Mengenal Framework PHP dan 7 Pilihan Terbaiknya Untukmu
Ditulis oleh : Bima Tandika
Mempelajari bahasa pemrograman PHP tidak lengkap tanpa mengembangkan web sendiri. Untuk menjalankan hal tersebut, kamu mungkin perlu menggunakan framework PHP.
Sebagai server-side open source terpopuler, penerapan PHP terbilang mudah, cukup sisipkan saja dalam HTML.
Pilihan lain, kamu bisa mengombinasikan PHP dengan content management system, template web, dan framework PHP.
Nah, kombinasi PHP dan framework ini termasuk paling disukai para web developer. Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasan Glints di bawah ini.
Isi Artikel
Apa itu Framework PHP?
Sesuai penamaan istilahnya, kata “framework” merujuk pada kerangka kerja yang memberikan struktur dasar dalam pembangunan sebuah web.
Penggunaan kerangka kerja ini membantu kamu mengembangkan suatu web lebih cepat.
Coba ingat lagi saat kamu belajar dasar-dasar PHP. Kamu harus menuliskan serangkaian coding untuk memberi tampilan tertentu pada web kan?
Berkat framework, kamu tidak usah menuliskan kode yang sama berulang kali. Plus, aplikasi atau web tersebut akan lebih stabil karena framework membantu interaksi database dan coding benar-benar sudah berjalan optimal.
Mengapa Harus Memakai Framework PHP?
Mengapa programmer dan web developer lebih suka menggunakan framework dalam pengembangan suatu web
Menurut Stackify, framework PHP yang modern akan menghasilkan kode yang mudah diatur, dikelola, dan digunakan kembali.
Secara khusus, menurut BitDegree, salah satu alasan mengapa PHP menjadi bahasa pemrograman yang populer adalah karena framework tersebut.
Di luar itu, hasil penelusuran Glints berhasil mengungkap empat alasan utama lainnya.
1. Mempercepat proses pengembangan web
Seperti sudah disinggung sebelumnya, kamu tidak usah melakukan menulis kode yang sama berkali-kali
Framework menyediakan modul yang telah dibuat dahulu guna menggarap task coding dengan tingkat kesulitan tinggi. Tentu ini menghemat waktu developer dalam pengembangan aplikasi atau web.
Selain itu, web yang dikerjakan dengan framework juga terbukti lebih responsif. Proses loading web saat diakses terbilang cepat, sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung web.
2. Stabilitas web terjaga
Kamu tahu kan mengapa PHP menjadi bahasa pemrograman paling disukai? Bahasa pemrograman PHP dikenal simpel, sehingga mudah dikuasai oleh pemula sekalipun.
Namun, peluang untuk melakukan kesalahan justru terbuka lebar, meski aplikasi atau web tetap bisa bekerja. Kadang kamu tidak menyadari kesalahan itu sampai keamanan web dalam kondisi genting.
Menggunakan framework PHP membuatmu lebih fokus pada pengembangan aplikasi. Kesalahan-kesalahan dasar yang mungkin terjadi jika kamu membangun web tanpa framework bisa dikurangi.
Hasilnya, web pun lebih stabil dan bisa langsung dipakai dengan lancar.
3. Banyak ragamnya
Ada banyak sekali framework yang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan web. Selain itu, setiap framework sudah punya tim support, forum, maupun komunitas sendiri.
Kamu pun bisa leluasa berinteraksi dengan sesama developer lain terkait penggunaan suatu framework. Jadi punya teman berbagi ilmu dan bertukar pikiran kan?
Cara Memilih Framework yang Tepat
Masing-masing framework tentu punya kelebihan dan kekurangan. Maka, memilih framework yang tepat jelas tidak bisa dilakukan asal-asalan. Ada beberapa tips penting yang bisa kamu coba terapkan.
- Identifikasi siapa target web atau aplikasi tersebut, terutama siapa yang akan sering memakai. Kalau ditargetkan pada orang awam, pilih framework populer supaya pengguna familiar dengan web tersebut.
- Cek juga kemudahan penggunaannya pada web.
- Cari tahu seperti apa pengembangan dan kecepatan kinerja framework.
- Periksa fitur-fitur apa saja yang ditawarkan.
- Cermati bagaimana support dari pengembang maupun forum komunitas pengguna.
7 Pilihan Framework PHP
Satu dekade terakhir menemukan framework untuk bahasa pemrograman PHP terbilang mudah. Coba biasakan diri dengan beberapa framework untuk menemukan mana yang paling kamu sukai.
Sebagai referensi, berikut 7 pilihan framework PHP versi Glints.
1. Codeigniter
Populer berkat kemudahan penggunaan, kecepatan, kinerja yang tergolong baik, serta sudah support Model View Controller atau MVC. Codeigniter lebih cocok dipakai pada akun shared hosting karena ukuran file relatif kecil.
Model pre-built yang ditawarkan membuat proses coding jauh lebih mudah dan cepat. Selain itu, library Codeigniter sudah terkoneksi dengan database, sehingga memudahkan pengiriman email, upload file, hingga mengatur session.
2. Laravel
Sejak launching perdana tahun 2011, Laravel disukai karena tingkat enkripsi dan keamanan tinggi, serta library lengkap. Programmer memilihnya untuk pengembangan aplikasi maupun web yang kompleks.
Dukungan tools canggih mendorong web yang dibangun dengan Laravel lebih responsif dan proses loading cepat. Laravel juga mampu menyederhanakan tugas-tugas seperti routing, authentication, caching, dan security.
3. Phalcon
Sempat menjadi tren di kalangan developer PHP, Phalcon ditulis menggunakan bahasa C dan C++.
Karakteristiknya sebagai framework full-stack menghasilkan optimasi pada proses eksekusi web, sehingga saat loading web terbuka sangat cepat.
Keberadaan ekstensi C juga membuat struktur proyek lebih fleksibel, clean code, dan tingkat keamanan tinggi.
4. Zend Framework
Merupakan salah satu framework PHP yang sudah mendukung teknologi front end, antara lain JavaScript, CSS, dan HTML.
Programmer senang memakai Zend Framework untuk pengembangan aplikasi web yang kuat dan kompleks.
Pengaturan MVC relatif mudah dan library pun terbilang ringan. Zend Framework juga fleksibel karena menawarkan opsi Custom Create App, sehingga developer bisa mengembangkan web sesuai kebutuhan.
5. CakePHP
Mencari framework untuk mengembangkan aplikasi berbasis web? Kamu bisa melirik CakePHP yang sudah dipakai oleh ribuan web statis maupun dinamis.
Kecepatan, keamanan, dan keandalan dalam konfigurasi menjadi alasan mengapa CakePHP disukai. Selain itu, dokumentasinya tergolong baik, ekstensi mudah, sudah mendukung MVC, dan mampu mencegah cross-site scripting atau XSS.
6. Symfony
Framework paling awal jika dibandingkan framework PHP lainnya. Rilis tahun 2005, Symfony biasa digunakan untuk melakukan pengembangan web yang kompleks, berskala besar, dan punya kinerja tinggi.
Pemakaian memorinya juga lebih sedikit dan relatif mudah dikonfigurasikan. Dukungan komunitas developer pun cukup besar, sehingga kamu bisa mencari banyak teman diskusi saat mengembangkan web.
7. Yii
Jika kamu mencari framework yang ideal untuk semua jenis web app, Yii adalah jawabannya. Inovasi Yii terletak pada lazy loading untuk pengembangan web.
Saat aplikasi modern memakai teknik tersebut, loading time-nya justru bisa berlangsung lebih cepat.
Framework Yii tergolong ringan dan punya kinerja tinggi, serta dukungan fitur keamanan yang akan melindungi web dari cyber attack. Cocok dipakai pada proyek e-commerce maupun forum CMS.
Sudah menemukan mana framework PHP yang paling menarik versimu sendiri? Pilihan framework bergantung pada kebutuhanmu saat mengerjakan suatu proyek.
Namun, penggunaan framework akan membuat proses pengembangan web lebih cepat dan meningkatkan keamanan web tersebut.
Menguasai beberapa framework akan menjadi nilai tambah bagi curriculum vitae maupun portofolio kamu. Jadi, langsung saja daftarkan diri di Glints untuk memperoleh informasi terbaru mengenai lowongan kerja di bidang IT.
