Jangan Lupakan Presales, Proses untuk Pastikan Sales-mu Berhasil

Diperbarui 11 Jun 2025 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia

Meskipun tidak seterkenal sales, istilah presales adalah suatu hal yang kian menjadi populer saat ini, lho.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Presales semakin sering didengar dalam industri teknologi, khususnya yang berbasis business to business (B2B).

Karena cenderung masih baru dikenal, masih banyak orang yang belum memahami konsep presales.

Padahal, presales merupakan salah satu cara mewujudkan customer experience yang menyenangkan untuk pelanggan perusahaanmu.

Saat para pelanggan merasa senang dan nyaman menggunakan layanan dan produk yang ditawarkan, tentu mereka akan kembali membeli, kan?

Mengutip Tallyfy, presales bisa meningkatkan conversion rate sebanyak 5 poin dan mendatangkan revenue hingga 6-13% lebih tinggi.

Tentu kamu juga ingin bisa memaksimalkan keuntungan bisnis, kan?

Oleh karena itu, yuk, pelajari tentang konsep presales bersama Glints lewat artikel ini!

Baca Juga: 7 Tips Lakukan Penjualan, Salesperson Harus Tahu!

Apa Itu Presales?

presales adalah

© Freepik.com

Menurut Vivun, presales adalah sebuah departemen atau sekelompok peran yang mendukung proses closing sales.

Sales engineer, solution consultant, solution architect, dan value consultant adalah posisi-posisi dalam perusahaan yang biasanya terlibat dalam presales.

Orang-orang ini membantu para profesional di bidang sales untuk menunjukkan value sebuah produk yang ditawarkan.

Proses presales dilakukan sebelum akuisisi customer sehingga merupakan tahap yang sangat awal dalam sebuah siklus sales.

Dengan presales, perusahaan bisa mengembangkan hubungan bisnis yang lebih erat dengan pelanggan menggunakan metode teknis.

Mengapa Presales Penting?

presales adalah

© Freepik.com

Glints telah memaparkan bahwa presales adalah cara untuk meningkatkan keuntungan bisnis.

Oleh karena itu, hal ini sangat dibutuhkan untuk penjualan yang terus meningkat.

Harvard Business Review menyatakan bahwa perusahaan yang mampu menjalankan proses presales dengan baik bisa mencapai 40-50% win rate untuk awal bisnis dan 80-90% dalam proses pembaruan.

Baca Juga :  Perlancar Komunikasi, Ini 7 Tips Melakukan Data Storytelling

Tanpa teknologi presales yang mendukung proses sales secara maksimal, akan sulit bagi bisnis untuk bisa terus bertahan dan berkembang.

Apalagi, kondisi pasar dan tren konsumen terus berubah.

Baca Juga: 7 Langkah Rancang Sales Plan untuk Perlancar Penjualan

Tugas Presales

presales adalah

© Sucai.gaoting.com

1. Mencari lead yang sesuai kualifikasi

Salah satu tugas presales adalah mencari calon lead yang potensial untuk bisnismu.

Untuk melakukan ini, kamu bisa melakukan cold calling, riset, dan berkomunikasi dengan calon lead lewat chat.

Menjadi selektif dalam menentukan lead sangat penting.

Pasalnya, jika kita fokus pada orang yang kurang tepat, proses sales akan menjadi tidak efektif dan efisien.

2. Discovery call

Setelah menemukan lead-lead yang memang potensial, kamu bisa melakukan discovery calling.

Discovery call adalah perbincangan pertama dengan prospek.

Tujuannya yaitu untuk mengetahui apakah mereka memang tertarik dengan penawaranmu.

Selain itu, pada tahap ini kamu juga bisa mengetahui apa masalah yang mereka hadapi atau ekspektasi mereka terhadap solusi yang ditawarkan.

3. Menyiapkan presentasi/proposal

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari discovery call, presentasi dapat dibuat.

Presentasi ini harus memaparkan value proposition produk atau jasa terhadap prospek sehingga mereka bisa jadi lebih tertarik.

4. Riset kompetitor

Riset kompetitor juga adalah tanggung jawab dari tim presales.

Mengetahui informasi tentang kompetitor adalah hal yang penting dalam menyusun value proposition-mu.

Informasi yang biasanya dibutuhkan adalah produk, harga, customer base, dan masih banyak lagi.

5. Analisis konsumen

Memahami konsumenmu dengan baik tentunya sangat penting untuk bisnis.

Dengan memahami apa yang mereka inginkan dan butuhkan, kamu bisa memberikan penawaran dan pelayanan yang lebih baik lagi.

6. Membuat buyer persona

Informasi tentang prospek yang sudah dikumpulkan oleh presales adalah modal penting untuk membangun buyer persona.

Baca Juga :  Asyik dan Menguntungkan, Apa Itu Instagram Story Template?

Buyer persona sangat dibutuhkan oleh tim sales untuk menyusun strategi penjualan dan proses lainnya.

Baca Juga: 5 Tips Tingkatkan Skill Sales, Ampuh Maksimalkan Penjualanmu

Pada dasarnya, presales adalah proses mencari, mengambil hati, dan menjaga konsumen agar tetap tertarik dengan produkmu.

Setelah menyimak penjelasan Glints, kamu sudah paham, kan betapa pentingnya proses ini?

Jika ingin belajar lebih lanjut tentang berbagai aspek yang mendukung kesuksesan sales, yuk, cek Glints ExpertClass!

Kelas-kelas online yang ada di sana dibawakan langsung oleh pakar berpengalaman.

Klik di sini untuk intip kelas yang tersedia dan langsung beli tiketnya sebelum kehabisan tiket, ya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon