Ingin Brand Mudah Dikenali? Yuk, Kenalan dengan Audio Branding dalam Marketing
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia
Tahukah kamu kalau branding dengan visual saja tidak cukup? Kamu perlu mempertimbangkan suara alias audio branding atau sound branding juga.
Meskipun banyak digunakan perusahaan besar, tetapi branding dengan suara juga bisa dimanfaatkan oleh bisnis kecil dan menengah.
Penasaran ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini? Yuk, simak seluk-beluknya dalam artikel Glints ini!
Isi Artikel
Apa Itu Audio Branding?
© Freepik.com
Menurut International Sound Awards, audio branding adalah proses pengembangan dan manajemen brand dengan menggunakan elemen suara.
Dikenal juga dengan sound branding, hal ini merupakan bagian dari komunikasi brand yang sangat penting bagi perusahaan atau bisnis.
Tujuan dari audio branding adalah untuk membangun suara brand yang mampu merepresentasikan identitas dan nilai sebuah brand secara jelas.
Pada akhirnya, branding dengan suara mampu menimbulkan brand awareness.
Dalam sound branding, dikenal audio logo, yaitu elemen utama dari usaha branding ini.
Berikut adalah beberapa contoh dari audio logo sebagai upaya sound branding beberapa brand terkenal yang mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita.
Bisakah kamu menebaknya?
Mengapa Audio Branding Penting?
© Freepik.com
Untuk mendapatkan perhatian audiens, biasanya sebuah iklan membutuhkan waktu 10 hingga 30 detik.
Namun, dengan audio logo, upaya branding dapat dilakukan lebih cepat.
Selain itu, brand dapat mewujudkan hubungan yang lebih erat dengan pada pelanggan dengan suara, sehingga hal ini tidak boleh dianggap remeh.
Suara memiliki kemampuan untuk menimbulkan emosi dan kenangan spesifik, dan hal ini sangat penting bagi sebuah brand jika ingin membangun sebuah citra tertentu pada benak konsumen.
Manfaat Sound Branding
© Freepik.com
1. Membuat identitas brand yang dikenang
Menurut Gary Vaynerchuk, suara adalah media yang sangat kuat meski hanya disampaikan dalam beberapa detik.
Dengan audio yang terus diperdengarkan bersama dengan iklan, audiens akan lebih memperhatikan brand-mu dan tanpa sadar mengingatnya di benak mereka untuk waktu yang lama.
2. Memperkuat nilai brand
Audio branding mampu mengekspresikan nilai dan kepribadian brand, sehingga brand dapat menjadi mudah dikenali dari touchpoint manapun yang ditemukan pelanggan.
Oleh karena itu, penting untuk memperdengarkannya di mana pun, seperti di situs web, video YouTube, dan lain-lain.
3. Memengaruhi perasaan pelanggan
Suara telah diketahui efektif dalam memengaruhi perasaan seseorang.
Bahkan, dengan suara sound branding yang tepat, penjualan dapat ditingkatkan.
Sebuah studi menunjukkan bahwa musik yang mampu menurunkan stres dapat meningkatkan penjualan sebesar 10%, lho.
4. Meningkatkan kerelaan orang untuk membayar
Vijaykumar Krishnan melakukan studi yang menyimpulkan bahwa audio logo sebagai upaya branding berdampak pada pada kerelaan pelanggan untuk melakukan pembayaran.
Dalam studinya, enam nada dalam sebuah logo suara menunjukkan hasil yang lebih baik daripada tiga nada ataupun sembilan nada.
5. Meningkatkan kepercayaan
Salah satu hal yang paling penting bagi sebuah brand adalah kepercayaan pelanggan.
Nah, sound branding bisa sangat membantu dalam aspek ini.
Jika sebuah logo suara dibuat dengan baik, ia dapat membangun kepercayaan dengan pelanggan.
Ini disebabkan oleh nada yang mampu memberi dampak pada ingatan seseorang.
Nah, itulah serba-serbi audio branding yang perlu kamu ketahui.
Karena begitu penting, cobalah untuk mulai mendesainnya untuk brand-mu.
Jika butuh pemahaman lebih dalam tentang branding dalam pemasaran, kamu bisa ikut kelas marketing di Glints ExpertClass.
Glints ExpertClass adalah sebuah seminar yang diisi oleh para profesional dengan pengalaman segudang.
Dengan mengikutinya, kamu bisa dapat banyak ilmu dan pengalaman langsung dari ahlinya. Eits, kamu juga bisa tanya-jawab langsung, lho, dengan pemateri!
Tunggu apa lagi? Yuk, pilih kelas yang paling cocok untukmu!
