Tes Potensi Akademik (TPA): Apa Itu, Jenis, Contoh, dan Tips Suksesnya

Diperbarui 08 Nov 2023 - Dibaca 15 mnt

Isi Artikel

    Tes Potensi Akademik atau TPA adalah salah satu bentuk tes psikologi yang banyak digunakan dalam proses rekrutmen kerja, baik di instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta.

    Tak hanya itu, beberapa universitas dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) juga menjadikan TPA sebagai bagian dari proses seleksi.

    Pasalnya, tes psikologi yang satu ini dianggap penting untuk melihat proses berpikir seseorang.

    Jika memang penting, bagaimana tips sukses dalam menghadapi TPA?

    Dalam artikel ini, Glints akan mengupas tuntas berbagai hal terkait TPA dan tips sukses mengerjakannya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

    Baca Juga: Tes MBTI: Definisi, Penerapan, hingga Tipe-tipe Kepribadiannya

    Apa Itu Tes Potensi Akademik (TPA)?

    Jika pernah mendaftar kerja di berbagai perusahaan, kamu mungkin tidak asing lagi dengan tes yang satu ini.

    Tes Potensi Akademik atau TPA adalah salah satu jenis psikotes yang digunakan untuk mengukur kecerdasan intelektual seseorang.

    Di Indonesia, TPA banyak dimanfaatkan dalam proses rekrutmen kerja, tes beasiswa, hingga tes masuk perguruan tinggi.

    Bahkan, dikutip dari laman resmi Bappenas, TPA juga dirancang untuk melihat potensi intelektual yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan seseorang dalam menjalani pendidikan S2 atau S3.

    Setidaknya ada tiga aspek yang dinilai dalam tes TPA, yakni verbal, numerikal, dan figural.

    Kemampuan verbal adalah kemampuan memahami dan berpikir menggunakan bahasa.

    Adapun kemampuan numerikal adalah kemampuan memahami dan berpikir menggunakan angka.

    Sementara itu, kemampuan figural adalah kemampuan memahami dan berpikir menggunakan gambar.

    Meskipun pertanyaan dalam Tes Potensi Akademik terkesan sederhana, banyak orang justru gagal dalam tes ini.

    Alasannya beragam, mulai dari tidak teliti, kekurangan waktu, hingga bingung menentukan jawaban yang tepat.

    Oleh karena itu, dibutuhkan trik khusus untuk dapat menjawab semua pertanyaan dengan tepat sesuai waktu yang telah disediakan.

    Tes Potensi Akademik menggunakan sistem penilaian skor. Semakin banyak jawaban yang berhasil kamu jawab dengan benar, semakin tinggi pula skormu.

    Rentang nilai TPA yang bisa kamu dapatkan adalah 200-800.

    Pasalnya, tes TPA merupakan versi Indonesia dari Graduate Record Examination (GRE) yang berlaku di taraf internasional. Jenis soal dan tujuannya pun serupa.

    Baca Juga: Mengenal DiSC Personality Test dan Tipe-Tipe Kepribadiannya

    Jenis Soal TPA

    Tes Potensi Akademik adalah tes yang terdiri dari berbagai jenis soal. Setiap jenis memiliki tujuan pengukuran kecerdasan yang berbeda.

    Dikutip dari Okezone, ada empat jenis utama soal tes TPA, yaitu sebagai berikut.

    1. Tes verbal

    Tes verbal berfungsi untuk mengukur kecerdasan seseorang dalam kata-kata dan bahasa.

    Beberapa bentuk soal tes verbal, antara lain sinonim (persamaan kata), antonim (lawan kata), padanan hubungan kata, dan pengelompokan kata.

    2. Tes angka

    Jenis soal lainnya dalam Tes Potensi Akademik adalah tes angka.

    Sesuai namanya, jenis psikotes kerja yang satu ini berfungsi untuk mengukur kecerdasan seseorang dalam bidang angka.

    Tes ini akan mengukur seberapa kamu berpikir terstruktur dan logis matematis.

    Beberapa bentuk soal tes angka antara lain aritmetik (hitungan), seri angka, seri huruf, logika angka, dan angka dalam cerita.

    Baca Juga: Mengenal Wartegg, Psikotes yang Kerap Digunakan Perusahaan untuk Saring Kandidat

    3. Tes logika

    Tes logika berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan masalah secara logis atau masuk akal.

    Biasanya, banyak orang terkecoh pada jenis soal yang satu ini.

    Beberapa bentuk soal tes logika antara lain logika umum, analisis pernyataan dan kesimpulan (silogisme), logika cerita, dan logika diagram.

    4. Tes spasial atau gambar

    Jenis soal keempat dalam TPA adalah tes spasial atau gambar. Tes ini berfungsi untuk mengukur daya logika ruang seseorang.

    Beberapa bentuk soal tes spasial atau gambar antara lain padanan hubungan gambar, seri gambar, pengelompokkan gambar, bayangan gambar, dan identifikasi gambar.

    Setelah kamu tahu potensimu, manfaatkan informasi tersebut untuk membuat perencanaan karier masa depanmu.

    Dengan membuat career plan kamu jadi tahu skill dan pengalaman apa yang kamu butuhkan untuk melengkapi potensimu agar bisa memulai karier dengan mulus. 

    Ketahui cara membuat career plan dalam panduan lengkap membuat perencanaan karier dari Glints.

    Contoh Soal TPA

    Setelah memahami definisinya, kini kamu perlu memahami dan mempelajari beberapa contoh soal tes potensi akademik.

    Masing-masing soal ini dibentuk untuk mengukur kapasitas berpikir pengikut tes. Hasilnya pun dapat memprediksi apakah seseorang akan berhasil dalam jenjang pendidikan atau karier yang lebih tinggi.

    Bahkan, soal-soal ini juga bisa memberikan prediksi terkait kemungkinan seseorang mengalami stres dengan tuntutan belajar atau tugas dari institusi nantinya.

    Nah, berikut ini adalah sejumlah contoh pertanyaan dalam tes potensi akademik berdasarkan jenis soalnya. Jangan lupa dipelajari, ya!

    1. Contoh soal tes verbal

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa jenis tes verbal saat TPA.

    Sinonim

    Untuk mengetahui pemahaman kamu soal persamaan kata.

    Contoh soal:

    GAJI

    a. Profesi
    b.
    Upah
    c. Tunjangan
    d. Bonus
    e. Pencaharian

    Soal di atas memiliki jawaban B. Upah. sebab, gaji adalah upah kerja yang dibayar pada waktu yang tetap. Sedangkan yang lainnya tidak punya makna yang sama.

    Antonim

    Tipe tes ini berguna untuk melihat pemahamanmu soal lawan kata.

    Contoh soal:

    LONGGAR

    a. Kecil
    b. Sempit
    c. Pas
    d. Lebar
    e. Disiplin

    Jawaban soal di atas adalah B. Sempit. Kecil bukan lawan kata karena merujuk ke ukuran bukan luas besarnya ruang. 

    Analogi

    Tes ini bertujuan untuk mencari persamaan antara dua benda yang berlainan. Kunci utama mengerjakan tes ini adalah kamu harus tahu dulu hubungan keduanya dari kelompok kata yang diberikan.

    Contoh soal:

    HAUS : MINUM = …. 

    a. Cincin : Emas
    b. Ngantuk : Tidur
    c. Sedikit : Banyak
    d. Bersama : Sendiri
    e. Genap : Ganjil

    Soal di atas memiliki jawaban B. Ngantuk : Tidur. Ini karena soal yang diberikan (Haus : Minum) menunjukkan hubungan situasi dan aksi. Orang haus, maka minum. Sama halnya dengan orang mengantuk, maka tidur. 

    Opsi A menunjukkan hubungan asal mula sebuah produk. Sedangkan opsi C sampai E menunjukkan hubungan kata antonim (lawan kata).

    Tes pengelompokan kata

    Pada tes ini, kamu akan diminta untuk memilih jawaban yang biasanya tidak termasuk dalam kosakata di pilihan lain.

    Contoh soal:

    Mana kata yang tidak sesuai dengan kelompoknya?

    a. Buku
    b. Novel
    c. Majalah
    d. Cerpen
    e. Komik

    Berdasarkan pertanyaan di atas, jawabannya adalah D. Cerpen.

    Mengapa demikian? Sebab, cerpen merupakan bentuk prosa dan tidak termasuk dalam kosakata lain di atas.

    2. Contoh soal tes angka

    Tes angka dalam tes potensi akademik memiliki beberapa tipe, yaitu aritmetika, seri angka, seri huruf, logika angka, dan angka dalam cerita.

    Aritmetika

    Tes ini adalah tes di mana kamu akan diminta menghitung operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian dari sebuah angka.

    Angka yang diberikan bisa sederhana, bisa juga cukup kompleks.

    Contoh soal:

    1. 1.357 + 4.321 = 5.678

    a. 5.678
    b. 5.867
    c. 6.785
    d. 5.578
    e. 6.657

    Jawaban dari soal di atas adalah A. 5.678.

    44 + 19 = 23 + …

    a. 38
    b. 39
    c. 40
    d. 41
    e. 42

    Jawaban dari soal di atas adalah C. 40, karena berikut cara pengerjaannya:

    44 + 19 = 23 + x

    44 + 19 -23 = x

    x = 40 

    Seri angka

    Tes ini adalah tes untuk menentukan angka yang diminta dari deret angka yang ada. 

    Contoh soal:

    3. 6, 12, 24, …

    a. 36
    b. 42
    c. 46
    d. 48
    e. 50

    Jawaban soal di atas adalah D. 48. Ini karena pola dari deret angka di atas merupakan perkalian 2 dari setiap angka yang ada.

    Selain menggunakan angka, soal analisis deret ini juga bisa berupa huruf, disebut (seri huruf)

    Logika angka

    Dalam tes ini, kamu akan diminta untuk melakukan penalaran logis terhadap persaman yang ada.

    Contoh soal:

    a. p > q
    b. p < q
    c. p = q
    d. p dan q tidak dapat ditentukan
    2p > 2q

    Jawaban dari soal di atas adalah B. Ini karena hasil dari p = -(58) adalah bilangan negatif (angka perlu dipangkatkan terlebih dulu, baru dikalikan dengan minus). 

    Sementara, q = (-5)8 pasti akan menghasilkan bilangan positif. Sebab, angka negatif yang dipangkatkan dengan angka genap, akan menghasilkan bilangan positif. 

    Dengan demikian, nilai p pasti lebih kecil dibanding nilai q.

    Angka dalam cerita

    Sederhananya, ini adalah soal cerita matematika. Kamu tentu sering menjumpai soal semacam ini semasa sekolah dulu.

    Contoh soal:

    Pemberian dosis suatu antibiotik sebanding dengan berat badan pasien. Apabila pasien A dengan berat badan 50 kg mendapatkan dosis 15 mg, berapa jumlah dosis pasien B yang memiliki berat 25 kg?

    a. 6 mg
    b. 7,5 mg
    c. 9 mg
    d. 12 mg
    e. 15,5 mg

    Jawaban dari soal di atas adalah B. 7,5 mg. Berikut cara mengerjakannya:

    3. Contoh soal tes logika

    Terdapat beberapa tipe soal untuk tes logika di TPA, seperti:

    Logika umum

    Soal ini akan meminta kamu melakukan penalaran atas pernyataan yang diberikan.

    Contoh soal:

    Sebagian atlet sepak bola mengeluhkan masa depannya setelah pensiun dari bermain bola.

    a. Bambang adalah atlet sepak bola. Dia pasti mengeluh soal masa depannya.
    b. Ranti bukanlah atlet sepak bola, jadi dia pasti tidak pernah mengeluhkan masa depannya
    c. Kalau ada yang mengeluh soal masa depan, pastilah itu atlet sepakbola.
    d. Meskipun Budi seorang atlet sepakbola, belum tentu dia mengeluh soal masa depannya.
    e. Masa depan seorang atlet sepak bola memang tidak pernah bagus.

    Jawaban soal di atas adalah D. sebab, dari pernyataan di atas, yang mengeluhkan masa depan hanya sebagian atlet sepakbola. Sebagiannya lagi, belum tentu mengeluhkan. 

    Logika cerita

    Dalam soal ini, biasanya kamu akan membaca suatu cerita yang digunakan untuk menjawab beberapa soal. Berikut contohnya seperti diambil dalam buku Siap Menghadapi Psikotes dan TPA terbitan Grasindo.

    Contoh soal:

    Usia Bahrul dua belas tahun dan setengah dari usia bayu. Lina empat tahun lebih muda dari Bayu, dan tiga tahun lebih tua dari Tuti.

    1. Siapakah yang paling tua?

    a. Bahrul
    b. Bayu
    c. Lina
    d. Tuti
    e. Tidak ada

    2. Siapa yang paling muda?

    a. Bahrul
    b. Tuti
    c. Bayu 
    d. Lina
    e. Tidak ada

    Jawaban nomor 1 dan 2 adalah B dan A

    Usia Bahrul = 12 tahun

    Bahrul berusia setengah dari usia Bayu. Artinya, umur Bayu dua kalinya umur Bahrul, yaitu 24 tahun.

    Usia Lina = 20 tahun (empat tahun lebih muda dari Bayu)

    Usia Tuti = 17 tahun (tiga tahun lebih muda dari Lina)

    4. Contoh soal tes spasial atau gambar

    Terakhir adalah contoh soal tes spasial dalam tes potensi akademik. Sebelumnya, perhatikan gambar di bawah ini.

    © practiceaptitudetest.com

    Melihat soal di atas, jawaban yang benar adalah D. Kamu bisa menemukan jawaban di atas dengan menyimpulkan masing-masing gambar menjadi kubus di mana titik tiga bersampingan dengan gambar kotak.

    Tips Sukses Menghadapi TPA

    Tes Potensi Akademik atau TPA harus dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, beberapa soal dan pilihan jawaban bisa cukup mengecoh.

    Oleh karena itu, kamu membutuhkan beberapa tips agar sukses menghadapi tes TPA.

    Berikut Glints berikan empat tipsnya untukmu.

    1. Latihan soal

    Meskipun terkesan mudah, Tes Potensi Akademik adalah jenis tes yang harus dilatih berulang kali.

    Siapkan waktu beberapa minggu atau beberapa bulan sebelum tes untuk latihan soal.

    Dengan banyak latihan, kamu akan menemukan trik yang paling sesuai untuk mengerjakan setiap jenis soal.

    Selain itu, kamu juga bisa mengerjakan waktu yang lebih singkat.

    2. Istirahat sebelum menjalani tes TPA

    Pastikan badan dan pikiranmu bugar ketika mengerjakan TPA. 

    Salah satu tips persiapan psikotes kerja yang bisa kamu lakukan adalah istirahat cukup pada malam sebelum tes.

    Dengan demikian, kamu bisa lebih konsentrasi dalam menjawab setiap soal.

    3. Fokus pada soal yang sedang dikerjakan

    Ada banyak soal yang terdapat dalam TPA. Sementara itu, waktu yang tersedia sangatlah sedikit.

    Oleh karena itu, fokuslah pada soal yang sedang kamu kerjakan.

    Jangan memikirkan soal yang sudah lewat ketika kamu sudah mulai mengerjakan soal yang baru.

    4. Kerjakan soal mudah terlebih dahulu

    Ketika membaca soal, kamu harus bisa menilai apakah pertanyaan tersebut bisa kamu jawab dengan cepat atau tidak.

    Hindari menghabiskan waktu pada soal yang sulit. Segera pindah mengerjakan soal lain yang lebih mudah.

    Baca Juga: Jangan Sedih Terlalu Lama, Ikuti 5 Cara Move On dari Gagal Tes CPNS Berikut

    Itulah penjelasan lengkap dari Glints tentang Tes Potensi Akademik atau TPA. Kini, kamu bisa mempraktikkan beberapa tips tersebut agar sukses menghadapi TPA.

    Namun, TPA bukan satu-satunya faktor seseorang diterima kerja, lho! Ada berbagai proses rekrutmen lainnya yang perlu kamu perhatikan, mulai dari CV hingga wawancara.

    Yuk, cari tahu selengkapnya dengan baca kumpulan artikel seputar tes cari kerja, hanya di Glints.

    Klik di sini, ya!

    Sudah siap untuk direkrut perusahaan top? Yuk, lihat berbagai lowongan kerja terbaru di Glints!

    Cek Lowongan Kerja

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.3 / 5. Jumlah vote: 523

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait