Total Cost: Definisi, Manfaat, Langkah Menghitungnya

Diperbarui 27 Jul 2023 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Saat menjalankan sebuah usaha atau bisnis, tentu saja kamu ingin meraih pendapatan maksimal. Nah, salah satu hal yang dapat membantumu mendapatkannya adalah total cost.

    Dengan mengetahui total cost, kamu dapat mengatur pengeluaran dan mengetahui besaran profit yang bisa didapatkan dari produk-produkmu.

    Dari informasi yang dihasilkan dari total cost pula, kamu bisa menginterpretasi dan menganalisanya supaya memaksimalkan pendapatan.

    Nah, di artikel ini Glints akan menjelaskan serba-serbi seputar total cost, manfaatnya, dan juga cara menghitungnya. Simak, yuk!

    Apa Itu Total Cost?

    total cost adalah

    © Pexels.com

    Total cost adalah jumlah keseluruhan dari pengeluaran tetap (fixed cost) dan pengeluaran variabel (variable cost) yang dikeluarkan perusahaan.

    Biasanya, perusahaan menghitungnya per unit yang dijual dan dikalikan dengan jumlah item yang diproduksi.

    Item-item tersebut bisa berupa benda fisik, seperti mobil atau peralatan lainnya, hingga yang bukan benda fisik seperti jasa.

    Mengutip dari Indeed, rumus dari total cost adalah sebagai berikut.

    Total cost = (rata-rata fixed cost per unit + rata-rata variable cost per unit) x jumlah unit yang diproduksi

    Total cost sendiri bersifat fleksibel dan bisa dihitung ke berbagai jenis produk.

    Sehingga, rumus ini dapat berguna bagi banyak bidang industri maupun untuk orang-orang di berbagai tingkatan dalam perusahaan.

    Sebagai contoh, bagi para pemilik bisnis, manajer, atau kepala keuangan perusahaan, mereka bisa menggunakan informasi ini untuk menentukan harga, pembelian, dan faktor lain yang mempengaruhi pendapatan.

    Mereka juga bisa menggunakan informasi ini sebagai dasar untuk menganalisis bagian dari bisnis mana saja yang menguntungkan dan mana yang tidak.

    Baca Juga: Mengoptimalkan Proses Produksi, Pahami Apa Itu PPIC

    Manfaat Mengetahui Total Cost

    total cost adalah

    © Pexels.com

    Manfaat utama dari total cost, seperti yang Glints singgung di atas, adalah membantumu mengetahui profit yang didapatkan dari waktu ke waktu.

    Selain itu, manfaat lain dari total cost di antaranya:

    • Bagi stakeholder eksternal, informasi ini sangat dibutuhkan karena bisa menjadi salah satu faktor yang digunakan untuk bernegosiasi perihal supply chain.
    • Pimpinan bisnis menggunakan informasi ini untuk menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan keputusan perihal pricing.
    • Mengetahui price point yang mau dikeluarkan konsumen sambil memaksimalkan profit yang didapatkan.
    • Menurut Indeed, total cost dapat membantumu untuk mengukur efisiensi bisnis dengan mencoba mengurangi variable dan fixed cost.
    • Menggunakan total cost untuk merancang strategi pricing dan juga marketing.
    • Mengukur berapa jumlah produk yang perlu dijual untuk menghasilkan profit. Sehingga, kamu dapat membuat target sales dan marketing yang rasional.
    • Alat untuk mengetahui product line mana yang tidak perform sesuai harapan sehingga bisa “dibuang” atau di-redesign agar lebih menguntungkan.
    Baca Juga: Hak Cipta, Hak Paten, dan Hak Merek, Apa Saja Perbedaannya?

    Langkah Menghitung Total Cost

    total cost adalah

    © Pexels.com

    Seperti yang telah dituliskan sebelumnya, rumus dari total cost adalah rata-rata fixed cost ditambah rata-rata variable cost dikalikan jumlah unit yang diproduksi.

    Namun ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan terlebih dahulu untuk menghitungnya.

    Berikut adalah langkah dalam menghitung total cost seperti dirangkum dari SendPulse.

    1. Pilih produk atau product line yang akan dianalisis

    Jika bisnismu menawarkan lebih dari satu produk atau jasa ke konsumen, lebih baik menghitung semuanya.

    Memastikan detail spesifik yang akan dihitung ke dalam rumus total cost adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuanmu.

    2. Hitung fixed cost

    Setelah mengetahui apa saja yang akan dimasukkan ke dalam rumus, hal pertama yang perlu dihitung dalam rumus total cost adalah fixed cost.

    Fixed cost sendiri adalah pengeluaran bisnismu yang tidak terpengaruh oleh jumlah produk atau jasa yang diproduksi.

    Beberapa hal yang termasuk ke dalam fixed cost adalah biaya sewa bangunan, biaya peralatan dan mesin, asuransi, dan lain-lain.

    Setelah kamu mengetahui apa saja yang termasuk fixed cost, jumlahkan keseluruhannya.

    3. Hitung variable cost

    Langkah selanjutnya dalam menghitung total cost adalah menghitung jumlah dari variable cost.

    Variable cost sendiri adalah pengeluaran bisnis yang terpengaruh oleh jumlah produk yang diproduksi.

    Tipe pengeluaran ini juga dapat berubah-ubah tergantung dari situasi di pasar.

    Beberapa hal yang termasuk ke dalam variable cost di antaranya adalah harga bahan baku, harga packaging, hingga biaya transportasi.

    Karena biaya ini dapat berubah tergantung waktu, ada baiknya kamu menghitungnya dalam jangka waktu tertentu.

    4. Hitung jumlah unit yang diproduksi

    Karena total cost dihitung berdasarkan satuan unit, hitunglah jumlah unit yang diproduksi dalam jangka waktu tertentu.

    Pastikan jangka waktu yang dipakai untuk menghitung ini sama dengan periode ketika menghitung fixed cost dan variable cost.

    Baca Juga: Meningkatkan Kepuasan Konsumen, Kenali Apa Itu Product Protection

    Nah, itu adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui seputar total cost. Semoga, informasi ini berguna bagimu dalam menentukan harga produk yang akan dijual, ya.

    Jika kamu ingin tahu lebih banyak seputar manajemen produk dan biaya-biayanya, kunjungi Glints Blog.

    Ada ragam artikel terkait bidang produk yang bisa menambah wawasan dan membantumu mengaplikasikannya.

    Menarik, bukan? Makanya, yuk, kunjungi dan temukan artikel-artikelnya dengan klik di sini sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait