BEM: Definisi, Fungsi, dan Contoh-Contoh Programnya

Diperbarui 26 Jan 2024 - Dibaca 5 mnt

Isi Artikel

    BEM adalah singkatan dari badan eksekutif mahasiswa.

    Dari sekian banyak organisasi di perkuliahan, badan eksekutif mahasiswa mungkin salah satu yang paling familier bagi mahasiswa baru.

    Namun, apakah kamu sudah tahu apa saja fungsi dan kegiatan yang dikerjakan oleh organisasi ini?

    Yuk, pelajari lebih lanjut melalui rangkuman Glints berikut!

    Apa Itu BEM?

    BEM adalah organisasi mahasiswa yang berfungsi sebagai lembaga eksekutif di tingkat perguruan tinggi.

    Dilansir dari SB IPB, dalam melaksanakan program-programnya, BEM akan membentuk beberapa departemen berbeda.

    BEM memiliki 1 orang ketua dan 1 orang wakil. Di beberapa kampus, mereka terkadang disebut sebagai presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa.

    Selain itu, mereka akan dibantu oleh segenap kepengurusan inti seperti bendahara, sekretaris, dan humas.

    Masa kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa adalah 1 tahun. Artinya, akan ada open recruitment bagi calon anggota baru setiap 1 tahun sekali.

    Baca Juga: 8 Pertanyaan Saat Interview Magang Plus Cara Jitu Menjawabnya!

    Tugas dan Fungsi BEM

    Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai beberapa tugas dan fungsi BEM.

    1. Sebagai agent of change (agen perubahan)

    BEM merupakan representasi mahasiswa yang berfungsi sebagai agen perubahan.

    Organisasi ini bertugas menjadi penggerak perubahan ke arah yang lebih baik melalui berbagai program dan kerja sama.

    2. Sebagai social control

    Tidak hanya di lingkungan universitas, organisasi mahasiswa juga dapat merespon isu-isu sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat yang lebih luas.

    BEM berperan untuk mengawasi setiap kebijakan yang dibuat oleh kampus maupun lembaga pemerintahan Indonesia.

    3. Sebagai fasilitator

    Badan eksekutif mahasiswa merupakan jembatan penghubung antara mahasiswa dengan pihak kampus.

    Jika mahasiswa memiliki pertanyaan atau aspirasi terkait kebijakan kampus, mereka dapat menyampaikannya melalui Badan Eksekutif Mahasiswa.

    4. Sebagai perwakilan

    Tidak hanya dalam penyerapan aspirasi, peran badan eksekutif mahasiswa sebagai perwakilan mahasiswa juga tercermin dalam upaya pemberdayaan mahasiswa.

    Tugasnya adalah mengakomodasi kebutuhan mahasiswa untuk mengoptimalkan kemampuannya.

    5. Sebagai pembangun sinergitas

    Di lingkungan kampus, BEM tidak bisa berdiri sendiri.

    Mereka juga bertugas membangun kerjasama dengan seluruh organisasi mahasiswa lainnya demi mencapai tujuan bersama.

    Baca Juga: 6 Contoh CV Mahasiswa dan Langkah-Langkah Menyusunnya

    Tingkatan BEM

    Perlu diketahui bahwa di sebagian besar perguruan tinggi, terdapat 2 tingkatan BEM. Ini dia penjelasan singkatnya.

    1. BEM universitas

    Secara garis besar, berikut adalah tugas utama BEM di tingkat universitas:

    • menyampaikan aspirasi mahasiswa pada pihak terkait di level universitas (rektorat)
    • menjaga ketertiban dan toleransi antar mahasiswa kampus
    • mewakili dan menaungi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

    Selain itu, mereka juga dapat bersinergi dengan BEM seluruh fakultas untuk bekerja sama menjalankan program dan menampung aspirasi mahasiswa.

    2. BEM fakultas

    Dilansir dari Universitas Nurul Jadid, BEM fakultas adalah organisasi kemahasiswaan sebagai lembaga eksekutif tertinggi di tingkat fakultas.

    Mereka berada di bawah garis instruksi dekan dan wakil dekan masing-masing fakultas.

    Jadi, jika mahasiswa ada yang memiliki aspirasi untuk pihak fakultas, mereka dapat menyampaikannya ke badan eksekutif mahasiswa tingkat fakultas.

    Di tingkat jurusan, sudah tidak ada lagi organisasi lembaga eksekutif. Yang ada hanya himpunan mahasiswa jurusan saja.

    Contoh Kegiatan atau Program Kerja BEM

    Sebelumnya disebutkan bahwa BEM biasanya akan memiliki beberapa departemen.

    Nah, tiap departemen atau biro mempunyai masing-masing kegiatan atau program kerjanya sendiri.

    Berikut adalah beberapa contoh kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa supaya kamu bisa mendapatkan gambarannya.

    1. Kegiatan pengenalan kampus

    Ospek yang kamu jalani di perkuliahan umumnya termasuk ke dalam salah satu program kerja BEM, baik di tingkat fakultas maupun universitas.

    Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus.

    Selain itu, mahasiswa juga akan dikenalkan dengan berbagai jenis organisasi dan unit kegiatan, sehingga lebih minat untuk bergabung nantinya.

    2. Seminar atau workshop

    Sebaga organisasi mahasiswa, mereka juga berperan dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa.

    Salah satu contohnya adalah potensi kewirausahaan.

    Peran ini kemudian dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk penyelenggaraan kelas-kelas pelatihan, seminar, atau workshop kewirausahaan.

    3. Advokasi kebijakan

    Pada program kerja ini, Badan Eksekutif Mahasiswa akan mengawal isu-isu kemahasiswaan, seperti:

    • kebijakan UKT
    • regulasi akademik
    • progam KKM
    • beasiswa
    • isu kemahasiswaan lainnya

    Biasanya, program ini berada di bawah departemen adkesma atau advokasi kesejahteraan mahasiswa.

    Departemen ini kemudian akan menyerap aspirasi kemudian melakukan advokasi ke pihak terkait.

    4. Pengabdian masyarakat

    Melalui program pengabdian masyarakat, diharapkan masyarakat merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa, begitu juga sebaliknya.

    Mahasiswa dapat memahami permasalahan yang benar-benar ada di masyarakat.

    Tak hanya itu, mereka juga bisa bekerja sama dengan pihak swasta, pemerintahan, bahkan NGO dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

    Beberapa contoh kegiatan pengabdian masyarakat di antaranya adalah mengajar secara sukarela, memberi bantuan ke desa-desa, mengadakan pelatihan bagi komunitas, dan lain-lain.

    5. Gerakan sosial

    Kamu mungkin sudah sering melihat Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ikut serta dalam demonstrasi atau aksi protes.

    Ini memang masih berkaitan dengan peran mahasiswa itu sendiri dalam mengawal isu-isu sosial, ekonomi, dan juga politik.

    Aksi tersebut biasanya diinisiasi berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh masing-masing BEM.

    Gerakan sosial ini juga dilakukan melalui platform digitaltermasuk di media sosial, seperti membuat konten-konten yang membahas isu yang luput dari perhatian masyarakat.

    Baca Juga: Lanjut Kerja atau Kuliah S2 Ya?

    Demikian penjelasan mengenai apa itu BEM dan contoh-contoh kegiatannya.

    Kalau kamu masih butuh lebih banyak penjelasan dan tips seputar dunia perkuliahan, ayo baca artikel lain di Glints Blog!

    Kamu bisa temukan pembahasan lain yang tak kalah menarik, seperti prospek karier beberapa jurusan dan tips menyelesaikan skrpsi.

    Tertarik? Klik link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait