Jangan Asal Jual, Pahami Pemberdayaan Konsumen agar Pelanggan Supersetia
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati
Masih banyak orang yang mengira, pelanggan mau membeli karena janji manis. Padahal, di masa kini, customer empowerment alias pemberdayaan konsumen sudah menggeser fakta itu.
Tak sekadar menjual produk saja, lho. Melakukan metode ini bisa membuat mereka setia denganmu.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak di bawah ini, yuk!
Isi Artikel
Mengenal Customer Empowerment
Menurut CustomerThink, pada zaman sekarang, pelanggan punya banyak akses informasi. Hal ini bisa terjadi berkat adanya internet.
Tentu saja, ada banyak jenis informasi yang mereka dapatkan. Salah satunya adalah pengetahuan dan pertimbangan sebelum membeli produkmu.
Dengan bekal itu, pelanggan tahu, mana merek yang baik atau yang belum. Mereka juga akan tahu mana merek yang layak dibeli, mana yang belum.
Inilah yang bisa kamu manfaatkan lewat pemberdayaan konsumen. Kamu memberikan pengetahuan dan informasi produk untuk mereka, alih-alih sekadar berjualan saja.
Dengan begitu, mereka bisa memutuskan sendiri, apa produk yang tepat untuk mereka. Sebab, mereka cukup berdaya untuk berpikir mandiri, tanpa paksaan dari brand.
Misalnya, kamu berjualan produk kesehatan. Produk A bisa digunakan untuk meningkatkan imun.
Kandungannya memang bagus. Akan tetapi, produkmu tidak bisa dikonsumsi sembarangan. Sebab, jika terlalu banyak, ia bisa memicu kerusakan ginjal.
Alih-alih berkata “beli produk kami sebanyak mungkin”, kamu berkata “konsumsi dengan dosis X saja, karena jika berlebih, kesehatanmu bisa terganggu”.
Kamu ikut mendidik konsumen dan membuat mereka punya pengetahuan baru. Dengan proses ini, pelanggan pun semakin pintar dan berdaya.
Neil Patel menambahkan, pemberdayaan pelanggan juga berarti:
- merayakan bagaimana produkmu membantu mereka
- membantu mereka menggunakan produkmu dengan lebih baik
- menanyakan apa yang mereka butuhkan dan sukai
Baca Juga: Marketing Qualified Lead vs Sales Qualified Lead: Apa Bedanya?
Mengapa Kamu Harus Memberdayakan Konsumen?
Memangnya, kenapa kamu harus memikirkan customer empowerment? Bukankah sekadar berjualan saja sudah cukup?
Nah, Neil Patel punya alasannya. Menurutnya, pemberdayaan pelanggan bisa menggenjot customer retention rate.
Meningkatnya customer loyalty ini punya banyak manfaat. Konon, pelanggan yang loyal kerap membeli lebih banyak dan lebih sering.
Tiap konsumen yang jadi langgananmu juga menghemat biaya mencari konsumen baru. Jadi, jangan sepelekan pemberdayaan konsumen, ya!
Tips Menerapkan Customer Empowerment
Ternyata, pemberdayaan pelanggan menjanjikan banyak sekali manfaat. Lantas, bagaimana strategi penerapannya?
Dirangkum dari HubSpot, inilah informasinya:
1. Self–service
Kamu tentu sering melihat halaman frequently asked questions. Nah, ini merupakan salah satu bentuk self–service.
Alih-alih meneleponmu saat kebingungan, pelanggan tinggal mencari solusinya sendiri.
Metode customer empowerment ini membuat mereka mandiri. Selain itu, kamu juga jadi tak sibuk menjawab pertanyaan itu-itu saja dari pelanggan.
Baca Juga: Brand Loyalty vs. Customer Loyalty: Apa Perbedaannya?
2. Hadir di media sosial
Pemberdayaan konsumen juga bisa dilakukan lewat media sosial. Sebab, ia adalah jembatan antara kamu dan pelanggan.
Kamu bisa menaruh satu orang khusus, sebagai customer service di saluran ini. Pelanggan pun bisa mudah dan cepat menghubungimu jika ingin bertanya.
3. Dengar testimoni pelanggan
Pernahkah kamu menggunakan aplikasi Google Maps? Di sana, semua orang bisa me-review layanan dari sebuah perusahaan.
Nah, kamu juga bisa hadir di tempat-tempat seperti ini. Meski mendapat masukan negatif, coba tanggapi dengan baik.
Dengan begitu, pelanggan pun merasa didengarkan dan dianggap penting.
4. Minta feedback
Sebelumnya, sudah ada poin tentang menanggapi review yang diberikan pelanggan. Nah, kamu sendiri juga bisa dengan aktif mencari masukan itu, lho.
Bagaimana pengalaman mereka saat menggunakan produkmu? Apakah mereka mau merekomendasikannya ke orang lain?
Kamu bisa menggunakan net promoter score atau customer effort score. Jika feedback ternyata positif, apakah mereka mau memberikan testimoni?
Dengan trik customer empowerment ini, merekmu bisa dinilai menghargai konsumen.
5. Lakukan customer onboarding
Produkmu butuh waktu untuk dikuasai? Banyak orang yang bingung saat pertama kali menggunakannya?
Apabila demikian, coba lakukan customer onboarding. Sesaat setelah mereka membeli produk, tuntun mereka dan ajari cara menggunakan produkmu.
Lewat langkah ini, kamu menunjukkan apa saja masalah yang bisa diselesaikan produkmu. Mereka pun jadi berdaya dan paham, kira-kira, bagaimana kamu bisa membantunya?
Baca Juga: Pelajari 5 Strategi yang Dapat Membantu Peningkatan Sales Growth
Mau tak mau, kemajuan zaman memang mendorong berbagai perubahan. Salah satunya adalah bagaimana kamu harus memperlakukan pelanggan.
Bentuknya sendiri bisa bermacam-macam. Customer empowerment alias pemberdayaan konsumen hanyalah salah satunya.
Masih banyak hal yang diubah oleh berbagai pembaruan lainnya. Kamu wajib terus update tentang hal ini, ya!
Dengan begitu, proses sales-mu pun bisa maksimal. Tak perlu lagi takut kalah dengan para saingan.
Lantas, dari mana kamu bisa mempertajam skill di bidang ini? Glints ExpertClass adalah jawabannya.
Di kelas tersebut, kamu bisa belajar banyak dari para ahli yang punya karier jempolan. Tak cuma jadi pendengar, kamu juga bisa memperdalam materi dengan sesi tanya jawab.
Menarik, kan? Yuk, cari kelas yang tepat untukmu di Glints ExpertClass!
