7 Cara Sukses Meminta Pindah Departemen pada Atasan
Ditulis oleh : Rena Widyawinata
Bosan dan ingin mencari tantangan baru dalam karier adalah hal lumrah bagi setiap pekerja. Namun, untuk meminta pindah departemen, tidak ada cara singkat atau jalur cepatnya.
Butuh proses panjang dan kamu harus mempersiapkan dokumen hingga skill yang terkait agar perpindahan departemenmu (mutasi) disetujui
Makanya, supaya tidak salah langkah, begini cara bijak ketika meminta pindah departemen pada atasan.
1. Perbarui CV dan resume
Menurut Top Resume, hal pertama yang harus kamu persiapkan sebelum meminta mutasi adalah memperbaiki CV dan resume.
Ini akan menjadi salah satu bekal ketika kamu meminta pindah departemen.
Tulis segala pekerjaan dan keterampilan yang kamu miliki saat ini dalam resume.
Kemudian, jelaskan juga keterampilanmu yang dapat mendukung dan cocok untuk posisi baru yang diinginkan.
Tulis dengan jelas kompetensi dan kontribusi apa yang bisa kamu berikan untuk departemen baru serta pengaruhnya pada target bisnis.
2. Kerjakan seluruh pekerjaan yang tertunda
Cara selanjutnya sebelum meminta langsung ke atasan untuk pindah departemen adalah fokus mengerjakan pekerjaan saat ini.
Pastikan kamu telah menyelesaikan semua tugas dan target di posisi sekarang. Sehingga saat berbicara ke atasan, ia akan semakin yakin pada kualitasmu.
Kamu juga harus memastikan kebijakan perusahaan terkait mutasi.
Terkadang ada perusahaan yang mengharuskan karyawannya berada di posisi dan departemen yang sama dalam rentang waktu tertentu.
3. Bangun networking dalam perusahaan
Cara lain agar proses pindah departemen lebih mulus adalah dengan membangun networking kerja.
Kamu bisa mulai dengan berkenalan dan membangun komunikasi dengan orang-orang di departemen baru.
Dengan begitu, ketika kamu pindah nanti, proses mutasi dan adaptasinya akan jauh lebih mudah.
Hal ini juga bisa kamu jadikan bekal ketika nanti berbicara pada atasan. Networking yang sudah terjalin ini dapat menjadi pertimbangan atasan kamu.
4. Sebut posisi pekerjaan dengan spesifik
Menurut The Muse, kamu sebaiknya menyebutkan posisi spesifik ketimbang hanya meminta pindah ke sebuah departemen.
Dengan begitu kamu bisa menjelaskan dengan rinci apa saja alasan untuk mengajukan mutasi.
Misalnya, dari kompetensi dan keterampilanmu, kamu lebih cocok di posisi digital marketing.
Jelaskan apa saja kontribusi yang bisa kamu lakukan dan sejauh apa target ketika menjabat posisi tersebut.
5. Mempersiapkan dokumen hingga handover pekerjaan
Cara selanjutnya supaya permintaan pindah departemen disetujui atasan adalah dengan mempersiapkan segala hal.
Termasuk mempersiapkan dokumen serah terima kerja untuk penggantimu.
Bahkan, kamu bisa menawarkan diri untuk melakukan training pekerjaan ke pengganti.
Hal ini membuat kamu terlihat siap dan bertanggung jawab di mata atasan.
6. Berikan alasan yang jelas dan masuk akal
Tanpa alasan yang jelas, atasan akan ragu untuk menyetujui permintaanmu pindah departemen.
Lebih buruknya, kamu akan dikira hanya berusaha kabur dari masalah dari pekerjaan saat ini.
Oleh karena itu, penting untuk menentukan alasan yang jelas dan terperinci.
Misalnya, kamu jelaskan bahwa permohonan ini terjadi karena dalam dua tahun terakhir, kamu sadar bahwa posisi incaran tersebutlah yang cocok untukmu.
Jabarkan pula bahwa kamu sudah menambah dan mengasah skill yang berhubungan dengan posisi baru di departemen tersebut.
Bisa juga kamu menjelaskan bahwa passion yang selama ini belum terwujud dalam pekerjaan sekarang, bisa dicapai dalam posisi baru.
Pastikan kamu jujur dan benar-benar ingin pindah departemen, ya.
7. Ikuti proses yang berlaku
Setelah mempersiapkan semuanya kamu harus tahu kapan waktu yang tepat untuk berdiskusi dengan atasan.
Sebaiknya undang atasanmu dalam rapat terpisah dan hanya kalian berdua.
Dengarkan pendapat dan jawab pertanyaan-pertanyaannya, serta ikuti aturan mutasi di perusahaan,
Jangan memaksa untuk proses berjalan cepat, ya. Nanti, malah atasan jadi tidak mau membantumu.
Nah, itulah tujuh cara dan tips yang bisa jadi peganganmu nanti saat sudah siap meminta pindah departemen.
Semuanya butuh proses dan diskusi panjang. Yang terpenting juga harus kamu pertimbangkan dengan matang.
Nah, lalu apa saja sih yang harus kamu pertimbangkan jika ingin mutasi? Yuk, cek selengkapnya di artikel ini!
