Pengalaman Organisasi di CV: Tips Mencantumkan dan Contohnya

Diperbarui 04 Apr 2024 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Punya banyak pengalaman organisasi yang menurutmu keren dipajang di CV? Tunggu dulu, jangan asal mencantumkan.

    Ternyata, ada aturan dan hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum melakukan hal ini.

    Nah, apakah saat ini kamu mencantumkan pengalaman organisasi di CV?

    Yuk, ketahui apakah sebenarnya mencantumkan pengalaman organisasi di curriculum vitae penting atau tidak dan bagaimana cara menuliskannya dengan benar.

    Langsung saja simak baik-baik penjelasannya di bawah ini, ya.

    Baca Juga: Tips Menulis dan Contoh CV Sederhana yang Tetap Memukau

    Mencantumkan Pengalaman Organisasi di CV

    Apakah mencantumkan pengalaman organisasi di CV penting?

    Hal ini kadang menjadi perdebatan dan keraguan tersendiri bagi para pelamar kerja, khususnya fresh graduate yang baru saja lulus kuliah.

    Berbagai sumber seperti  The Balance Careers dan Pop Sugar setuju bahwa perlu ada kolom khusus untuk pengalaman organisasi di CV. 

    Kolom ini disarankan terpisah dari pengalaman kerja seperti magang maupun pengalaman menjadi sukarelawan.

    Adanya pengalaman ini di curriculum vitae membuat kita bisa mendukung pengakuan skill-skill pribadi yang sudah dicantumkan.

    Misalnya, dinyatakan dalam CV bahwa kamu memiliki kemampuan memimpin dan bekerja dalam kelompok.

    Nah, dengan adanya bukti kiprahmu dalam sebuah organisasi dapat membuat perekrut lebih yakin kalau kamu benar-benar punya sifat kepemimpinan yang baik.

    Pasalnya, hal tersebut sudah terasah setelah berperan dalam organisasi.

    Menyertakan pengalaman organisasi dalam curriculum vitae juga merupakan salah satu cara menyiasati kurangnya pengalaman kerja para pelamar yang baru saja selesai studi.

    Hal ini dilakukan agar lembaran lamaranmu tidak terlihat begitu kosong.

    Tips Menulis Pengalaman Organisasi di CV

    1. Tulis nama organisasi

    Mencantumkan pengalaman organisasi di CV harus dilakukan dengan jelas.

    Pastikan nama organisasi yang kamu ikuti disertakan di kolom pengalaman organisasi.

    Contohnya, Himpunan Mahasiswa Psikologi, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas A, dan lain-lain.

    2. Sertakan posisi dan masa jabatan di organisasi

    Menulis nama organisasi saja tentunya tidak cukup, kamu pun harus menyertakan posisi apa yang kamu miliki dan berapa lama masa jabatanmu.

    Letakkan posisi dan masa jabatan setelah nama organisasimu.

    Untuk masa jabatannya, tidak perlu terlalu detail. Bulan dan tahun mulai dan berakhir dinilai sudah cukup bagi perekrut.

    Baca Juga: CV Bahasa Indonesia dan Inggris, Mana yang Lebih Baik, Ya?

    3. Jelaskan tanggung jawab dan pencapaian

    Hal yang sangat penting untuk ada di CV ketika menyertakan pengalaman organisasi adalah deskripsi tanggung jawab selama berperan dalam organisasi dan pencapaian jika ada.

    Kedua hal ini harus ditulis dengan poin-poin singkat yang padat dan mampu menjelaskan apa saja yang sudah dicapai selama berada di organisasi.

    Namun, hati-hati jangan sampai memenuhi tampilan CV karena justru akan membuatnya menjadi sulit atau terlalu lama untuk dibaca.

    Jika ini terjadi, bukannya membuat HRD terkesan, CV-mu malah akan tidak lolos seleksi.

    4. Perhatikan format

    Tak peduli seberapa hebat kiprahmu dalam organisasi, apabila format penulisannya tidak sesuai dan baik, akan percuma karena hal ini merupakan nilai minus di mata HRD.

    Oleh karena itu, wajib untuk memperhatikan format penulisan CV yang benar.

    Urutkanlah pengalaman organisasimu dari yang terbaru hingga yang paling lama.

    Jangan lupa untuk menggunakan kapitalisasi dan tanda baca yang tepat.

    Selain itu, perhatikan juga pilihan font dan ukuran tulisan. 

    Banyak orang melakukan kesalahan dengan memilih font yang terlalu sulit terbaca dan diperparah dengan ukuran tulisan yang kecil.

    Pastikan CV-mu terlihat rapi dan mudah dibaca dari jarak yang wajar, ya.

    5. Pastikan relevansi dengan posisi yang dilamar

    Tidak semua pengalaman organisasi harus ditampilkan di curriculum vitae, apalagi jika tidak ada hubungannya dengan posisi yang kamu lamar.

    Organisasi umum seperti UKM, BEM, atau himpunan kampus biasanya bermanfaat dan perlu dicantumkan untuk posisi apapun.

    Misalnya, kamu pernah menjadi bendahara. Maka akan cocok untuk melamar pekerjaan di bidang finance.

    Berbeda dengan organisasi yang lebih spesifik misalnya komunitas hobi yang tidak ada hubungannya. Hal ini lebih baik dihapus dari CV.

    Baca Juga: Yuk, Coba 5 Situs yang Bisa Bantu Review CV-mu Berikut Ini!

    Contoh Pengalaman Organisasi di CV

    Setelah memahami tips dan apa saja yang perlu diperhatikan saat menulis pengalaman organisasi di CV, berikut adalah contoh yang bisa kamu jadikan referensi.

    Posisi ketua divisi atau setara

    Posisi anggota atau setara

    Baca Juga: Yuk, Coba 5 Situs yang Bisa Bantu Review CV-mu Berikut Ini!

    Demikianlah sekilas pembahasan mengenai perlu atau tidaknya pengalaman organisasi di CV.

    Dapat disimpulkan bahwa mencantumkannya adalah hal yang dianjurkan, akan tetapi kita harus cermat memilih mana yang membuat nilai jual kita lebih baik di mata HRD dan mana yang tidak.

    Dengan tips ini, pasti CV-mu sudah lebih bagus, kan?

    Langsung saja lamar ke perusahaan yang kamu mau. Cek berbagai lowongan kerja terbaru di Glints, yuk!

    [maxbutton id=”1″ url=”https://glints.com/id/lowongan-kerja?utm_source=blog&utm_medium=iframe&utm_campaign=IDBlogCandidates_iframe&utm_content=pengalaman-organisasi-di-cv” text=”Cek Lowongan Kerja” window=”new” ]

    Yuk, temukan pembahasan lebih detail mengenai penulisan dokumen melamar kerja di artikel in-depth Glints yang berjudul Fresh Graduate Starter Kit: Template CV, Cover Letter, & Surat Rekomendasi.

    Kamu bisa mendapatkan tips menulis CV dan cover letter, cara meminta surat rekomendasi, dan template siap pakai! Baca selengkapnya di sini.


    Comments are closed.

    Artikel Terkait