Flowchart Penjualan dan Implementasinya, Simak!

Diperbarui 19 Apr 2024 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Flowchart penjualan dapat membantu memperlihatkan langkah-langkah yang bisa diambil perusahaaan dalam memasarkan produk dan jasanya.

    Flowchart penjualan juga mempermudah perusahaan dalam memetakan SDM, agar mereka bekerja sesuai dengan tugas yang jelas, efisien, dan akurat. Termasuk peran tiap karyawan terhadap para konsumen.

    Jadi, apa itu flowchart? Perhatikan elaborasi Glints berikut ini, ya!

    Apakah Flowchart Itu?

    Flowchart merupakan patokan yang digunakan organisasi untuk menjalankan bisnis perusahaan. Sesuai namanya, flowchart berisikan alur atau langkah-langkah yang akan diambil tim sales untuk membantu mereka mencapai target penjualan.

    Setiap bisnis, baik perusahaan maupun sasaran pasar, keduanya memiliki karakter yang berbeda-beda. Untuk itu, kehadiran flowchart penjualan menjadi sahih untuk dipraktikkan demi terwujudnya tujuan.

    Salah satu manfaat flowchart penjualan dalam roda bisnis perusahaan adalah untuk memastikan transaksi jual beli berjalan dengan efektif dan efisien.

    Flowchart penjualan memungkinkan perusahaan untuk bisa memprediksi langkah-langkah yang perlu dilakukan tim sales, agar berhasil menjual produk atau jasa yang ditawarkan.

    Baca Juga: Apa Perbedaan Sales dan Marketing? Yuk, Simak Di Sini!

    Tahapan dalam Flowchart Penjualan

    flowchart marketing

    © Pexels.com

    1. Membangun hubungan pada konsumen

    Langkah pertama dalam flowchart penjualan adalah membangun kontak dan hubungan. Di sini tim sales perlu memperkenalkan diri dan menyampaikan alasan mereka mengontak.

    Bangun komunikasi yang bisa membuat calon konsumen tertarik dan nyaman. Pada tahap awal ini, tim sales mungkin tidak perlu langsung berjualan produk atau jasa.

    Melainkan, bisa memulai dengan percakapan yang berpotensi membuka celah untuk calon konsumen menyampaikan kebutuhan mereka.

    2. Mengetahui kebutuhan target pasar

    Langkah kedua adalah menemukan kebutuhan konsumen. Pastikan bahwa tim sales menyiapkan deretan pertanyaan yang dapat mengungkapkan kebutuhan si konsumen.

    Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa pertanyan-pertanyaan tersebut masih berada dalam rambu-rambu aman. Sehingga, konsumen bisa nyaman dan yang terpenting, mereka bisa leluasa dalam mengomunikasikan kebutuhannya.

    Di sisi lain, tim sales harus pintar memposisikan diri agar bisa memberikan kesan bahwa mereka merupakan pendengar yang baik untuk meningkatkan kenyamanan juga.

    Setelah mendapatkan jawaban dari konsumen, tim sales perlu mengulang jawaban yang mereka dapatkan dan memastikan bahwa tim sales benar-benar paham akan informasi tersebut.

    3. Menawarkan solusi yang menjawab kebutuhan

    Langkah ketiga dalam flowchart penjualan adalah menawarkan solusi yang dibutuhkan konsumen.

    Hal ini dapat dilakukan dengan menemukan koneksi antara kebutuhan konsumen dan kelebihan produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.

    Tahap ini cukup krusial untuk menentukan apakah konsumen akan lanjut mendengarkan penawaran tim sales.

    4. Gol target penjualan

    Di tahap ini, biasanya konsumen memiliki sejumlah pertanyaan atau keraguan terkait produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan.

    Di sinilah tim sales perlu menyediakan jawaban-jawaban yang dapat meyakinkan konsumen untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

    Terdapat banyak teknik untuk memastikan konsumen tertarik dengan produk dan jasa yang ditawarkan. Tak jarang juga pada tahap ini, diperlukan negosiasi yang akan disepakati kedua belah pihak.

    Setelah konsumen menyetujui penawaran, pastikan tim sales konsisten dalam menjalin hubungan baik dengan konsumen melalui berbagai medium.

    Dengan aktif berkomunikasi pada konsumen, kepercayaan dan kesetiaan mereka pada kamu atau brand akan tetap terjalin.

    Baca Juga: Cara Membangun Strategi Penjualan yang Efektif

    Panduan Membuat Flowchart Penjualan  

    Flowchart Penjualan

    © Pexels.com

    Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu gunakan dalam membuat flowchart penjualan:

    1. Proyeksi dan riset sebagai fondasi awal

    Hal pertama yang dilakukan adalah riset pasar yang kamu sasar, sebelum akhirnya kamu menargetkan kelompok tersebut.

    Proyeksi dan riset adalah tahapan yang tidak bisa kamu lewatkan karena merupakan fondasi awal membuat flowchart proses penjualan.

    Sebaiknya kamu memproyeksikan, kepada siapa produk atau jasa perusahaan akan dipasarkan. Sebagai pelengkap, kamu juga bisa riset tren apa yang sedang dibutuhkan pasar.

    Selain itu, lakukan riset media sosial atau datang langsung ke acara-acara seperti seminar dan pameran, supaya kamu tahu tren terkini.

    Fungsi riset dilakukan tak hanya sebagai bahan proyeksi hal-hal terkait sasaran pasar. Namun, untuk memprediksi kekungkinan kompetisi yang ada.

    2. Pemetaan pada flowchart

    Dalam membuat flowchart proses penjualan, semua departemen dalam perusahaan yang terlibat pada proses penjualan, baiknya membuat pemetaan job desk-nya masing-masing.

    Hal ini akan memudahkan untuk identifikasi apa yang sudah dilakukan, serta sebagai bahan evaluasi untuk membuat langkah-langkah tepat dan efektif pada transaksi penjualan selanjutnya.

    Pemetaan akan membantu perusahaan memastikan bahwa setiap karyawannya mengerjakan tugas yang memberikan dampak efektif terhadap penjualan.

    3. Observasi lanjut agar menyeluruh

    Setelah kamu memiliki flowchart penjualan, jangan ragu untuk melakukan observasi kembali pada setiap prosesnya dengan melihat grafik hasil penjualan.

    Usahakan untuk bertanya pada sesama anggota tim maupun konsumen, karena saran dan kritik bisa menjadi modal kesuksesan kamu.

    Selanjutnya, analisis proses penjualan agar kamu dapat mengidentifikasi kesuksesan dan kegagalan dari setiap tahapan dalam flowchart.

    Dengan begini, perusahaan bisa menciptakan strategi pemasaran yang sesuai untuk jangka waktu panjang.

    Ketika menganalisis proses penjualan, kamu perlu evaluasi performamu sendiri dan kritis terhadap semua keputusan yang telah kamu buat saat proses penjualan berlangsung.

    Dari situlah kamu akan memahami, mana cara yang tepat dan mana yang tidak. Setelah mengetahui hal tersebut, kamu akan lebih mahir dalam menyiasati kesalahan, karena telah belajar dari pengalaman.

    Baca Juga: Kupas Tuntas Affiliate Marketing, dari Pengertian Sampai Tips Menjalankannya

    Perlu kamu ingat, bahwa transaksi jual beli dalam bisnis adalah proses yang terus berkembang. Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan observasi dan evaluasi, agar targetmu bisa terwujud.

    Glints telah meyampaikan beberapa hal tentang  flowchart penjualan. Apakah kamu jadi tertarik menggeluti area bisnis? Jangan ragu! Segera sign up  dan temukan lowongan pekerjaan dan kesempatan magang menjadi sales di Glints!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 2.2 / 5. Jumlah vote: 5

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait