Benarkah Software Developer Digaji Tinggi? Ini Faktanya!

Diperbarui 08 Des 2023 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Semua orang tentu ingin punya pendapatan besar. Katanya, software developer adalah salah satu pekerjaan dengan gaji seperti ini.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Profesi software developer memang tengah menjadi tren. Dari 2019 ke 2029, kebutuhan perusahaan akan pekerjaan ini diprediksi naik sebesar 22%. Ini merupakan data dari Statistik Biro Tenaga Kerja AS.

Lalu, seperti apa sebenarnya rata-rata gaji profesi tersebut? Ketahui jawabannya dalam artikel ini, yuk!

Gaji Software Developer

Mengutip Indeed, software developer merupakan 1 di antara 100 pekerjaan dengan gaji tertinggi di AS.

Ternyata, fakta serupa juga berlaku di Tanah Air. Kamu bisa melihat angka gaji pekerjaan ini di bawah:

gaji software developer - infografik

© Glints

Standar gaji tersebut dikutip dari The Southeast Asia Tech Talent Compensation Report 2020/2021, laporan standar kompensasi perusahaan teknologi di Indonesia, Singapura, dan Vietnam.

Jika dibandingkan dengan pekerjaan lain seperti UI/UX designer dan software engineer, angka ini termasuk tinggi, lho. Dalam laporan yang sama, standar upah untuk profesi tersebut adalah:

  • UI/UX designer (junior), Rp4,3 – 13 juta
  • UI/UX designer (senior), Rp14,6 – 25 juta
  • software engineer (junior), Rp4,3 – 14,6 juta
  • software engineer (senior), Rp20 – 41 juta

Secara umum, gaji developer lebih besar dari pekerjaan lainnya.

Ingin tahu detail pekerjaan-pekerjaan IT lainnya yang banyak dibutuhkan di tahun-tahun mendatang?

Download e-book eksklusif Glints di bawah ini, ya!
BACA ARTIKELNYA

Kenapa gaji software developer besar?

kenapa gaji software developer besar

© Freepik.com

Sekarang, kita bahas alasan di balik besarnya pendapatan pekerjaan ini. Beberapa di antaranya adalah:

1. Berperan besar

Seperti dituliskan Remote Jobs Tips, developer punya dampak besar bagi kehidupan masyarakat modern. Untuk menjelaskan hal ini, Glints akan memberikan contoh.

Baca Juga :  Network Architect, Sosok Perancang Sistem Jaringan yang Dibutuhkan Perusahaan

Pada zaman dulu, obrolan jarak jauh harus dilakukan lewat surat. Kamu harus menulisnya, lalu mengantarnya ke kantor pos. 

Butuh waktu yang lama agar pesan akhirnya sampai. Apalagi kalau kamu mengirim suratnya ke luar pulau atau negeri.

Sekarang, sudah ada aplikasi chatting. Selama ada internet, tak perlu lama-lama komunikasi jarak jauh.

Secara umum, aplikasi bisa membantu banyak sekali orang. Itulah mengapa, pembangun aplikasi ini (software developer) bergaji tinggi.

Baca Juga: Meski Tanpa Pengalaman, Kamu Bisa Jadi Mobile Developer dengan 5 Tips Ini

2. Industrinya terus berkembang

Di masa kini, bidang IT tengah berkembang. Seperti dituliskan Business Insider, dari waktu ke waktu, tren baru di dunia coding terus bermunculan.

Tren-tren ini tentu tak boleh dilewatkan developer. Inovasi ini diperlukan agar software yang dibangun selalu sesuai dengan perkembangan zaman.

Inilah yang memicu tingginya gaji software developer. Mereka harus terus mengasah skill agar terus relevan.

Bagaimana Cara Jadi Software Developer?

Setelah mengetahui besar gaji dan prospek karier software developer, kamu tertarik jadi salah satunya? Ini dia langkah-langkahnya:

1. Pelajari skill-nya

bagaimana cara jadi software developer

© Valeem.com

Tentu saja, kamu harus menguasai skill yang dibutuhkan. Mengutip Geeks for Geeks, skillskill itu adalah:

  • bahasa pemrograman
  • testing
  • version control concept
  • dan lain-lain

Sejatinya, semua ini bisa dipelajari secara mandiri. Asal ada kemauan dan ketekunan, pasti kamu bisa menjadi mahir.

Yuk, mulai dari dasar-dasarnya dulu.

Dalam beberapa artikel di bawah ini, Glints sudah siapkan kiat-kita belajar pemrograman yang cocok untuk pemula.

Baca Juga :  System Analyst: Arti, Tugas, Kualifikasi, Skill, dan Prospek Karier

2. Bangun portofolio

Agar diterima kerja, kamu tentu harus meyakinkan kemampuanmu kepada rekruter. Salah satu caranya adalah membuat portofolio.

Seperti dituliskan Springboard, portofolio bisa menunjukkan kualifikasimu secara jelas dan nyata. 

Beberapa tips membuatnya adalah:

  • Tuliskan proyek sesuai dengan pekerjaan yang kamu lamar.
  • Buat desain yang menarik dan intuitif.
  • Lengkapi dengan referensi/rekomendasi (jika ada).

Dengan dokumen ini, karier dan gaji impian sebagai software developer pun lebih mudah diraih.

Baca Juga: 3 Hal Penting dalam Portofolio Software Developer yang Buat Rekruter Terkesan

3. Terus latihan

terus latihan untuk jadi pengembang aplikasi

© Freepik.com

Kamu memang bisa belajar lewat membaca, mendengar, dan memperhatikan orang. Akan tetapi, kata Forbes, kunci dari penguasaan coding adalah latihan. 

Saat mencoba pertama kali, kode yang kamu tulis tentu tak langsung sempurna. Kamu bisa belajar dari kesalahan itu.

Pada latihan kedua, coba perbaiki. Proses ini bisa membuatmu makin paham, apalagi jika dibandingkan dengan belajar secara pasif.

Baca Juga: Jadi Backend Web Developer Andal dengan Langkah Ini, Siapa pun Bisa!

Demikian informasi soal gaji dan cara menjadi seorang software developer. Coba pertimbangkan karier yang satu ini, ya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon