×

Kenalan dengan Growth Analyst, Penyulap Data Menjadi Keputusan Bisnis

October 16, 2020 | No Comments

Kata The Northridge Group, data punya potensi nilai yang sama, bahkan lebih, dari minyak bumi. Pasalnya, ada banyak informasi yang bisa didapatkan darinya. Lantas, di perusahaan, siapa yang bisa memanfaatkan data-data ini? Growth analyst adalah salah satunya.

Sudahkah kamu memahami perannya di perusahaan? Apa saja skill yang harus mereka kuasai?

Glints sudah merangkum jawabannya menjadi artikel ini. Simak baik-baik, ya!

Apa Itu Growth Analyst?

apa itu growth analyst

© Freepik.com

Kita mulai pembahasan dari pengertian, yuk! Growth analyst adalah salah satu pekerjaan yang berkaitan dengan decision support system (DSS).

Melansir Inc, decision support system berarti sekumpulan tools di perusahaan. Tools ini sendiri berfungsi memandu pengambilan keputusan bisnis.

Lewat berbagai data di DSS, perusahaan tentu punya keputusan yang lebih baik. Sebab, pertimbangan yang ada didasarkan realita sebenarnya, bukan hasil membabi buta.

Realita itu sendiri tergambar lewat deretan data-data. Nah, growth analyst bertugas mengolah data-data tersebut. Proses yang ia lakukan kerap disebut growth analytics.

Produk apa yang paling memicu pertumbuhan pendapatan? Seberapa sehatkah bisnis secara umum? Campaign marketing apa yang paling efektif dan efisien?

Semua pertanyaan itulah menjadi alasan mengapa perusahaan membutuhkan seorang growth analyst. Pasalnya, ia bisa membantu bisnis terus berkembang lewat data alias realita.

Perannya juga kerap beriringan dengan tim marketing. Sebab, ia juga memikirkan cara menarik hati dan menjaga pengguna produk perusahaanmu.

Baca Juga: Ikuti 7 Tren Marketing di Tahun 2020-2021 Ini agar Bisnis Makin Maju

Skill Growth Analyst

skill growth analyst

© Afamily.vn

Dalam menjalankan tugasnya, growth analyst harus punya kemampuan tertentu, di antaranya adalah:

1. Data science

Skill wajib growth analyst yang pertama adalah data science. Melansir Towards Data Science, data science adalah sebuah ilmu penggunaan data. 

Tujuan akhirnya adalah pembuatan keputusan yang baik. Ilmu ini juga menggunakan analisis, statistika, hingga machine learning.

Dalam proses ini, ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan. 

Di antaranya adalah SQL, Microsoft Excel, Tableau, dan lain-lain. Beberapa bahasa pemrograman seperti Phyton dan R juga kerap digunakan.

2. Data analysis

Setelah data didapatkan, proses apa yang harus dilakukan? Data analysis adalah jawabannya.

Kata Guru99, data analysis merupakan proses pembersihan, pengubahan, dan pemodelan data. 

Lewat analisis data, berbagai informasi penting bisa ditarik. Dengan begitu, tujuan akhir analisis ini bisa tercapai.

Tujuan akhirnya sendiri adalah penggunaan data oleh growth analyst untuk menyarankan keputusan bisnis.

Ada beberapa jenis analisis data, di antaranya adalah:

1. Analisis teks

Analisis teks kerap disebut dengan data mining. Ia merupakan metode pencarian pola di kumpulan data yang sangat besar.

2. Analisis statistik

Jenis analisis selanjutnya adalah statistik. Tujuan analisis ini adalah menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?”.

Jenis analisis ini sendiri ada dua yaitu deskriptif dan inferensial.

3. Analisis diagnosis

Mengapa sesuatu bisa terjadi? Ini adalah pertanyaan sehari-hari growth analyst. Jalan menuju jawabannya adalah analisis diagnosis.

Jika terjadi masalah di perusahaan, pencarian diagnosis bisa dilakukan. Dengan mengetahui akar masalah, solusi pun bisa dengan mudah dicari.

Baca Juga: Yuk, Pelajari 13 Istilah Penting dalam SEO Berikut Ini!

4. Analisis prediktif

Growth analyst juga bisa “meramal” masa depan. Tentu saja, ramalan ini tak asal dilakukan.

Berbagai data masa lampau akan dianalisis secara prediktif. Misalnya, tahun lalu, kamu berhasil membeli satu gadget.

Ternyata, di tahun ini, gajimu naik dua kali lipat. Dengan begitu, kamu bisa membeli dua gadget.

Tentu saja, ini merupakan contoh yang sangat sederhana. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pembelianmu.

Misalnya, ternyata, kamu tetap membeli satu gawai, namun harganya naik dua kali lipat. Bisa saja, kamu punya keinginan lain, seperti jalan-jalan.

Oleh karena itu, growth analyst harus cakap menilai faktor-faktor ini.

3. Data visualization

Kemampuan growth analyst yang terakhir adalah visualisasi data. Mereka dituntut menyajikan data dalam bentuk grafis.

Melansir SAS, proses ini bisa mempermudah pemahaman data. Lewatnya, deretan angka-angka pun jadi lebih menarik.

Baca Juga: 10 Pertanyaan Interview Data Scientist yang Harus Kamu Ketahui

Demikian informasi dari Glints soal growth analyst. Bagaimana, apakah kamu merasa pekerjaan ini cocok untukmu?

Apabila demikian, intip lowongan kerja growth analyst yang ada di marketplace Glints, yuk! Siapa tahu, salah satunya jadi jodoh pekerjaanmu.

Jangan tunda-tunda lagi, kejar karier impianmu sekarang!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up