15 Alasan Pindah Kerja yang Baik untuk Interview Kerja

Diperbarui 26 Feb 2025 - Dibaca 12 mnt
Ditulis oleh : Alisatul Aini

Setiap orang pasti memiliki alasan pindah kerja yang berbeda-beda. Baik itu alasan personal maupun profesional, mengungkapkan alasan pindah kerja saat interview bukanlah perkara mudah.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Pertanyaan ini memang rentan menjebakkarena jika terdengar menjelek-jelekkan perusahaan atau atasanmu, kamu akan menimbulkan kesan yang kurang baik.

Jadi, sebenarnya alasan seperti apa yang bisa diterima?

Kamu bisa menemukan jawaban selengkapnya di artikel berikut ini!

1. Mendapatkan tawaran yang lebih baik

Kesempatan kerja bisa saja lebih dulu datang kepadamu tanpa kamu cari sebelumnya.

Misalnya, ada yang menghubungimu di LinkedIn karena tertarik dengan personal branding yang kamu bangun. Akhirnya mereka menawarkan kompensasi yang lebih tinggi.

Alasan ini bisa kamu gunakan saat kamu ditanya mengapa tertarik untuk melanjutkan proses tawaran kerja tersebut.

2. Pindah jalur karier

Apakah kamu sebenarnya kurang menyukai pekerjaanmu saat ini?

Memilih untuk pindah jalur karier atau career-switch kini sudah menjadi hal yang sangat wajar.

Menurut My Careers Future, saat kita memutuskan pindah jalur karier ke bidang yang baru, kita pasti menemui kesulitan meskipun sudah memiliki pengalaman kerja.

Saat interview, kamu bisa fokus membicarakan transferable skills yang dimiliki dan pengalaman berharga dari pekerjaan sebelumnya.

Baca Juga: 3 Pertanyaan Interview saat Kamu Pindah Jalur Karier dan Cara Menjawab

3. Mencari lingkungan kerja baru

Berada di lingkungan kerja toxic  memang tidak enak. Namun saat pindah kerja, hindari menjelek-jelekkan perusahaan yang lama, ya.

Kamu bisa menggunakan deskripsi lain saat mengungkapkan alasanmu, seperti:

  • ingin mencari lingkungan yang lebih dinamis
  • ingin menjadi bagian dari tim yang lebih besar
  • ingin berada di perusahaan dengan interaksi sosial yang lebih banyak

Jangan lupa juga untuk sertakan alasan mengapa lingkungan tersebut dapat mendukung perkembangan kariermu.

4. Kepemimpinan yang berbeda

Terkadang, kita memang kurang cocok dengan gaya kepemimpinan atasan. 

Mungkin kamu adalah salah satu yang saat ini sedang berusaha menemukan cara menghadapi atasan yang cuek, menyebalkan, dan lain-lain.

Saat interview, kamu bisa lebih fokus menjelaskan mengapa kepemimpinan di tempat kerja sebelumnya menghambatmu untuk berkembang, tanpa harus mencoreng nama baik atasan.

Baca Juga :  5 Contoh Pertanyaan Interview Saat Melamar Kerja di Perusahaan Startup

5. Keadaan keluarga

Membahas masalah personal di tempat kerja memang tidak terlalu disarankan, tetapi kondisi keluarga bisa menjadi alasan valid untuk kamu pindah kerja.

Misalnya, kamu adalah seorang ibu muda yang lebih memilih pekerjaan remote dibandingkan pekerjaan yang mengharuskan pergi ke kantor.

Selain itu, mungkin ada kondisi keluarga lainnya yang mengharuskan kamu bekerja dengan jam yang lebih sedikit dan fleksibel.

Baca Juga: Isi Lengkap RUU KIA: Ketahui Aturan Baru untuk Ibu Bekerja

6. Struktur perusahaan yang berubah

Perusahaan mungkin melakukan perubahan di beberapa departemen dan divisi.

Akibatnya, alur pekerjaan, produktivitas, dan lingkungan kerja secara keseluruhan menjadi terdampak.

Jika merasa perubahan ini justru mengarah ke hal yang lebih buruk, kamu bisa menggunakan hal ini sebagai alasan pindah kerja saat interview.

7. Dampak layoff

Layoff atau pemberhentian karyawan merupakan hal yang tidak bisa kita kontrol. Kamu boleh mengungkapkan hal ini sebagai alasan pindah kerja saat interview.

Pemberhentian karyawan bisa terjadi karena beberapa alasan, contohnya:

  • mengurangi budget perusahaan
  • adanya merger atau akuisisi
  • adanya restrukturisasi perusahaan

Apa pun alasannya, kamu bisa sampaikan secara singkat kepada recruiter dan jangan lupa perhatikan tips penting menghadapi PHK lainnya.

8. Kondisi kesehatan

Alasan pindah kerja selanjutnya yang valid untuk digunakan adalah kondisi kesehatanmu.

Misalnya, kamu harus mengambil istirahat selama periode tertentu untuk mengembalikan kondisi kesehatanmu seperti semula.

Pastikan keadaanmu memang sudah pulih dan kamu siap untuk melanjutkan perjalanan kariermu, ya.

9. Status pekerjaan yang berbeda

Pekerjaanmu saat ini mungkin berstatus kontrak atau part time. Kini, kamu sudah siap untuk mengambil pekerjaan full time, atau justru sebaliknya.

Jelaskan alasan mengapa kamu ingin mencari pekerjaan dengan sistem kerja yang berbeda. Kamu juga bisa kaitkan dengan career goals jangka pendek maupun jangka panjangmu.

Kalau kamu sedang berada di situasi ini, ayo cari loker dengan berbagai tipe kontrak kerja di aplikasi Glints!

Jadi, kamu bisa temukan lowongan kerja full time, part time, freelance, hingga magang.

Tak hanya itu, kamu juga bisa gunakan fitur yang membantumu mencari lowongan berdasarkan:

  • kota atau provinsi di seluruh Indonesia
  • kualifikasi pendidikan (fresh graduate, S1, SMA/SMK, SMP, dan masih banyak lagi)
  • kualifikasi pengalaman kerja (di bawah 1 tahun, 1-3 tahun, dan lainnya)
Baca Juga :  30 Pertanyaan Interview User Plus Contoh dan Cara Menjawabnya

Yuk, segera download aplikasi Glints dan cari peluang kerja terbaik untukmu!

DOWNLOAD APP GLINTS

10. Kesempatan untuk berkembang

Di tempat kerja saat ini, kesempatanmu untuk mendapatkan promosi jabatan mungkin hampir tidak ada. Padahal, kamu sudah merasa loyal pada perusahaan.

Hal ini tentu saja bisa merugikanmu dan menghambat perkembangan kariermu ke depannya.

Sudah ada banyak orang yang juga menggunakan hal ini sebagai alasan pindah kerja, karena merasa sudah mampu dan berkompeten untuk mendapatkan jabatan lebih tinggi.

11. Ketidaksesuaian dengan career goal

Kamu bisa saja mencintai pekerjaanmu yang sekarang, tetapi sayangnya, tidak ada jenjang karier yang jelas.

Selain itu, kamu mungkin sudah benar-benar menguasai profesimu yang sekarang. Kamu ingin belajar lebih banyak hal dan mengasah skill lebih dalam lagi.

Menemukan pekerjaan yang bisa membantumu mencapai career goal adalah hal yang perlu kamu perjuangkan.

Apakah kamu sudah mantap untuk resign demi mengejar career goal? Glints punya panduan lengkap untukmu!

Resign bukanlah hal yang sederhana. Tak heran banyak orang yang maju-mundur karena bayak hal yang bikin bingung.

Supaya proses resign berjalan lancar tanpa halangan, ayo terapkan panduan dari Glints berikut ini!

12. Kultur perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki kultur atau budaya yang berbeda.

Kultur ini terbentuk dari berbagai hal yang ada di dalam perusahaan, mulai dari nilai, visi misi, hingga cara hidup dan pola interaksi yang digunakan sehari-hari.

Jika kamu merasa kultur tempat kerjamu saat ini tidak cocok untukmu, tidak apa-apa jika mempertimbangkannya sebagai alasan pindah kerja.

Salah satu cara untuk mencegah agar hal ini tak terulang kembali adalah dengan riset perusahaan sebelum melamar.

Nah, kamu bisa melakukannya dengan mudah kalau cari kerja pakai aplikasi Glints!

Di aplikasi Glints, tersedia semua informasi tentang visi misi, budaya kerja, dan profil perusahaan untuk dipelajari oleh para pelamar.

Baca Juga :  5 Kesalahan saat Interview Kerja yang Wajib Dihindari

Jadi, kamu dapat memperoleh gambaran budaya kerja di perusahaan terkait. Yuk, instal aplikasi Glints secara gratis lewat tombol di bawah ini!

DOWNLOAD APP GLINTS

13. Merasa overqualified

Alasan pindah kerja yang selanjutnya adalah kamu merasa overqualified untuk posisimu saat ini.

Overqualified adalah kondisi ketika kualifikasimu terlalu tinggi untuk posisimu saat ini. Jadi, kamu merasa skill yang kamu miliki tidak bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. 

Peranmu di perusahaan juga terasa pasif dan kamu tidak bisa melakukan hal yang lebih. Jangan biarkan potensi dirimu terbuang, ya! 

14. Jam kerja yang tidak konsisten

Seseorang mungkin lebih menyukai jam kerja yang fleksibel, tapi jika perusahaan menerapkan jam kerja yang selalu berubah-ubah, itu lain ceritanya.

Apakah kamu mengalami salah satu dari kondisi di bawah ini?

  • Shift terlalu sering berganti.
  • Pemberitahuan jam lembur yang selalu mendadak.
  • Jam kerja yang tidak teratur.

Jika ya, kamu bisa menjadikan poin ini sebagai salah satu alasan pindah kerja.

Baca Juga: Sudahkah Jam Kerjamu Sesuai Peraturan? Intip Jawabannya di Sini, yuk!

15. Melanjutkan pendidikan

Kamu ingin melanjutkan pendidikan sambil bekerja, tetapi kampusnya berlokasi di daerah yang berbeda. Mau tidak mau, kamu harus pindah ke tempat kerja yang baru.

Alasan yang satu ini sangat valid untuk kamu gunakan, kok.

Saat interview, kamu mungkin akan ditanya bagaimana kamu bisa membagi waktu dengan baik.

Itulah 15 alasan pindah tempat kerja yang bisa kamu gunakan. Apapun alasannya, menurut The Balance Career, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah konsisten.

Jika mereka sampai menemukan bahwa alasanmu tidak konsisten, bisa jadi mereka menganggap kamu red flag.

Gimana? Sudah menentukan alasan pindah kerja yang tepat?

Yuk, cari dan lamar di Glints untuk lanjutkan karier dan temukan posisi yang lebih tepat untukmu!

Kamu bisa cari lowongan berdasarkan kota/kabupaten dan provinsi di seluruh wilayah Indonesia.

Gunakan juga fitur-fitur yang ada untuk mencari lowongan sesuai kualifikasi pendidikan atau gaji yang sesuai dengan keinginanmu.

Tunggu apa lagi? Yuk, segera temukan peluang kerja yang lebih baik lewat Glints!

DOWNLOAD APP GLINTS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon