Marketing Qualified Lead vs Sales Qualified Lead: Apa Bedanya?

Diperbarui 13 Mar 2021 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : Geofanni Nerissa Arviana

MQL dan SQL adalah dua istilah penting di dunia marketing dan sales. Namun, apakah kamu tahu perbedaan MQL dan SQL?

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Keduanya merupakan sebutan bagi pihak yang memiliki ketertarikan pada sebuah produk, jasa, atau perusahaan. Hal utama yang membedakan keduanya adalah karakteristik masing-masing.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan MQL dan SQL, yuk, simak artikel berikut ini hingga selesai!

Baca Juga: Apa Perbedaan Sales dan Marketing? Yuk, Simak di Sini!

MQL vs SQL

tips berteman dengan atasan

© Freepik.com

Sebelum mengetahui perbedaan marketing qualified lead (MQL) dan sales qualified lead (SQL), kamu perlu mengetahui definisi dari keduanya.

Dilansir dari ImpactBND, MQL adalah lead yang telah menunjukkan ketertarikannya pada suatu produk atau perusahaan.

Ketertarikan ini biasanya terlihat dari suatu perilaku atau tingkat keterlibatan tertentu, seperti kunjungan website.

Sementara itu, SQL adalah tahap setelah MQL. Jika MQL belum siap untuk masuk ke tahap pembelian, SQL sudah.

Mengetahui perbedaan MQL dan SQL adalah hal yang penting bagi perusahaan. Pasalnya, setiap perusahaan berharap MQL mereka bisa berubah menjadi SQL.

Namun faktanya, dikutip dari Instapage, ada 90% MQL yang tidak berubah menjadi SQL. Alasannya simpel, yaitu karena perusahaan terlalu cepat menilai MQL.

Oleh karena itu, Glints akan memberikan penjelasan tentang perbedaan keduanya seperti ditulis oleh Instapage.

1. Perilaku lead

Perilaku merupakan salah satu perbedaan MQL dan SQL yang paling terlihat. Hal ini menunjukkan bagaimana lead terlibat dengan perusahaan secara online.

Beberapa karakteristiknya adalah sebagai berikut.

a. Pertama kali atau berkali-kali

Jika lead baru pertama kali mengunjungi situs web perusahaan, mereka dapat dikategorikan sebagai MQL.

Namun jika lead sudah mengunjungi situs web sebanyak minimal 3 kali, mereka bisa didefinisikan sebagai SQL.

Baca Juga :  Kenalan dengan Visual Basic .NET, Bahasa Pemrograman yang Digunakan Microsoft

b. Jumlah konversi

Umumnya situs web perusahaan memiliki landing page. Jumlah konversi landing page ini dapat menjadi salah satu penentu apakah mereka termasuk dalam MQL atau SQL.

Jika mereka hanya men-download 1 atau 2 konten pada landing page penawaran, mereka dapat dikategorikan sebagai MQL.

Sementara itu, SQL biasanya mengonversi beberapa penawaran yang berbeda.

c. Tahap dalam siklus pembelian

Perbedaan MQL dan SQL lainnya adalah tahap dalam siklus pembelian.

Sebagai contoh, mereka yang men-download informasi dari landing page situs web perusahaan disebut sebagai MQL.

Di samping itu, jika mereka meminta hal yang lebih seperti live demo, mereka dapat dikatakan sebagai SQL.

d. Permintaan kontak

Hal lain yang membedakan MQL dan SQL adalah permintaan kontak.

Umumnya, SQL akan mengontak atau meminta untuk dikontak lebih lanjut oleh perusahaan. Mereka ingin mendapatkan informasi tambahan tentang produk atau jasa yang ditawarkan.

Sementara itu, MQL biasanya tidak meminta untuk dihubungi oleh perusahaan.

2. Demografi Lead

Selain hal-hal terkait perilaku lead, perusahaan juga bisa menentukan siapa yang termasuk MQL maupun SQL. Perusahaan bisa menentukannya dari demografi lead.

Biasanya, hal-hal terkait demografi lead yang merupakan perbedaan antara MQL dan SQL antara lain jenis pekerjaan, industri, dan ukuran perusahaan lead.

Namun, ketentuan ini bisa berubah sesuai dengan harapan perusahaan.

Baca Juga: Mengenal Marketing 4.0, Strategi Pemasaran Baru di Era Digital

Lead Scoring

tips mencatat pengeluaran

© Freepik.com

Lead scoring adalah langkah yang dilakukan perusahaan untuk menimbang apakah lead termasuk dalam MQL atau SQL.

Berbagai perbedaan MQL dan SQL yang telah disebutkan di atas bisa menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan.

Namun, ada beberapa hal lain yang umumnya digunakan sebagai indikator penentuan lead, yaitu:

  • Demographic information
  • Company information
  • Online behavior
  • Email subscription status
  • Email engagement
  • Social engagement
Baca Juga :  Apa Itu Authoritative Content? Bantu Kontenmu Masuk Halaman Pertama Google

Proses lead scoring merupakan tahapan yang penting, sebab perusahaan perlu menentukan siapa yang akan mendapat perlakuan sebagai MQL maupun SQL.

Dengan demikian, perusahaan bisa mendapat lead yang sesuai untuk dibawa lanjut ke tahap sales.

Baca Juga: Memahami Sales Funnel dan Penerapannya dalam Bisnismu

Itulah penjelasan lengkap dari Glints tentang perbedaan MQL dan SQL.

Singkatnya, hal yang membedakan keduanya adalah sampai sejauh mana ketertarikan mereka pada sebuah produk, jasa, atau perusahaan.

Tentunya perusahaan berharap MQL bisa segera berubah menjadi SQL hingga menjadi lead tetap.

Nah, sekarang kamu sudah lebih paham dengan konsep MQL dan SQL. Keduanya biasanya dipakai oleh seseorang yang bekerja di bidang marketing dan sales.

Jika kamu tertarik, ada banyak pilihan lowongan pekerjaan marketing dan sales di Glints, lho!

Yuk, sign up dan apply sekarang!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon