3 Hal Penting dalam Portofolio Software Developer yang Buat Rekruter Terkesan

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 6 mnt
Ditulis oleh : Trias Ismi

Persaingan menjadi software developer yang semakin ketat membuat para pencari kerja wajib memiliki portofolio yang menarik.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Pasalnya, dengan portofolio kamu bisa menunjukkan apa saja skill serta pencapaian yang dimiliki agar lebih dilirik oleh rekruter.

Karena itu, portofolio disebut juga sebagai senjata utamamu untuk mendapat panggilan interview.

Lalu, bagaimana jika kamu belum punya pengalaman kerja dan ingin membuat portofolio yang menarik?

Tak perlu bingung, kali ini Glints akan memberikan informasinya kepadamu.

Baca Juga: Tips & Contoh Portofolio Buat Kamu Yang Tertarik Industri Kreatif

Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

portofolio kerja

© Freepik.com

Slider Revolution menjelaskan, membuat portofolio bagi software developer yang baru akan memulai karier bukanlah hal yang mudah.

Apalagi saat ini pesaingnya juga sangat banyak sehingga portofolio kerja yang dipersiapkan haruslah lebih menarik dari pesaing lainnya.

Berikut ini beberapa hal terpenting yang perlu dipersiapkan dalam membuat portofolio kerja, antara lain:

1. Skill yang dimiliki

Hal pertama yang dilihat rekruter dari portofolio kerja kandidat adalah skill yang dimilikinya. 

Itulah mengapa, kamu tidak boleh lupa untuk menyertakan skill yang dimiliki pada portofolio. Misalnya:

  • Familiar dengan beberapa bahasa pemrograman seperti JavaScript, Ruby, atau Python.
  • Mengerti dasar-dasar database.
  • Paham dengan enkripsi dan kriptografi untuk menjaga keamanan data pengguna.

2. Contoh project

Tak hanya menonjolkan skill, portofolio kerja bisa diisi dengan project-project yang pernah dikerjakan.

Jadi, rekruter bisa lebih yakin jika kamu memang kandidat yang tepat untuk dipekerjakan.

Menurut Skillcrush, sebaiknya cantumkan setidaknya satu atau dua project yang pernah kamu lakukan.

Pastikan project tersebut relevan dengan jenis skill yang dicari oleh rekruter.

Jangan lupa juga untuk memberikan keterangan yang jelas mengenai project yang kamu buat agar rekruter paham dengan hasil kerja kerasmu.

Baca Juga :  10 Cara Menjawab "Apa Pencapaian Terbesar dalam Hidup Kamu?"

Nah, jangan khawatir jika kamu masih belum ada bayangan bagaimana membangun portofolio software developer yang menarik.

Karena Glints punya contoh-contoh portofolio dan cara memamerkan hasil kerja yang bisa kamu jadikan referensi dengan klik gambar di bawah ini.

3. Deskripsi diri singkat

Deskripsi diri atau about me juga menjadi bagian yang tidak boleh dilupakan saat membuat portofolio.

Rekruter pasti ingin tahu seperti apa kandidat yang sedang diwawancarainya.

Karena itu, cantumkan deskripsi diri singkat yang paling menggambarkan dirimu.

Misalnya, ceritakan mengenai pengalaman kerja dan apa tujuan karier yang ingin kamu capai.

Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan profil media sosial profesionalmu seperti LinkedIn hingga GitHub.

cara membuat portofolio kerja

Situs untuk Membuat Portofolio

Bagi seseorang yang ingin berkarier di industri teknologi dapat memanfaatkan beberapa situs untuk menyiapkan portofolio.

Merangkum  Springboard, berikut ini beberapa situs yang bisa kamu gunakan: 

1. GitHub Pages

Buatmu yang ingin berkarier di bidang teknologi, sebaiknya persiapkan profil GitHub untuk mencari koneksi.

Selain itu, di GitHub Pages juga bisa membuat halaman website sendiri untuk dijadikan portofolio. 

Beberapa kelebihan dari menggunakan GitHub Pages untuk portofolio, antara lain:

  • Gratis.
  • Bisa custom domain dan telah didukung dengan HTTPS.
  • Blogging dengan Jekyll sehingga tak perlu memikirkan soal database.

2. Bootstrap

Jika kamu menggunakan framework CSS, sebaiknya coba gunakan Bootstrap untuk membangun portofolio kerjamu.

Meski kamu belum pernah menggunakannya, membuat halaman portofolio di Bootstrap cukup cepat dan mudah.

Keuntungan lainnya adalah Bootstrap menyediakan berbagai macam template yang bisa kamu pilih dan dimodifikasi untuk kebutuhan portofoliomu. 

Baca Juga: Inilah 3 Pekerjaan IT Paling Dicari pada Masa Pandemi Corona

Demikianlah penjelasan Glints mengenai cara membuat portofolio kerja buat kamu yang ingin berkarier di industri teknologi.

Baca Juga :  Membawa Catatan saat Interview: Boleh atau Tidak, ya?

Semoga informasi di atas dapat membantumu dalam menyiapkan portofolio yang menarik agar bisa mencuri hati rekruter.

Selamat mencoba, ya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon