Penting agar Desain Nyaman Dipandang, Apa Itu Typesetting?

Diperbarui 06 Jan 2021 - Dibaca 7 mnt
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia

Tahukah kamu bahwa tampilan teks yang biasa kamu baca atau lihat ternyata diatur secara cermat dan penuh pertimbangan? Proses ini adalah typesetting.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Typesetting telah dilakukan berabad-abad sejak teknologi pengetikan dan percetakan baru ditemukan, dan tentunya tetap penting di era digital ini.

Yuk, ketahui lebih jauh tentang proses typesetting dalam artikel Glints berikut ini!

Baca Juga: Prediksi 9 Tren Desain Grafis 2021: Teryata Dipengaruhi Pandemi Juga, lho!

Apa Itu Typesetting?

typesetting adalah

© Unsplash.com

Menurut Techopedia, typesetting adalah proses pengaturan huruf, angka, dan karakter sebelum di-print.

Kini, definisi ini pun berlaku untuk format digital, misalnya e-book.

Tujuan dari proses ini adalah untuk memaksimalkan print space atau area yang digunakan untuk membubuhkan tulisan.

Typesetting tak hanya penting untuk buku, namun juga dalam dunia desain grafis sehingga tampilannya mudah dibaca dan lebih rapi.

Awalnya, typesetting pertama dilakukan dalam dunia percetakan dan dilakukan secara manual dengan mesin.

Seiring perkembangan zaman, typesetting menjadi semakin mudah dengan adanya algoritma komputer yang mengatur posisi huruf-huruf atau karakter yang dibubuhkan pada suatu halaman.

Bahkan, telah ada tool artificial intelligence yang mampu mengatur agar typesetting di layout yang dirancang menjadi rapi.

Akan tetapi, skill manusia tentunya masih sangat dibutuhkan untuk memastikan hasilnya optimal.

Typesetting memperhatikan ukuran teks, spasi, margin, dan lain-lain.

Inilah contoh perbandingan teks yang kurang mempertimbangkan typesetting dengan yang sudah diperbaiki.

typesetting adalah

© Reedsy.com

Meskipun tidak berubah secara drastis, tetapi hasil revisi jauh lebih nyaman dibaca, bukan?

Pentingnya Typesetting

typesetting adalah

© Freepik.com

Mengutip kata Annie Ericsson yang dimuat di Positive Writer, typesetting menampilkan profesionalisme percetakan dan memengaruhi pembaca ketika mencoba menikmati sebuah buku atau desain.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Maksimalkan SEO di WordPress? Ini Panduannya!

Jadi, typesetting adalah bagian dari upaya memastikan reading experience atau pengalaman membaca yang menyenangkan.

Sebuah buku atau hasil desain tidak dapat dinikmati sepenuhnya tanpa typesetting yang baik.

Meskipun tidak terlihat ataupun disadari secara gamblang, fungsi typesetting sangatlah penting.

Menurut A List Apart, typesetting juga mendukung typography yang telah dirancang.

Oleh karena itu, para desainer wajib memperhatikan typesetting saat menyusun teks yang ditampilkan.

Baca Juga: 4 Software Desain Grafis yang Paling Sering Digunakan

Elemen Penting dalam Typesetting

typesetting adalah

© Freepik.com

Adobe menyimpulkan bahwa ada 5 elemen utama yang perlu diperhatikan dalam typesetting, yaitu:

1. Hierarki

Mengatur hierarki teks dalam desain adalah hal yang pertama perlu dilakukan dalam typesetting.

Bahkan, ini perlu direncanakan sebelum typesetting dimulai.

Sebagai desainer, kamu harus tahu ukuran serta weight atau ketebalan dari masing-masing bagian teks yang akan digunakan.

Ini umumnya digunakan ketika membagi konten menjadi heading, subheading, teks, dan lainnya.

Hierarki penting untuk mengatur konsistensi di keseluruhan desain.

Selain itu, pembaca bisa memilah-milah konten menjadi bagian-bagian yang mudah dipahami dibanding membaca teks yang memiliki ukuran yang sama tanpa pembagian heading.

2. Font

Pemilihan jenis font yang tepat juga sangat penting dalam typesetting.

Biasanya, untuk percetakan buku, font sans serif adalah yang paling sering digunakan untuk judul.

Sementara, untuk body text, umumnya percetakan menggunakan serif.

Tentu saja, sebagai desainer kamu bebas untuk menggunakan jenis font mana pun yang dinilai paling cocok.

Akan tetapi, penting untuk memastikan font tersebut sesuai dan mudah dibaca.

3. Spacing

Spacing adalah jarak antarbaris.

Ini adalah hal yang sangat penting untuk mengatur typesetting sebuah buku.

Jika jaraknya terlalu kecil, baris teks akan terlihat semakin dekat satu sama lain dan pembaca akan cukup kesulitan membaca.

Baca Juga :  Serba-serbi Konsultan IT yang Perlu Kamu Tahu

Dengan begitu, kenyamanannya akan menurun.

Oleh karena itu, mengatur spacing yang nyaman merupakan salah satu kunci utama keberhasilan typesetting.

4. Tracking dan padding

Tracking dan padding adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan.

Dalam typesetting, tracking adalah spacing antarhuruf.

Sementara, padding adalah jarak antar paragraf teks dan margin halaman.

Tool Typesetting

typesetting adalah

© Rawpixel.com

Di zaman serba modern ini, typesetting bisa dilakukan dengan berbagai software desain.

Contoh software yang terkenal untuk typesetting adalah Adobe Illustrator dan Adobe InDesign.

Kedua software ini biasanya digunakan oleh profesional.

Untuk pemula, typesetting bisa kamu coba dengan menggunakan situs atau aplikasi sederhana seperti Canva.

Akan tetapi, pilihan dan fleksibilitasnya tentu lebih terbatas dibanding software desain profesional.

Baca Juga: 6 Prinsip Penting untuk Merancang Desain User Interface yang Baik

Sudah lebih paham, kan, mengenai typesetting?

Perlu kejelian serta intuisi yang baik untuk bisa melakukan typesetting yang benar.

Oleh karena itu, terus berlatih, ya.

Kalau tertarik untuk belajar lebih banyak tentang desain dan hal-hal terkait lainnya, kamu bisa mengikuti Glints ExpertClass, lho.

Glints ExpertClass menyediakan berbagai kelas online dengan topik-topik menarik yang dibawakan oleh profesional di bidangnya.

Yuk, segera temukan kelas yang kamu mau dan daftar sekarang juga!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon