Apakah Deposito Adalah Pilihan Tepat untuk Masa Depan?

Diperbarui 18 2019 - dibaca 6 mnt
Chrissila Jessica author

Isi Artikel

    Menabung merupakan salah satu cara untuk menyisihkan gaji demi masa depan yang cemerlang.

    Apakah menabung di bank merupakan satu-satunya cara untuk mengumpulkan uang?

    Baca Juga: Memulai Investasi Yang Tepat Untuk Milenial

    Mungkin kamu harus melakukan deposito untuk mendapatkan keutungan yang lebih banyak.

    Namun, apakah depositi merupakan pilihan yang paling tepat?

    Definisi Deposito

    Deposito merupkana produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja,

    Berbeda dengan tabungan yang bisa ditarik seacar fleksibel. Biasanya deposito disimpan sampai jangka waktu tertentu baru dapat diambil atau dicairkan.

    Tentunya Deposito memberikan bunga yang lebih besar dari rekening tabungan.

    Dengan menyimpan Deposito, maka kamu seperti memberi pinjaman kepada bank untuk bank memutar uangnya, dan nantinya bank akan membayar Anda dalam bentuk bunga yang besarannya telah ditetapkan oleh bank.

    Plus Minus Deposito

    Sebenarnya, apa sih tujuan lain menabung dalam bentuk deposito? Untuk meminimalisir risiko inflasi. Lalu, apa saja sih kelebihan dan kekurangannya?

    Kelebihan Deposito

    • Bunga yang dihasilkan besar. Bunga yang ditawarkan oleh deposito adalah minimal 6% selama setahun. Angka ini cukup besar jika dibandingkan dengan menabung biasa yang hanya menawarkan 2-3 persen selama setahun. Bayangkan saja, jika kamu memiliki modal yang cukup besar untuk menabung dalam bentuk deposito sudah berapa banyak keuntungan yang kamu peroleh tiap tahunnya?

    Kekurangan Deposito

    • Pertumbuhan dana yang minim.
    • Modal yang dikeluarkan cukup besar, minimal 2,5 juta rupiah. Bahkan beberapa bank mengharuskan untuk menabung minimal 7-8 juta rupiah. Tidak semua orang mampu mengeluarkan modal sebanyak ini.

    Bunga Deposito 10 Bank Terbesar

    Dilansir dari finansialku.com, ada 10 bank yang memiliki bunga terbesar di Indonesia dalam urusan deposito.

    Sumber: www.finansialku.com

    Dari tabel ini, kamu bisa menentukan di manakah kamu akan mengendapkan uangmu dalam jangka waktu tertentu. Kamu bisa research terlebih dahulu untuk mendapatkan bunga atau keuntungan yang paling besar di jangka waktu yang sudah kamu tentukan.

    Jika deposito bukanlah merupakan satu-satunya bentuk investasi atau menabung, lalu bentuk apa lagi yang dapat dijadikan pedoman untuk memiliki simpanan jangka panjang?

    Emas

    Salah satu alternatif selain menabung dalam bentuk uang adalah dalam bentuk emas.

    Untuk para millenial, mungkin nabung emas bisa dicoba karena seperti yang kalian tahu harga emas terus meningkat setiap tahunnya.

    Namun, dilansir dari kompas.com, menabung dalam bentuk emas ternyata tidak dapat dijadikan untuk jangka panjang, hanya disarankan untuk menabung dalam jangka pendek atau menengah (5 tahun).

    Hal ini disebabkan oleh kenaikan emas tiap tahunnya yang tidak terlalu besar, sekitar 5-6 persen saja yang setara dengan inflasi.

    Properti

    Jika kamu memiliki modal yang besar, tidak ada salahnya untuk mencoba investasi dalam bentuk properti. Apa saja sih bentuk properti untuk investasi?

    Sewa-jual apartemen, tanah, kontrakan rumah atau bahkan membuat kos-kosan.

    Dengan kamu melakukan investasi dalam bentuk preperti, kamu juga mendapatkan pemasukan rutin serta pertumbuhan dana yang aktif.

    Namun, ada kekurangan dari investasi dalam bentuk properti seperti ini.

    Harga properti yang naik dan semakin mahal setiap tahunnya berbanding lurus dengan daya beli masyarakat yang semakin rendah.

    Likuiditas dalam hal jual-beli properti juga harus diperhitungkan.

    Dalam menjual properti, kita harus bersabar menunggu, tidak bisa menjual dan di saat itu langsung mendapat dana yang dibutuhkan.

    Maka, kekurangan properti adalah pada likuiditasnya yang tergantung pada keadaan ekonomi.

    Ekonomi membaik permintaan tinggi, likuiditas tinggi, jual-beli mudah, banyak yang kaya raya dari properti di siklus ini.

    Ekonomi memburuk dan permintaan rendah, jual-beli pun susah. Properti tidak seperti emas yang mudah diperjual-belikan kapan saja.

    Reksa Dana

    Beberapa pakar keuangan merekomendasikan untuk mencoba salah satu instrumen investasi ini, mengapa? karena reksa dana memiliki keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengen instrumen investasi lainnya yang sudah disebutkan di atas.

    Reksa Dana bisa dilakukan bisa dilakukan dengan modal minimum 100.000 rupiah dan return atau imbal balik tiap tahunnya rata-rata mencapai di atas 17% atau bahkan 20%.

    Persentase ini tentunya sangat jauh dari bunga deposito dan kenaikan angka inflasi.

    Kenaikan imbal hasil reksa dana saham tentu disesuaikan dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), semakin tinggi, maka semakin tinggi pula return yang didapat.

    Namun, jangan terlena dulu! Dengan imbal hasilnya yang tinggi, risiko reksa dana juga tinggi, lho. Istilahnya high risk high return.

    Reksa dana jenis lain seperti reksa dana pendapatan tetap, bisa menghasilkan return rata-rata 7-12 persen karena mengacu pada obligasi dan surat utang.

    Sementara untuk reksa dana campuran, yang mengacu pada obligasi dan saham, return yang dihasilkan rata-rata mencapai 12-17 persen.

    Berbeda lagi dengan reksa dana pasar uang yang cocok bagi investor dan memiliki profil risiko konservatif, mengapa? karena reksa dana ini mengacu pada pasar uang, deposito dan obligasi. Reksa dana jenis ini hanya menghasilkan return rata-rata 6-7 persen per tahunnya.

    Saham

    Saham merupakan surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan.

    Jika kamu membeli saham berarti kamu membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut dan berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen (pembagian laba per lembar saham), jika perusahaan membukukan keuntungan. Dalam konteks artikel ini, bila kamu menabung saham bank, berarti kamu membeli sebagian kepemilikan dari Bank yang telah listing di Bursa Efek Indonesia.

    Salah satu kelebihan dari investasi bentuk saham atau pasar modal adalah fluktuasi saham yang naik turun menawarkan Capital Gain (selisih harga jual-harga beli) yang menarik.

    Beberapa dividen cukup baik; rata-rata saham bluechip menawarkan 2-3% per tahun, saham lapis dua dan tiga bisa melebihi itu.

    Dividen dibagikan per interim, bisa pula per tahun. Kadang dibagikan, kadang tidak; sehingga investor perlu teliti sebelum membeli.

    Capital Gain dari saham bisa jauh melebihi bunga deposito per tahun. Resiko juga harus dibatasi.

    Bermain dalam saham pastinya juga memiliki risiko yang tinggi dan dibutuhkan keahlian menganalisis yang tinggi.

    Jika kamu malas menganalisis, malas belajar dan hanya mengikuti arus bukannya gain atau keuntungan yang kamu dapat, tapi malah loss alias ‘nyangkut’.

    Maka dari itu, selain investasi pada dana investasi jugalah terhadap waktu dan jangan terburu-buru menginginkan keuntungan yang besar.

    Nah, itu dia beberapa bentuk investasi yang mulai dapat kamu pelajari saat ini.

    Baca Juga: Kelemahan dan Keuntungan Investasi Reksa Dana Bagi Pemula

    Pelajari terlebih dahulu dan pilihlah sesuai dengan kebutuhanmu.

    Selain invetasi, apa saja sih yang harus dipersiapkan dari sekarang untuk masa depan? Baca di Glints Blog, yuk!

    Baca Juga: Investasi Untuk Para Eksekutif Muda: Alasan dan Jenis-jenis Investasi

    Kalau kamu lagi cari kerja, jangan lupa untuk sign up di Glints juga, ya!


      Artikel Terkait

      Apakah Deposito Adalah Pilihan Tepat untuk Masa Depan?

      Diperbarui 18 2019 - dibaca 6 mnt
      Chrissila Jessica author

      Isi Artikel

        Menabung merupakan salah satu cara untuk menyisihkan gaji demi masa depan yang cemerlang.

        Apakah menabung di bank merupakan satu-satunya cara untuk mengumpulkan uang?

        Baca Juga: Memulai Investasi Yang Tepat Untuk Milenial

        Mungkin kamu harus melakukan deposito untuk mendapatkan keutungan yang lebih banyak.

        Namun, apakah depositi merupakan pilihan yang paling tepat?

        Definisi Deposito

        Deposito merupkana produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja,

        Berbeda dengan tabungan yang bisa ditarik seacar fleksibel. Biasanya deposito disimpan sampai jangka waktu tertentu baru dapat diambil atau dicairkan.

        Tentunya Deposito memberikan bunga yang lebih besar dari rekening tabungan.

        Dengan menyimpan Deposito, maka kamu seperti memberi pinjaman kepada bank untuk bank memutar uangnya, dan nantinya bank akan membayar Anda dalam bentuk bunga yang besarannya telah ditetapkan oleh bank.

        Plus Minus Deposito

        Sebenarnya, apa sih tujuan lain menabung dalam bentuk deposito? Untuk meminimalisir risiko inflasi. Lalu, apa saja sih kelebihan dan kekurangannya?

        Kelebihan Deposito

        • Bunga yang dihasilkan besar. Bunga yang ditawarkan oleh deposito adalah minimal 6% selama setahun. Angka ini cukup besar jika dibandingkan dengan menabung biasa yang hanya menawarkan 2-3 persen selama setahun. Bayangkan saja, jika kamu memiliki modal yang cukup besar untuk menabung dalam bentuk deposito sudah berapa banyak keuntungan yang kamu peroleh tiap tahunnya?

        Kekurangan Deposito

        • Pertumbuhan dana yang minim.
        • Modal yang dikeluarkan cukup besar, minimal 2,5 juta rupiah. Bahkan beberapa bank mengharuskan untuk menabung minimal 7-8 juta rupiah. Tidak semua orang mampu mengeluarkan modal sebanyak ini.

        Bunga Deposito 10 Bank Terbesar

        Dilansir dari finansialku.com, ada 10 bank yang memiliki bunga terbesar di Indonesia dalam urusan deposito.

        Sumber: www.finansialku.com

        Dari tabel ini, kamu bisa menentukan di manakah kamu akan mengendapkan uangmu dalam jangka waktu tertentu. Kamu bisa research terlebih dahulu untuk mendapatkan bunga atau keuntungan yang paling besar di jangka waktu yang sudah kamu tentukan.

        Jika deposito bukanlah merupakan satu-satunya bentuk investasi atau menabung, lalu bentuk apa lagi yang dapat dijadikan pedoman untuk memiliki simpanan jangka panjang?

        Emas

        Salah satu alternatif selain menabung dalam bentuk uang adalah dalam bentuk emas.

        Untuk para millenial, mungkin nabung emas bisa dicoba karena seperti yang kalian tahu harga emas terus meningkat setiap tahunnya.

        Namun, dilansir dari kompas.com, menabung dalam bentuk emas ternyata tidak dapat dijadikan untuk jangka panjang, hanya disarankan untuk menabung dalam jangka pendek atau menengah (5 tahun).

        Hal ini disebabkan oleh kenaikan emas tiap tahunnya yang tidak terlalu besar, sekitar 5-6 persen saja yang setara dengan inflasi.

        Properti

        Jika kamu memiliki modal yang besar, tidak ada salahnya untuk mencoba investasi dalam bentuk properti. Apa saja sih bentuk properti untuk investasi?

        Sewa-jual apartemen, tanah, kontrakan rumah atau bahkan membuat kos-kosan.

        Dengan kamu melakukan investasi dalam bentuk preperti, kamu juga mendapatkan pemasukan rutin serta pertumbuhan dana yang aktif.

        Namun, ada kekurangan dari investasi dalam bentuk properti seperti ini.

        Harga properti yang naik dan semakin mahal setiap tahunnya berbanding lurus dengan daya beli masyarakat yang semakin rendah.

        Likuiditas dalam hal jual-beli properti juga harus diperhitungkan.

        Dalam menjual properti, kita harus bersabar menunggu, tidak bisa menjual dan di saat itu langsung mendapat dana yang dibutuhkan.

        Maka, kekurangan properti adalah pada likuiditasnya yang tergantung pada keadaan ekonomi.

        Ekonomi membaik permintaan tinggi, likuiditas tinggi, jual-beli mudah, banyak yang kaya raya dari properti di siklus ini.

        Ekonomi memburuk dan permintaan rendah, jual-beli pun susah. Properti tidak seperti emas yang mudah diperjual-belikan kapan saja.

        Reksa Dana

        Beberapa pakar keuangan merekomendasikan untuk mencoba salah satu instrumen investasi ini, mengapa? karena reksa dana memiliki keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengen instrumen investasi lainnya yang sudah disebutkan di atas.

        Reksa Dana bisa dilakukan bisa dilakukan dengan modal minimum 100.000 rupiah dan return atau imbal balik tiap tahunnya rata-rata mencapai di atas 17% atau bahkan 20%.

        Persentase ini tentunya sangat jauh dari bunga deposito dan kenaikan angka inflasi.

        Kenaikan imbal hasil reksa dana saham tentu disesuaikan dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), semakin tinggi, maka semakin tinggi pula return yang didapat.

        Namun, jangan terlena dulu! Dengan imbal hasilnya yang tinggi, risiko reksa dana juga tinggi, lho. Istilahnya high risk high return.

        Reksa dana jenis lain seperti reksa dana pendapatan tetap, bisa menghasilkan return rata-rata 7-12 persen karena mengacu pada obligasi dan surat utang.

        Sementara untuk reksa dana campuran, yang mengacu pada obligasi dan saham, return yang dihasilkan rata-rata mencapai 12-17 persen.

        Berbeda lagi dengan reksa dana pasar uang yang cocok bagi investor dan memiliki profil risiko konservatif, mengapa? karena reksa dana ini mengacu pada pasar uang, deposito dan obligasi. Reksa dana jenis ini hanya menghasilkan return rata-rata 6-7 persen per tahunnya.

        Saham

        Saham merupakan surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan.

        Jika kamu membeli saham berarti kamu membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut dan berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen (pembagian laba per lembar saham), jika perusahaan membukukan keuntungan. Dalam konteks artikel ini, bila kamu menabung saham bank, berarti kamu membeli sebagian kepemilikan dari Bank yang telah listing di Bursa Efek Indonesia.

        Salah satu kelebihan dari investasi bentuk saham atau pasar modal adalah fluktuasi saham yang naik turun menawarkan Capital Gain (selisih harga jual-harga beli) yang menarik.

        Beberapa dividen cukup baik; rata-rata saham bluechip menawarkan 2-3% per tahun, saham lapis dua dan tiga bisa melebihi itu.

        Dividen dibagikan per interim, bisa pula per tahun. Kadang dibagikan, kadang tidak; sehingga investor perlu teliti sebelum membeli.

        Capital Gain dari saham bisa jauh melebihi bunga deposito per tahun. Resiko juga harus dibatasi.

        Bermain dalam saham pastinya juga memiliki risiko yang tinggi dan dibutuhkan keahlian menganalisis yang tinggi.

        Jika kamu malas menganalisis, malas belajar dan hanya mengikuti arus bukannya gain atau keuntungan yang kamu dapat, tapi malah loss alias ‘nyangkut’.

        Maka dari itu, selain investasi pada dana investasi jugalah terhadap waktu dan jangan terburu-buru menginginkan keuntungan yang besar.

        Nah, itu dia beberapa bentuk investasi yang mulai dapat kamu pelajari saat ini.

        Baca Juga: Kelemahan dan Keuntungan Investasi Reksa Dana Bagi Pemula

        Pelajari terlebih dahulu dan pilihlah sesuai dengan kebutuhanmu.

        Selain invetasi, apa saja sih yang harus dipersiapkan dari sekarang untuk masa depan? Baca di Glints Blog, yuk!

        Baca Juga: Investasi Untuk Para Eksekutif Muda: Alasan dan Jenis-jenis Investasi

        Kalau kamu lagi cari kerja, jangan lupa untuk sign up di Glints juga, ya!


          Artikel Terkait

          Scroll Up