5 Perbedaan KRL, MRT, dan LRT, Pekerja Kantoran Harus Perhatikan!

Diperbarui 29 Agu 2023 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    KRL MRT dan LRT memiliki beberapa perbedaan serta keunggulannya masing-masing. 

    Ketiganya memiliki keunggulan yang sama yaitu menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. 

    Namun, apa saja perbedaan antara KRL MRT dan LRT ya?

    Yuk ketahui perbedaan diantara ketiganya agar kamu dapat memilih moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhanmu.

    Simak penjelasan di bawah ini ya!

    Baca Juga: Harus Naik Kendaraan ke Kantor saat New Normal? Yuk Pahami 6 Tips Ini!

    1. Kapasitas

    Kendaraan umum ini sudah tidak asing lagi bagi pengguna transportasi umum di ibu kota Jakarta. 

    Namun, ketiganya memiliki daya tampung yang berbeda-beda lho!

    Dilansir dari Indonesia Baik, ini dia daya tampungnya:

    • KRL atau commuter line: 2.000 penumpang
    • MRT: 1.950 penumpang
    • LRT: 600 penumpang

    Mengapa kapasitas diantara ketiganya berbeda-beda?

    Hal ini dipengaruhi oleh jumlah kereta yang dimiliki.

    KRL memiliki jumlah kereta paling banyak yaitu 8-12 kereta, MRT 6 kereta dan LRT 2-4 kereta. 

    2. Bahan bakar

    Ketiga moda transportasi tersebut menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya.

    Namun, letak sumber daya listriknya berbeda-beda lho.

    Bagi KRL dan MRT, sumber daya listrik berada di bagian atas kereta sedangkan LRT ada di bagian bawah kereta.

    Maka dari itu, LRT memiliki jumlah rel yang berbeda dengan MRT dan KRL.

    MRT dan KRL memiliki sepasang rel, sedangkan LRT memiliki tiga rel.

    KRL dan LRT memiliki kecepatan sebesar 90 km/jam sedangkan MRT bergerak dengan kecepatan 110 km/jam.

    3. Rute

    Ketiganya memiliki jalur lintasan dan rute berbeda yang saling terintegrasi juga.

    Rute dari masing-masing moda transportasi tersebut adalah:

    rute krl

    © Commuterline.id

    1. KRL Jabodetabek

    Dilansir dari portal berita Detik.com, KRL Jabodetabek memiliki 80 stasiun di seluruh wilayah Jabodetabek. 

    KRL Jabodetabek memiliki 5 lintasan yaitu lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, Tangerang, serta Tanjung Priok yang dapat dilihat secara lengkap pada gambar berikut di atas.

    2. LRT Jabodebek dan Jakarta

    LRT Jabodebek memiliki 18 stasiun yang berlokasi di Jakarta, Bogor, Depok serta Bekasi. 

    Rute untuk LRT Jabodebek lintas Cibubur adalah:

    • Stasiun LRT Dukuh Atas
    • Stasiun LRT Setiabudi
    • Stasiun LRT Rasuna Said
    • Stasiun LRT Kuningan
    • Stasiun LRT Pancoran
    • Stasiun LRT Cikoko
    • Stasiun LRT Ciliwung
    • Stasiun LRT Cawang
    • Stasiun LRT TMII
    • Stasiun LRT Kampung Rambutan
    • Stasiun LRT Ciracas
    • Stasiun LRT Harjamukti

    Sementara itu, rute untuk LRT Jabodebek lintas Bekasi adalah:

    • Stasiun LRT Dukuh Atas
    • Stasiun LRT Setiabudi
    • Stasiun LRT Rasuna Said
    • Stasiun LRT Kuningan
    • Stasiun LRT Pancoran
    • Stasiun LRT Cikoko
    • Stasiun LRT Ciliwung
    • Stasiun LRT Cawang
    • Stasiun LRT Halim
    • Stasiun LRT Jati Bening Baru
    • Stasiun LRT Cikunir 1
    • Stasiun LRT Cikunir 2
    • Stasiun LRT Bekasi Barat
    • Stasiun LRT Jati Mulya

    Sementara, LRT Jakarta memiliki 6 stasiun yang di antaranya adalah:

    • Stasiun LRT Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) 
    • Stasiun LRT Boulevard Utara 
    • Stasiun LRT Boulevard Selatan 
    • Stasiun LRT Pulomas 
    • Stasiun LRT Equestrian 
    • Stasiun LRT Velodrome (Rawamangun)

    3. MRT Jakarta

    MRT atau mass rapid transit memiliki 13 stasiun yang terletak di daerah Jakarta saja. Stasiun tersebut masing-masing berlokasi di:

    • Stasiun Lebak Bulus Grab
    • Stasiun Fatmawati Indomaret
    • Stasiun Cipete Raya
    • Stasiun Haji Nawi
    • Stasiun Blok A
    • Stasiun Blok M BCA
    • Stasiun ASEAN
    • Stasiun Senayan
    • Stasiun Istora Mandiri
    • Stasiun Bendungan Hilir
    • Stasiun Setiabudi Astra
    • Stasiun Dukuh Atas BNI
    • Stasiun Bundaran HI

    Baca Juga: 7 Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan dan Tips Mengatasinya

    4. Tarif

    Ketiga moda transportasi ini memiliki tarif yang berbeda-beda namun masih relatif ramah di kantong.

    1. KRL 

    KRL memiliki tarif perjalanan sebesar Rp3.000 untuk 25 kilometer pertama dan ditambahkan Rp1.000 untuk perjalanan setiap 10 kilometer berikutnya. 

    Hal ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2016.

    2. LRT

    Disadur dari laman resmi LRT Jakarta, tarif yang diterapkan untuk naik LRT adalah Rp5.000 untuk jarak jauh atau dekat atau flat rate.

    Sementara itu, untuk tarif LRT Jabodebek saat ini masih dalam tahap diskusi.

    Namun, diperkirakan akan berkisar antara Rp5.000-Rp25.000, sebagaimana diberitakan oleh Detik Finance.

    3. MRT

    Jika ingin naik MRT Jakarta, kamu perlu mempersiapkan biaya antara Rp3.000 hingga Rp14.000. 

    Tarif MRT yang dikenakan tergantung pada rute perjalanan MRT yang kamu tempuh. 

    Untuk info mengenai tarif MRT selengkapnya, kamu dapat kunjungi laman resmi MRT Jakarta di sini.

    5. Waktu operasi

    Bagi kamu yang harus berangkat lebih awal, KRL mungkin dapat jadi opsi yang tepat untukmu.

    KRL Jabodetabek mulai beroperasi pada pukul 04.00 WIB hingga 24.00 WIB setiap harinya.

    Lain hal bagi MRT Jakarta, mengutip laman resmi PT MRT Jakarta, moda transportasi ini mulai beroperasi pukul 05.00 hingga pukul 24.00 WIB setiap hari.

    Namun, pada akhir pekan MRT Jakarta beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 24.00 WIB. 

    Sementara itu, LRT Jakarta beroperasi sejak pukul 05.30 WIB hingga pukul 22.30 WIB, menyadur Kompas.com

    Baca Juga: 5 Tips Aman Naik Ojek Online Saat New Normal

    Nah sekarang kamu sudah tahu kan apa saja perbedaan antara KRL, MRT dan LRT dari kapasitas, rute, tarif hingga waktu beroperasi. 

    Bagi kamu yang commuting ke kantor menggunakan kendaraan umum, kamu harus menjaga kesehatan secara extra.

    Kamu harus tetap waspada terhadap penyakit yang bisa menular di tengah keramaian.

    Ingin tahu bagaimana cara memproteksi diri saat harus commuting dengan kendaraan umum?

    Cari tahu jawabannya dengan membaca artikel ini.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.1 / 5. Jumlah vote: 9

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait