Demosi: Apa Itu, Dasar Hukum, Tujuan, dan Penyebabnya

Tayang 14 Mei 2026 - Dibaca 11 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Sebagai seorang pekerja kantoran, mungkin, demosi adalah istilah yang sudah tak asing lagi di telingamu. Akan tetapi, sudahkah kamu memahami arti demosi dan hukumnya di Indonesia?

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Selain itu, apabila kamu terkena demosi, apa saja hal yang bisa kamu lakukan?

Ada juga fakta bahwa pekerja bisa mengajukan demosi sendiri, lho! Apa saja hal yang bisa menjadi alasannya?

Jawaban semua pertanyaanmu telah dirangkum oleh Glints menjadi artikel ini. Simak, yuk!

Apa Itu Demosi?

Kita akan mulai pembahasan dari makna kata alias arti demosi itu sendiri.

Mengutip Davidson Morris Employer Solution, demosi adalah suatu keadaan di mana perusahaan menurunkan posisi jabatan dan tanggung jawab seseorang. 

Karyawan yang mengalami demosi artinya harus merelakan perubahan jabatan ke posisi yang lebih rendah.

Biasanya, upah atau berbagai keuntungan lain yang diterima pekerja tersebut juga akan disesuaikan dengan jabatan barunya.

Demosi merupakan kebalikan dari promosi. Melansir The Balance Careers, promosi adalah kenaikan jabatan, tanggung jawab, serta gaji seorang pekerja.

Baca Juga: Ingin Resign dari Pekerjaanmu? Ketahui Dulu Etikanya!

Dasar Hukum Demosi

Setelah mengetahui arti demosi, sebagai pekerja, kamu juga perlu mengetahui apa dasar hukumnya.

Sebenarnya, di Indonesia sendiri, belum ada peraturan yang spesifik soal demosi.

Akan tetapi, mengutip penjelasan Tri Jata Ayu Pramesti, S.H. kepada Hukum Online, ada sebuah kasus yang pernah ditangani oleh Mahkamah Agung soal penurunan jabatan.

Seorang pekerja menggugat perusahaan tempatnya bekerja karena mengalami penurunan jabatan. 

Alasan yang diungkapkan oleh perusahaan adalah, hasil pekerjaan yang bersangkutan tidak mencapai target.

Pada akhirnya, dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 809 K/PDT.SUS/2009, demosi tersebut dibatalkan. Pasalnya, alasan penurunan jabatan dianggap mengada-ada.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa demosi adalah hal yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pekerja tidak boleh didemosi begitu saja tanpa alasan yang jelas.

Dasar hukum penyesuaian upah berdasarkan jabatan

Kendati demikian, ada aturan mengenai jabatan dan hubungannya dengan upah.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK 13/2003) Pasal 92 Ayat 1, skala upah ditentukan oleh pengusaha alias perusahaan.

Nah, hal yang wajib diperhitungkan dalam upah ini adalah golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, serta kompetensi dari pekerja.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa upah dan jabatan merupakan hal yang saling berhubungan.

Jadi, apabila seseorang mengalami demosi, kemungkinan besar, upahnya juga akan mengalami penyesuaian atau penurunan.

Baca Juga :  Bullet Journalling atau Digital Journalling, Mana yang Cocok untuk Kamu?

Selain dua peraturan ini, demosi bisa saja diatur dalam aturan lain, salah satu contohnya adalah dalam perjanjian kerja. Regulasi penurunan jabatan juga bisa ada dalam peraturan perusahaan lainnya.

Baca Juga: Resign Ditolak Atasan? Ini 4 Hal yang Bisa Kamu Lakukan

Penyebab Demosi

Kamu telah memahami bahwa demosi belum diatur secara spesifik dalam undang-undang atau aturan lainnya di Indonesia.

Oleh karena itu, alasan seorang pekerja didemosi biasanya bergantung pada regulasi perusahaan tempatnya bekerja.

Namun, tentu saja, secara umum, ada berbagai kesalahan yang bisa memicu seseorang terkena demosi.

Merangkum Workpolis dan Patriot, berbagai alasan umum seorang pekerja mengalami demosi adalah sebagai berikut.

1. Belum memiliki skill yang cukup untuk jabatan tertentu

Penyebab yang pertama adalah skill karyawan yang ternyata dinilai belum cukup untuk jabatannya.

Bisanya, kesimpulan ini diambil setelah melalui observasi dan penilaian selama beberapa waktu.

Keterampilan yang dimaksud tidak hanya mengacu pada keterampilan teknis, tetapi juga soft skill seperti kepemimpinan.

2. Kinerja yang tidak sesuai ekspektasi

Setelah mendapatkan promosi, tentunya ekspektasi perusahaan pada performamu juga meningkat.

Misalnya, terdapat penambahan target pada KPI atau OKR-mu.

Nah, jika kamu tidak bisa memenuhi ekspektasi tersebut, demosi bisa saja dipertimbangkan oleh perusahaan.

3. Melanggar peraturan perusahaan

Penyebab demosi yang cukup umum adalah pelanggaran atas peraturan perusahaan, sehingga penurunan jabatan merupakan salah satu bentuk sanksi yang diberikan.

Pelanggaran yang dimaksud juga dapat berupa pelanggaran kode etik, seperti penyalahgunaan wewenang, perilaku tidak profesional, atau konflik kepentingan.

Contoh lainnya adalah terlibat dalam tindakan yang merugikan perusahaan, seperti manipulasi data atau penyelewengan aset.

4. Kondisi pribadi karyawan

Selain kinerja yang buruk, kamu mungkin memiliki masalah pribadi yang kemungkinan menyebabkan perusahaan harus menurunkan jabatanmu.

Misalnya masalah terkait kesehatan, konflik keluarga, dan lain sebagainya.

5. Restrukturisasi

Keempat penyebab sebelumnya mungkin datang dari diri pekerja itu sendiri.

Namun, demosi juga dapat terjadi karena faktor eksternal, yaitu kondisi perusahaan.

Misalnya, terjadi perubahan struktur organisasi akibat efisiensi operasional, sehingga terdapat pengurangan divisi dan pengurangan staf.

Akibatnya, jabatan tertentu perlu dihapus atau dialihkan ke divisi lain sehingga karyawan dipindahkan ke posisi lebih rendah.

Tujuan Demosi

Dari arti demosi dan penyebabnya, kamu mungkin sudah mulai mengerti mengapa perusahaan sampai harus melakukannya.

Dari sudut pandang perusahaan, berikut adalah penjelasan tujuan dilakukannya demosi secara lebih lengkap.

1. Memperbaiki kinerja karyawan

Demosi memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berkembang di posisi yang lebih sesuai dengan kemampuan mereka.

Daripada kinerjamu dinilai buruk di posisi saat ini, perusahaan mungkin melihat bahwa kinerjamu dapat diperbaiki di posisi dengan beban yang lebih sesuai.

Baca Juga :  Berapa Nominal UMK Solo 2021 setelah Resmi Naik?

Jika kamu tidak mampu memenuhi tuntutan posisi tertentu, demosi dapat membantumu lebih fokus pada peran yang lebih sederhana.

2. Mengoptimalkan struktur organisasi

Tujuan yang satu ini dapat tercapai jika memang penyebab demosi adalah karena restrukturisasi.

Perusahaan perlu menyederhanakan hierarki organisasi untuk meningkatkan efisiensi.

Penggabungan divisi atau penghapusan jabatan tertentu dapat membantu perusahaan menciptakan struktur yang lebih efisien.

3. Memberikan sanksi

Jika tidak adanya sanksi tegas, karyawan mungkin akan berpikir bahwa mereka imun atas sanksi ketika berada di posisi tertentu.

Jadi, demosi dilakukan untuk menegakkan disiplin dan menunjukkan bahwa pelanggaran aturan memiliki konsekuensi.

4. Menghindari PHK

Di satu sisi, demosi merupakan keputusan yang mungkin merugikanmu dan membawa suasana negatif.

Namun di sisi lain, demosi mungkin dilakukan untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan memutuskan untuk mempertahankanmu.

Dalam beberapa kasus, demosi merupakan alternatif yang lebih baik daripada PHK.

5. Memberikan kesempatan untuk evaluasi diri

Demosi dapat mendorong karyawan untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kekurangan.

Ketika jabatan seseorang diturunkan, mereka mungkin akan berusaha lebih keras dan menunjukkan potensi dan dedikasi lebih dalam pekerjaannya.

6. Menghindari konflik dalam tim

Atasan yang tidak kompeten atau kerap melanggar aturan perusahaan dapat memicu permasalahan dalam tim.

Jika konflik tim disebabkan oleh seorang karyawan yang tidak mampu bekerja sama, menempatkannya di posisi lain mungkin akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.

Cara Menyikapi Demosi

Apakah kamu baru saja mengalami penurunan jabatan? Setelah demosi, kesedihan dan berbagai tekanan adalah hal yang bisa saja terjadi.

Akan tetapi, kamu tetap harus mengambil langkah dan sikap yang objektif serta bijak. Kata Forbes dan The Balance Careers, ada beberapa hal yang wajib kamu lakukan, di antaranya:

1. Evaluasi diri

Langkah pertama setelah mengalami demosi adalah evaluasi diri. Apakah keputusan perusahaan sudah tepat?

Apabila memang belum, kamu bisa berdiskusi kembali dengan atasan atau HR. Jangan lupa, lakukan evaluasi dengan objektif, ya!

Jika memang perlu, coba cari pendapat orang ketiga dari mentor karier atau orang yang bisa kamu percaya.

Selalu ada pilihan untuk membawa kasus ini ke pengadilan. Akan tetapi, tentu saja, pilih diskusi sebagai prioritas solusi sebelum mengambil keputusan secara terburu-buru.

Baca Juga: 8 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Genit

2. Cari dukungan

Kamu sudah melakukan evaluasi dan diskusi, lantas mengambil kesimpulan bahwa demosi memang harus kamu alami?

Baca Juga :  Hari Pekerja Nasional: Sejarah hingga Perkembangan Pekerja Indonesia

Menerima fakta bahwa demosi adalah langkah tepat perusahaan bisa menjadi beban psikologis tersendiri bagimu.

Apabila demikian, cari dukungan mental dari pasangan, keluarga, atau sahabat dekat. Dengan begitu, kamu bisa berbagi emosi dan lebih kuat dalam menghadapi hal ini.

3. Terima dengan dewasa

Keinginan untuk membuktikan bahwa perusahaan salah, bahwa mendemosimu adalah langkah yang tak tepat, mungkin memicumu untuk melakukan hal-hal yang kurang bijak.

Di antaranya adalah memamerkan pencapaian, menjadi arogan, dan lain-lain.

Hal yang perlu kamu ketahui adalah, ini takkan mengubah apa pun. Mengekspresikan kemarahan dengan cara yang kurang tepat malah bisa jadi bumerang untukmu.

Kesedihan memang butuh waktu untuk diproses. Oleh karena itu, terimalah kenyataan secara perlahan. 

Selain itu, terus cari hal yang bisa memotivasimu agar pekerjaan tetap bisa selesai dengan baik dan profesional.

4. Kerja dan belajar dengan baik

Dengan menjalani demosi, kamu memiliki kesempatan untuk mempelajari hal baru dan melihat pekerjaanmu lewat kacamata yang berbeda.

Dengan begitu, kemampuanmu bisa terasah, lho! Siapa tahu, ke depan, kamu akan memiliki kesempatan untuk promosi ke jabatan sebelumnya.

Apabila kamu resign, kamu juga meninggalkan jejak baik karena bisa menerima demosi dengan dewasa.

Baca Juga: Yuk, Cari Tahu 5 Cara Mudah Menahan Tangis Saat di Kantor

Inisiatif Mengajukan Demosi Sendiri

Tahukah kamu, demosi ternyata bisa diajukan oleh dirimu sendiri, lho!

Kata The Balance Careers, ada berbagai hal yang bisa menjadi alasan di baliknya. Di antaranya adalah work-life balance yang mulai goyah saat memiliki jabatan yang lebih tinggi.

Selain itu, jika kamu merasa belum memiliki kualifikasi yang tepat untuk jabatan tertentu, demosi bisa saja kamu minta.

Seseorang yang mengalami stres berlebihan pascapromosi atau merasa lebih nyaman dengan posisi lamanya juga bisa mengambil demosi sebagai solusi.

Tentu saja, demosi adalah langkah besar dalam karier yang harus kamu pikirkan secara matang. 

Jadi, demosi adalah keputusan besar dalam karier seseorang. Pastikan kamu menghadapinya dengan berbagai persiapan.

Kata Monster, kamu harus siap secara mental dan finansial sebelum mengajukan demosi. Jadi, jangan gegabah dalam melangkah, ya!

Baca Juga: Ada Masalah di Kantor? Ketahui 6 Permasalahan yang Ditangani oleh HRD!

Demikian informasi soal apa itu dan arti demosi, hingga penyebab dan tujuannya. Semoga Glints sudah menjawab semua pertanyaanmu, ya!

Selain memahami soal arti demosi, sejatinya, masih ada pembahasan penting lainnya terkait ketenagakerjaan yang tak boleh kamu lewatkan.

Mulai dari info terbaru tentang peraturan ketenagakerjaan, hingga istilah-istilah yang harus kamu pahami sebagai pekerja.

Supaya tidak ketinggalan informasi, ayo baca artikel terbaru tentang ketenagakerjaan sekarang juga! Semuanya gratis.


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon