×

Persiapkan Dirimu untuk Tren Industri Engineering di Tahun 2018!

January 19, 2018 | No Comments

Engineering adalah gabungan dari berbagai ilmu pengetahuan, seperti matematika, ilmu alam, ekonomi, dan ilmu sosial lainnya untuk diaplikasikan dalam memecahkan permasalahan manusia. Industri engineering sendiri meliputi banyak bidang dari inovasi, desain, pembangunan, perawatan, riset, hingga meningkatkan kinerja mesin serta sistem. Kali ini saya akan membahas tren yang diprediksi akan mendominasi di berbagai bidang dalam industri engineering di tahun 2018.

Jika kamu berkuliah di bidang engineering dan sedang mencari pekerjaan, artikel ini sangat tepat untuk kamu. Untuk kamu yang sudah lama bergelut di dunia industri engineering, tidak ada salahnya juga mencari tahu ke mana industri ini mengarah.

Baca juga: 7 Profesi bagi Sarjana Teknik yang Ingin Kerja di Bidang Baru

Industrial Internet of Things

industri engineering

Tren industri engineering pertama yang diprediksi akan berkembang di tahun 2018 adalah Industrial Internet of Things (IIoT). IIoT atau sering disebut industrial internet menggabungkan teknologi mesin pintar, analisis canggih, serta tenaga manusia. Teknologi ini memungkinkan tersambungnya berbagai peralatan di industri dengan menggunakan teknologi komunikasi. Hal ini memudahkan manusia memonitor, mengumpulkan, menukar, serta menganalisis data dari penggunaan mesin-mesin tersebut di berbagai bidang industri engineering.

Dengan industrial internet, para engineer diharapkan dapat memberi insight yang berharga tentang performa peralatan yang dapat mempengaruhi keputusan bisnis perusahaan. IIoT diproyeksikan mampu memberi dampak yang luar biasa pada ekonomi global. GE Digital memprediksi 46% ekonomi global bisa mendapat keuntungan dari penggunaan IIoT. Selain itu, mereka juga memperkirakan IIoT akan memberi dampak penuh (100%) pada produksi energi.

Baca juga: Kecerdasan Buatan, Inovasi Teknologi untuk Kerja jadi Lebih Mudah

Lingkungan

industri engineering

Tahun 2018 diproyeksikan akan dipenuhi dengan berbagai proyek industri engineering di bidang pelestarian lingkungan. Isu sustainability akhir-akhir ini memang menjadi concern dalam industri engineering. Proyek-proyek seperti konservasi sumber daya alam, kontrol emisi, sistem energi terbarukan, serta pengurangan sampah, akan banyak dikerjakan untuk memenuhi Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Selain itu, proyek pengurangan massa produk dan packaging juga diminati industri engineering untuk mengurangi biaya pengiriman dan transportasi.

Bidang ini sangat cocok untuk kamu yang memiliki latar belakang teknik elektro, teknik lingkungan, serta keenergian. Di bidang energi, pemerintah Indonesia saat ini mencanangkan target penggunaan energi terbarukan sebesar 23 persen dari total bauran energi pada tahun 2025 mendatang. Dengan berbagai proyek di bidang lingkungan ini, industri engineering di tahun 2018 diharapkan mampu membuat kontribusi signifikan dalam menyelamatkan bumi kita dari kerusakan.

Biomedik

industri engineering

Kesehatan selalu menjadi fokus utama industri engineering dalam meningkatkan taraf hidup umat manusia. Teknik biomedik adalah bidang kesehatan yang menggabungkan ilmu kedokteran dengan engineering untuk membuat berbagai peralatan kesehatan. Contoh produk peralatan teknik biomedik adalah USG atau ultrasonografi yang biasa digunakan untuk memvisualisasikan kondisi bayi dalam kandungan. Teknik biomedik sendiri diaplikasikan dalam beberapa industri engineering, yaitu penelitian dan pengembangan biologi, industri manufaktur instrumen kontrol elektromedis, industri obat-obatan, serta industri peralatan medis.

Meningkatnya kepedulian publik pada kemajuan ilmu dan teknologi di bidang medis memicu permintaan yang tinggi pada bidang teknik biomedik. Pada tahun 2024 lapangan pekerjaan di bidang ini diperkirakan tumbuh sebesar 23 persen. Beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia seperti ITB, ITS, serta Unair saat ini sudah membuka jurusan teknik biomedik untuk menunjang perkembangan industri engineering biomedik.

Additive Manufacturing

industri engineering

Bidang industri engineering lain yang diprediksi akan makin berkembang di tahun 2018 adalah additive manufacturing. Additive manufacturing adalah teknologi yang digunakan untuk membangun objek 3 dimensi dengan menambahkan material selapis demi selapis. Contoh paling umum dari additive manufacturing yang biasa ditemui di sekitar kita adalah teknologi 3D printing untuk membuat prototipe berbagai produk. Teknologi ini sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat di berbagai bidang industri engineering seperti pesawat terbang, pertahanan, peralatan medis, dan otomotif. Bahkan saat ini penggunaan additive manufacturing sudah merambah pembuatan makanan.

Untuk kamu yang bergerak dibidang kesehatan, additive manufacturing bisa menjadi salah satu teknologi yang menarik untuk dipelajari dan dikembangkan. Saat ini teknologi 3D bioprinting sudah mampu membuat replika jaringan dan organ dengan menggunakan material bernama Bioinks. Pembuatan replika jaringan dan organ tubuh manusia tersebut sedang dikembangkan untuk riset di bidang obat-obatan. Di masa depan 3D bioprinting diharapkan mampu membuat organ prostetik seperti tangan atau kaki palsu yang dapat membantu para difabel.

Baca juga: 7 Tren Industri Manufaktur di Tahun 2018

Robot dan Otomasi

industri engineering

Robot selalu menjadi hal pertama yang manusia bayangkan saat berbicara tentang teknologi masa depan. Industri engineering tengah melakukan pengembangan besar-besaran pada robot dan otomasi di berbagai pabrik. Inovasi ini sangat mempengaruhi bisnis manufaktur berbagai jenis produk dalam meningkatkan produktivitas pekerja dan memperkecil adanya talent gap.

Terdapat beberapa jenis pekerjaan yang dibutuhkan dalam mengerjakan dan merawat sistem robot dan otomasi di industri engineering, antara lain insinyur instrumentasi dan teknisi kontrol, insinyur otomasi, dan desainer sistem kontrol industri. Instrumentasi menjadi skill utama yang dibutuhkan jika seorang insinyur ingin terjun di bidang robot dan otomasi ini.

Baca juga: Akankah Software Akuntansi Menggantikan Fungsi Akuntan?

Optimisasi Industri

industri engineering

Industri engineering juga mengalami perkembangan yang signifikan pada kemampuan memprediksi masa depan. Untuk mempertahankan kualitas berbagai bidang tadi, diperlukan peran quality engineering. Quality engineering adalah proses perbaikan kualitas secara terus menerus dalam perancangan produk dan proses. Perbaikan kualitas dilakukan dengan menggunakan konsep-konsep manajerial.

Salah satu konsep manajerial yang sering digunakan dalam mempertahankan kualitas di industri engineering adalah Lean Six Sigma. Lean adalah konsep yang fokus pada pengurangan kecacatan, produksi berlebih, waktu tunggu, sumber daya manusia yang tidak terpakai, transportasi, penyimpangan, pergerakan, dan pemrosesan ekstra. Sedangkan Six Sigma adalah konsep yang digunakan untuk meningkatkan kualitas output pada industri engineering dengan mengidentifikasi dan mengurangi penyebab kerusakan, serta meminimalisasi variabilitas proses. Faktanya, sebanyak 11% lowongan pekerjaan industri engineering saat ini mensyaratkan penguasaan Six Sigma, 7% menuntut penguasaan konsep Lean, serta 17% lainnya mensyaratkan kemampuan quality assurance.

 

Itu tadi beberapa hal yang diperkirakan akan menjadi tren industri engineering pada 2018. Tapi seiring industri yang bertumbuh tersebut kompetisi di dalamnya juga pasti akan semakin ketat. Sangat penting untuk masing-masing insinyur untuk membedakan dirinya dari insinyur lain di industri engineering.

Jika kamu tertarik dengan insight seputar dunia profesional terutama di industri engineering, segera sign up di Glints! Glints menyajikan banyak artikel-artikel bergizi dalam merancang career path kamu. Selain itu Glints juga menyediakan informasi lowongan kerja, baik magang, part-time, full-time, dan project-based. Segera sign up sekarang juga dan dapatkan semua informasinya!

YOU MAY ALSO LIKE

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll Up