Overqualifed dalam Pekerjaan, Masalah atau Bukan? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Diperbarui 19 Jun 2025 - Dibaca 10 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Apakah kamu punya segudang pengalaman kerja sampai-sampai kamu merasa jabatanmu kurang tinggi? Mungkin, overqualified adalah fenomena yang sedang kamu alami.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Tunggu dulu, bisa saja, kamu sedang kurang rendah hati. Oleh karena itu, kamu wajib tahu dulu tanda-tanda objektifnya.

Apa sajakah itu? Selain itu, jika kamu benar mengalaminya, apa yang harus kamu lakukan?

Jawabannya ada di dalam artikel ini. Simak selengkapnya, yuk!

Apa Itu Overqualified?

apa itu overqualified

© Tokyofreelance.jp

Sebelum membahas lebih dalam, ketahui dulu pengertian istilah ini. 

Melansir Forbes, overqualified adalah “terlalu pintar”, “terlalu berpengalaman”, atau “terlalu senior” untuk pekerjaan tertentu.

Tentu saja, hal ini erat kaitannya dengan pekerjaan yang kamu lamar. Oleh karena itu, kata “terlalu” ini berlaku jika dibandingkan dengan lowongan tertentu.

Lantas, mengapa kamu harus memikirkan kualifikasimu? Bukankan dengan punya kualifikasi lebih, kamu makin mumpuni dalam menyelesaikan pekerjaan?

Sayangnya, ekspektasi tak seindah realita. Ada banyak recruiter yang menghindari orang yang overqualified.

Kata US News, ada berbagai alasan di baliknya. Salah satunya berkaitan dengan gaji.

Punya kualifikasi lebih berarti berpengalaman lebih. Ini tentu bisa menaikkan ekspektasi gajimu.

Recruiter khawatir tak punya budget sebanyak itu. Dengan alasan ini, mereka lebih memilih kandidat yang ada di bawahmu.

Selain itu, mereka juga bisa salah persepsi. Jangan-jangan, kamu melamar lowongan terkait karena kurang teliti saat membaca lowongan?

Belum lagi, adanya risiko kamu resign karena bosan, atau saat ada kesempatan lain yang lebih baik.

Terlebih lagi, punya kualifikasi lebih berarti atasanmu bisa jadi setara, bahkan kurang berpengalaman jika dibandingkan denganmu.

Baca Juga :  Tetap Objektif Lewat 5 Langkah Menilai Diri saat Performance Review Ini

Tentu saja, tak semua orang menyukai hal ini. Dengan alasan itulah, overqualified adalah tipe pelamar yang kurang disukai.

Baca Juga: Lamar Kerja dari Website Perusahaan atau Situs Pencarian Kerja?

Apakah Kamu Overqualified?

apakah kamu overqualified

© Freepik.com

Kamu telah memahami pengertian dari overqualified. Lantas, apakah kamu salah satunya?

Pahami dulu tanda-tandanya, yuk! Dirangkum dari FlexJobs, di antaranya adalah:

1. Kamu memenuhi, bahkan melebihi, persyaratan posisi pekerjaan

Saat membaca lowongan kerja, kamu tentu menemukan banyak angka. Pengalaman minimal 2 tahun, TOEFL minimal 600, dan lain-lain.

Pada kenyataannya, recruiter hampir tak pernah menemukan orang yang memenuhi semuanya. Angka tadi hanyalah patokan umum saja.

Setelah membacanya kembali, kamu memenuhi, bahkan melebihi, angka-angka itu? Besar kemungkinan, kamu overqualified.

2. Kamu mementingkan nama perusahaan, bukannya posisi

Hampir semua orang punya perusahaan impian. Memang, kantor yang bergengsi bisa mendongkrak kariermu secara umum.

Akan tetapi, jangan sampai, pilihan perusahaan ini membuatmu buta. Lantas, kamu melamar lowongan kerja apa pun di sana, termasuk kesempatan jabatan di bawah kualifikasimu.

Jangan lupa, pikirkan dampak jangka panjangnya. Fokus pada tujuan akhirnya, yakni memiliki karier yang gemilang.

Jadi, jangan lupakan deretan kualifikasimu. Jangan sampai, kamu rela mengorbankan posisi demi perusahaan.

3. Wawancara sangat mudah kamu lewati

Baru saja melewati wawancara kerja? Coba renungkan lagi, apakah tiap pertanyaan studi kasus terasa mudah dijawab?

Bisa jadi, kamu adalah orang yang overqualified untuk posisi terkait. Sebab, pengalamanmu sudah terlalu banyak hingga sempurna saat menjawab masalah spesifik.

4. Kamu orang yang paling berpengalaman di sana

Kamu sudah menjalani sebuah peran, namun merasa overqualified? Di sisi lain, kamu masih ragu, apakah itu benar atau hanya perasaanmu saja?

Baca Juga :  Struktur Organisasi Perusahaan yang Umum Digunakan

Membandingkan diri dengan rekan kerja bisa jadi penilaian objektif. Lihat kembali dengan hati-hati, jangan-jangan, kualifikasimu sedikit lebih dari mereka?

Sejatinya, hal ini tak ada salahnya. Bukankah berbagi ilmu dengan rekan kerja adalah hal yang baik?

Akan tetapi, coba evaluasi kembali pekerjaanmu. Jangan-jangan, sudah saatnya kamu mencari jabatan baru?

Baca Juga: Cara Membuktikan kalau Kamu Siap Mendapatkan Promosi Jabatan

Jika Overqualified, Apa yang Harus Dilakukan?

langkah jika overqualified

© Freepik.com

Kamu telah memahami berbagai ciri overqualified. Jangan-jangan, ternyata, hal ini memang terjadi padamu?

Tenang dulu, ada beberapa langkah yang bisa kamu ambil. Langkah mengatasi overqualified itu adalah:

1. Naiklah jika kamu ada di tengah

Ternyata, kamu overqualified untuk banyak lowongan kerja? Di sisi lain, banyak juga pilihan peluang yang jauh di atasmu? Sayangnya, sulit menemukan peluang yang pas untukmu?

Apabila demikian, kamu ada di wilayah abu-abu. Kata Hcareers, ada baiknya, lamar saja lowongan kerja di atasmu.

Memang, kamu bisa saja kena tolak. Sebab, kamu belum memenuhi kualifikasi.

Akan tetapi, ingat, semua orang bisa belajar. Kamu bisa saja diterima, lantas mendapat ilmu baru di sana.

Kamu juga bisa meningkatkan kualifikasimu sambil menunggu panggilan wawancara. Jadi, jangan lupa, terus belajar hal baru, ya!

2. Lakukan penjelasan di cover letter

Ternyata, kamu tetap ingin melamar lowongan terkait? Apabila demikian, Indeed menyarankanmu membuat klarifikasi. Jalannya adalah cover letter.

Tuliskan alasanmu melamar pekerjaan terkait. Misalnya, ingin mengeksplorasi kembali berbagai peran teknis dan kreatif.

Ingat, komunikasi adalah kunci salah paham. Ia jugalah yang bisa jadi solusi kualifikasi berlebihmu.

3. Sesuaikan CV-mu

CV merupakan dokumen perkenalan antara kamu dan recruiter. Nah, kamu bisa memilih untuk mengenalkan sebagian dirimu saja.

Baca Juga :  8 Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Fisik, Mental, dan Finansial

Misalnya, tulis pengalaman yang relevan saja. Kurangi berbagai asam garam yang dirasa terlalu melangit.

Hal yang sama juga berlaku untuk kamu yang overqualified karena pendidikan. Misalnya, punya gelar magister atau dua gelar sarjana.

Personalisasikan CV-mu sesuai kebutuhanmu sekarang. Strategi menghindari cap overqualified adalah paparan The Balance Careers.

4. Jual kelebihanmu

Kata Monster, kamu bisa menyampaikan keadaanmu dengan cara berbeda. Lihat saja sisi positif dari overqualified.

Misalnya, kamu jadi lebih cepat menyelesaikan pekerjaan. Selain itu, kamu juga lebih siap dipromosikan jika ternyata jabatan terkait dibutuhkan.

Terlebih lagi, recruiter tak perlu memberimu pelatihan. Keahlianmu selalu siap digunakan secepatnya.

5. Sesuaikan ekspektasi gaji

Memang, tingkat stres di pekerjaan level bawah tak setinggi di atas. Akan tetapi, gajinya juga lebih kecil. 

Oleh karena itu, kamu harus menyiapkan diri atas kejadian itu. Hal ini disampaikan oleh Mac’s List.

Biar bagaimanapun, recruiter tentu sudah menyiapkan budget untuk posisi tertentu. Ia tak bisa seenaknya kamu naik-turunkan.

Baca Juga: 9 Cara Ini Mampu Membantumu Mendapat Promosi Kerja, Lho!

Selesai sudah paparan informasi dari Glints. Lewat artikel ini, overqualified adalah fenomena yang sudah kamu pahami.

Apakah ternyata, kamu sedang mengalaminya? Namun, masih belum puas dengan langkah solusi tadi?

Yuk cari tahu dengan baca artikel karier lainnya dari Glints.

Klik di sini dan baca sekarang juga!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon