangan ekonomi
  • perubahan pasar
  • performa sektor tertentu
  • dan lain-lain

Di Indonesia, indeks saham dikelola oleh Bursa Efek Indonesia. Akan tetapi, ada beberapa indeks muncul atas kerjasama BEI dan pihak lainnya. Indeks-indeks ini akan Glints jelaskan nanti.

Baca Juga: Kupas Tuntas 6 Mitos yang Membuatmu Ragu Investasi Saham

Fungsi Indeks Saham

fungsi indeks saham adalah

© Freepik.com

Memangnya, kenapa saham-saham harus dikelompokkan? Kenapa tidak melihat harganya secara keseluruhan saja?

Pertanyaan ini mungkin muncul di benakmu. Nah, sejatinya, pengelompokan ini bukan hal yang sia-sia atau iseng belaka.

Kata The Balance, sebagai investor, proses analisismu akan dipermudah oleh indikator ini, lho. 

Kamu bisa tahu harga saham di sebuah sektor tanpa mengintip semuanya satu per satu.

Ketika indeks saham tertentu turun, bisa jadi, sektor tersebut sedang lesu. Sebaliknya, jika indeks naik, sektor tersebut bisa jadi menguat.

Meski begitu, tentu saja, kamu tak bisa menjadikan indeks satu-satunya indikator harga saham. 

Baca Juga :  8 Cara agar Kamu Berhenti Ngidam Makanan Manis

Ingat, indeks adalah parameter harga saham secara keseluruhan atau berkelompok. Harga ini bisa jadi kurang akurat karena satu dan lain hal.

Misalnya, tiba-tiba, indeks saham A turun ekstrem. Sekilas, fenomena ini memberi kesan bahwa sektor tersebut sedang lesu.

Padahal, hanya ada satu atau dua saham yang harganya sedang jatuh. Jadi, tetap hati-hati dalam proses analisismu, ya!

Nah, kira-kira, apa sajakah teknik analisis saham yang bisa kamu gunakan? Kamu bisa mempelajarinya di Glints ExpertClass.

Dalam kelas ini, kamu akan bertemu pakar personal finance dan investasi. Mereka siap membagi ilmu dan pengalaman mereka kepadamu.

Penawarannya tak berhenti sampai di situ saja, lho. Kamu bisa mendapat lebih banyak ilmu meski bayar lebih sedikit dengan subscription plan.

Bagaimana, sudah siapkah kamu “berinvestasi” untuk diri sendiri dengan ilmu? Pelajari semua tentang subscription plan Glints ExpertClass dengan klik gambar di bawah ini.

banner gec subscription plan

Jenis-Jenis Indeks Saham di Indonesia

Kamu sudah memahami apa itu indeks saham dan fungsinya. Nah, sekarang apakah kamu tertarik memanfaatkannya untuk jenis investasi yang satu ini?

Jika memang begitu, Glints akan memberikan daftar indeks yang tersedia di Indonesia. Dirangkum dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia, indeks-indeks saham itu adalah:

1. Indeks Harga Saham Gabungan

indeks harga saham gabungan adalah

© Bisnisjakarta.co.id

Pertama, ada IHSG. Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan indeks saham yang satu ini.

Ia mengukur performa dari semua saham, baik yang ada di Papan Utama maupun di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.

2. Kapitalisasi pasar besar

indeks saham atas kapitalisasi pasar besar

© Freepik.com

Selanjutnya, ada tiga indeks yang mengelompokkan saham berdasarkan likuiditas. Syarat masuk indeks saham yang satu ini adalah:

  • likuiditas tinggi
  • kapitalisasi pasar besar
  • fundamental perusahaan baik
Baca Juga :  Memahami Istilah Bullish dan Bearish untuk Investor Pemula

Indeks yang termasuk kelompok yang satu ini di antaranya:

  • IDX80
  • LQ45
  • IDX30

3. Kapitalisasi pasar kecil dan menengah

indeks saham atas indeks saham atas kapitalisasi pasar kecil dan menengah

© Freepik.com

Selain kapitalisasi pasar besar, ada juga indeks saham khusus untuk saham dengan kapitalisasi pasar kecil dan menengah.

Indeks-indeks saham itu di adalah:

  • IDX SMC Composite, kapitalisasi pasar kecil dan menengah
  • IDX SMC Liquid, likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar kecil dan menengah
  • PEFINDO25, dikelola oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)

4. Indeks saham syariah

indeks saham syariah adalah

© Freepik.com

Ingin berinvestasi saham syariah? Jika begitu, indeks saham syariah adalah indikator yang tepat untukmu.

Saham yang ada dalam indeksnya sudah masuk Daftar Efek Syariah (DES) yang diputuskan oleh OJK. Indeks-indeks itu di antaranya:

  • Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), semua saham dalam DES
  • Jakarta Islamic Index 70 (JII70), 70 saham DES yang likuiditas transaksinya tinggi dan kinerja keuangannya baik
  • Jakarta Islamic Index (JII), 30 saham DES yang likuiditas transaksinya tinggi dan kinerja keuangannya baik

Baca Juga: Ingin Investasi Secara Syariah? Coba Kenali Jakarta Islamic Index, yuk!

5. Indeks saham usaha berkelanjutan

indeks saham usaha berkelanjutan adalah

© Freepik.com

Selanjutnya, ada indeks saham yang hanya memasukkan saham dengan emiten yang usahanya berkelanjutan. Indeksnya bernama SRI-KEHATI.

Indeks yang satu ini merupakan buah kolaborasi Bursa Efek Indonesia dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan KEHATI). Saham-saham yang masuk ke dalamnya harus:

  • memiliki kesadaran lingkungan hidup
  • memiliki kesadaran sosial
  • punya tata kelola perusahaan baik

6. Indeks sektor tertentu

indeks saham sektor tertentu adalah

© Pexels.com

Indeks saham bisa dijadikan indikator performa industri tertentu. Glints sudah menyinggung hal ini di atas.

Nah, Bursa Efek Indonesia punya indeks khusus untuk saham berbagai industri. Indeks-indeks saham itu adalah:

  • IDX Sektor Energi (IDXENERGY)
  • IDX Sektor Barang Baku (IDXBASIC)
  • IDX Sektor Teknologi (IDXTECHNO)
  • IDX Sektor Kesehatan (IDXHEALTH)
  • IDX Sektor Perindustrian (IDXINDUST)
  • dan lain-lain
Baca Juga :  Capital Loss: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

7. Indeks lainnya

lainnya

© Canva.com

Selain kategori-kategori di atas, masih ada banyak indeks saham di Indonesia, seperti:

  • IDX BUMN20, saham 20 BUMN, BUMD, atau aliansinya
  • Infobank15, saham 15 perbankan dengan likuiditas tinggi dan fundamental baik
  • dan lain-lain

Daftar di atas hanyalah sebagian dari indeks saham yang ada di Indonesia. Per artikel ini ditulis, Indonesia punya 37 indeks saham dengan metode pengelompokan yang berbeda-beda pula.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Buku Buat Kamu yang Tertarik dengan Dunia Saham

Demikian informasi dari Glints soal indeks saham. Bagaimana, apakah kamu tertarik menjadikannya indikator dalam investasi saham?


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon