Tes MBTI: Definisi, Penerapan, hingga Tipe-tipe Kepribadiannya

Diperbarui 01 2020 - dibaca 11 mnt
Geofanni Nerissa Arviana editor

Isi Artikel

    Pernah mendengar Meyers-Briggs Type Indicator (MBTI) test? Ya, tes MBTI adalah tes kepribadian yang paling sering digunakan di seluruh dunia.

    Dikutip dari Live Science, sekitar 1,5 juta orang melakukan tes MBTI setiap tahunnya, baik untuk keperluan akademik maupun pekerjaan.

    Di beberapa perusahaan, umumnya tes ini digunakan untuk keperluan perekrutan dan pelatihan. Jika kamu pernah melalui perekrutan karyawan, mungkin tes MBTI menjadi salah satu tahap yang harus kamu lalui.

    Namun, sebenarnya apa itu tes MBTI dan mengapa banyak pihak melakukannya?

    Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang tes MBTI, yuk, simak penjelasan Glints berikut ini!

    Baca Juga: Bagaimana Masing-masing Kepribadian MBTI di Tempat Kerja?

    Apa Itu MBTI?

    psikotes kerja

    © Freepik.com

    Tes MBTI adalah sebuah uji yang pertama kali diperkenalkan oleh Katharine Cook Briggs dan anaknya, Isabel Briggs Myers pada 1942.

    Tes ini bersandar pada teori psikologi Carl Jung, seperti dikutip dari The Atlantic.

    Sepanjang hidupnya, mereka berjuang untuk meneliti indikator kepribadian seseorang. Tujuannya adalah agar semua orang bisa memahami dirinya dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengannya.

    Selama ini, banyak orang menganggap bahwa hanya ada dua kepribadian di dunia ini, yaitu introvert dan ekstrovert.

    Melalui tes MBTI, kamu bisa mengetahui bahwa kepribadian ada lebih banyak dari itu. 

    Tes MBTI membagi kepribadian seseorang berdasarkan beberapa dikotomi kategori, yaitu Introversion (I) vs Extraversion (E), Intuitive (N) vs Sensory (S), Thinking (T) vs Feeling (F), dan Judging (J) vs Perceiving (P).

    Dari kombinasi 8 kategori tersebut, dihasilkan 16 tipe kepribadian yang bisa dimiliki oleh setiap orang.

    Dengan berbagai tipe kepribadian itu, banyak perusahaan dan lembaga yang menjadikan tes MBTI sebagai salah satu tahap rekrutmennya.

    Mereka menganggap bahwa tes ini dapat dijadikan salah satu acuan untuk mengenali dan memutuskan kandidat seperti apa yang sesuai dengan perusahaan dan posisi yang dilamar.

    Selain itu, HRD kerap menjadikan tes MBTI sebagai dasar pengadaan training di kantor.

    Meski demikian, banyak pakar di bidang psikologi yang tidak setuju dengan tes ini.

    Seperti dilansir dari Vox, beberapa pakar psikologi beranggapan bahwa tes MBTI adalah tes yang bertumpu pada teori yang tidak sepenuhnya terbukti benar.

    Ada pula pakar lain yang menganggap bahwa tes MBTI menghasilkan tipe kepribadian yang tidak akurat dan tidak konsisten.

    Baca Juga: Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert, Apa Saja Perbedaannya?

    Penerapan MBTI

    marketing automation

    © Pexels.com

    Tes MBTI adalah sebuah tes yang digunakan untuk mengidentifikasi kepribadian, potensi, dan preferensi seseorang.

    Tidak ada kepribadian yang dinilai lebih baik atau terbaik dibandingkan kepribadian lainnya.

    Meski demikian, biasanya seseorang memiliki kepribadian yang cenderung lebih kuat daripada tipe lainnya.

    Saat ini, seperti dikutip dari Mental Help, tes MBTI terdiri atas 93 pertanyaan pilihan ganda versi Amerika Utara atau 88 pertanyaan pilihan ganda versi Eropa.

    Secara individu, kamu bisa melakukan tes MBTI untuk lebih mengenal dirimu sendiri.

    Meskipun banyak pakar psikologi mengkritik tes ini, pasalnya banyak orang mengakui bahwa mereka membutuhkan perlakuan yang berbeda sesuai kepribadiannya.

    Menurut Live Science, fungsi tes MBTI adalah menjadi titik awal seseorang untuk mengeksplorasi dirinya lebih dalam.

    Dengan mengetahui preferensi kepribadianmu, kamu bisa lebih paham bagaimana cara mengendalikan diri di situasi-situasi tertentu.

    Sementara itu dalam dunia karier, seperti dilansir dari Market Place, 89 dari 100 perusahaan yang masuk dalam Fortune 100 menggunakan tes MBTI untuk keperluan rekrutmen, membangun tim, pelatihan kepemimpinan, dan manajemen potensi.

    Yang dilihat perusahaan dari tes MBTI adalah menganalisis kandidat.

    Sementara itu, user menggunakannya untuk menentukan apakah kandidat cocok dengan calon rekan kerjanya.

    Baca Juga: Apa Kata DOPE Personality tentang Kamu di Dunia Kerja?

    Macam-macam Kepribadian Menurut MBTI

    introvert ekstrovert ambivert

    © Freepik.com

    Dalam tes MBTI, ada beberapa dikotomi kategori yaitu sebagai berikut.

    1. Introversion (I) – Extraversion (E)

    Dua kepribadian pertama yang diukur dalam tes MBTI adalah Introversion (I) – Extraversion (E).

    Masyarakat umum menyebutnya sebagai introvert dan ekstrovert.

    Keduanya diperkenalkan pertama kali oleh Jung sebagai tipe kepribadian yang menggambarkan bagaimana seseorang merespons dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka, seperti dikutip dari Very Well Mind.

    Extraversion menunjukkan bahwa seseorang menikmati banyak interaksi sosial dan merasa semangat setelah menghabiskan waktu bersama orang lain.

    Sementara itu, Introversion lebih berorientasi pada pemikiran, menikmati interaksi sosial yang lebih mendalam dan bermakna, serta merasa semangat setelah menghabiskan waktu sendirian.

    2. Intuitive (N) vs Sensory (S)

    Intuitive (N) – Sensory (S) berbicara tentang jenis informasi yang kamu proses.

    Intuitive menggambarkan bahwa seseorang lebih fokus pada fakta dan detail yang ia alami langsung.

    Sementara itu, Sensory menggambarkan bahwa seseorang lebih memperhatikan intuisi seperti pola dan kesan. Ia juga lebih senang memikirkan dan membayangkan kemungkinan di masa depan.

    3. Thinking (T) vs Feeling (F)

    Kedua pasangan kepribadian yang satu ini mengukur bagaimana seseorang mengambil keputusan berdasarkan informasi yang diterimanya.

    Thinking menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang lebih suka berpikir dengan objektif, analisis, dan impersonal ketika mengambil keputusan.

    Sementara itu, Feeling menunjukkan bahwa kamu lebih banyak mempertimbangkan nilai, emosi, dan perasaan saat mengambil keputusan.

    4. Judging (J) vs Perceiving (P)

    Pasangan kepribadian tes MBTI terakhir adalah tentang gaya kita dalam menjalani hidup.

    Judging berarti kamu adalah seseorang yang lebih senang menjalani kehidupan yang terstruktur dan terencana.

    Sementara itu, Perceiving berarti lebih terbuka, fleksibel, dan mudah beradaptasi pada lingkungan yang berbeda.

    Dari 4 pasangan tersebut, kamu akan menemukan poin-poin kepribadian yang porsinya lebih besar dari pasangannya.

    Sebagai contoh, kamu 76% Extraversion sekaligus 24% Introversion. Jadi, kamu memiliki kedua kepribadian tersebut. Hanya saja ada salah satu yang biasanya lebih dominan.

    Kombinasi dari 4 pasangan tersebut akan menghasilkan 16 tipe kepribadian.

    Tipe-tipe kepribadian dalam tes MBTI adalah sebagai berikut.

    • ISTJ – The Inspector
    • ISTP – The Crafter
    • ISFJ – The Protector
    • ISFP – The Artist
    • INFJ – The Advocate
    • INFP – The Mediator
    • INTJ – The Architect
    • INTP – The Thinker
    • ESTP – The Persuader
    • ESTJ – The Director
    • ESFP – The Performer
    • ESFJ – The Caregiver
    • ENFP – The Champion
    • ENFJ – The Giver
    • ENTP – The Debater
    • ENTJ – The Commander

    Baca Juga: 10 Test Kepribadian Agar Kariermu Lebih Lancar

    Demikian penjelasan detail Glints tentang apa itu tes MBTI.

    Tes MBTI adalah salah satu tahapan rekrutmen penting di berbagai perusahaan. Oleh karena itu, kamu perlu mempelajarinya dan memahami apa hubungannya dengan pekerjaanmu.

    Jika ingin berdiskusi lebih lanjut tentang tes MBTI, kamu bisa menanyakannya di Glints Komunitas, lho!

    Ada banyak pengguna lainnya, termasuk para profesional, yang akan menjawab pertanyaanmu.

    Yuk, sign up dulu sekarang! Gratis!


      tes kepribadian tes mbti

      Artikel Terkait

      Tes MBTI: Definisi, Penerapan, hingga Tipe-tipe Kepribadiannya

      Diperbarui 01 2020 - dibaca 11 mnt
      Geofanni Nerissa Arviana editor

      Isi Artikel

        Pernah mendengar Meyers-Briggs Type Indicator (MBTI) test? Ya, tes MBTI adalah tes kepribadian yang paling sering digunakan di seluruh dunia.

        Dikutip dari Live Science, sekitar 1,5 juta orang melakukan tes MBTI setiap tahunnya, baik untuk keperluan akademik maupun pekerjaan.

        Di beberapa perusahaan, umumnya tes ini digunakan untuk keperluan perekrutan dan pelatihan. Jika kamu pernah melalui perekrutan karyawan, mungkin tes MBTI menjadi salah satu tahap yang harus kamu lalui.

        Namun, sebenarnya apa itu tes MBTI dan mengapa banyak pihak melakukannya?

        Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang tes MBTI, yuk, simak penjelasan Glints berikut ini!

        Baca Juga: Bagaimana Masing-masing Kepribadian MBTI di Tempat Kerja?

        Apa Itu MBTI?

        psikotes kerja

        © Freepik.com

        Tes MBTI adalah sebuah uji yang pertama kali diperkenalkan oleh Katharine Cook Briggs dan anaknya, Isabel Briggs Myers pada 1942.

        Tes ini bersandar pada teori psikologi Carl Jung, seperti dikutip dari The Atlantic.

        Sepanjang hidupnya, mereka berjuang untuk meneliti indikator kepribadian seseorang. Tujuannya adalah agar semua orang bisa memahami dirinya dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengannya.

        Selama ini, banyak orang menganggap bahwa hanya ada dua kepribadian di dunia ini, yaitu introvert dan ekstrovert.

        Melalui tes MBTI, kamu bisa mengetahui bahwa kepribadian ada lebih banyak dari itu. 

        Tes MBTI membagi kepribadian seseorang berdasarkan beberapa dikotomi kategori, yaitu Introversion (I) vs Extraversion (E), Intuitive (N) vs Sensory (S), Thinking (T) vs Feeling (F), dan Judging (J) vs Perceiving (P).

        Dari kombinasi 8 kategori tersebut, dihasilkan 16 tipe kepribadian yang bisa dimiliki oleh setiap orang.

        Dengan berbagai tipe kepribadian itu, banyak perusahaan dan lembaga yang menjadikan tes MBTI sebagai salah satu tahap rekrutmennya.

        Mereka menganggap bahwa tes ini dapat dijadikan salah satu acuan untuk mengenali dan memutuskan kandidat seperti apa yang sesuai dengan perusahaan dan posisi yang dilamar.

        Selain itu, HRD kerap menjadikan tes MBTI sebagai dasar pengadaan training di kantor.

        Meski demikian, banyak pakar di bidang psikologi yang tidak setuju dengan tes ini.

        Seperti dilansir dari Vox, beberapa pakar psikologi beranggapan bahwa tes MBTI adalah tes yang bertumpu pada teori yang tidak sepenuhnya terbukti benar.

        Ada pula pakar lain yang menganggap bahwa tes MBTI menghasilkan tipe kepribadian yang tidak akurat dan tidak konsisten.

        Baca Juga: Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert, Apa Saja Perbedaannya?

        Penerapan MBTI

        marketing automation

        © Pexels.com

        Tes MBTI adalah sebuah tes yang digunakan untuk mengidentifikasi kepribadian, potensi, dan preferensi seseorang.

        Tidak ada kepribadian yang dinilai lebih baik atau terbaik dibandingkan kepribadian lainnya.

        Meski demikian, biasanya seseorang memiliki kepribadian yang cenderung lebih kuat daripada tipe lainnya.

        Saat ini, seperti dikutip dari Mental Help, tes MBTI terdiri atas 93 pertanyaan pilihan ganda versi Amerika Utara atau 88 pertanyaan pilihan ganda versi Eropa.

        Secara individu, kamu bisa melakukan tes MBTI untuk lebih mengenal dirimu sendiri.

        Meskipun banyak pakar psikologi mengkritik tes ini, pasalnya banyak orang mengakui bahwa mereka membutuhkan perlakuan yang berbeda sesuai kepribadiannya.

        Menurut Live Science, fungsi tes MBTI adalah menjadi titik awal seseorang untuk mengeksplorasi dirinya lebih dalam.

        Dengan mengetahui preferensi kepribadianmu, kamu bisa lebih paham bagaimana cara mengendalikan diri di situasi-situasi tertentu.

        Sementara itu dalam dunia karier, seperti dilansir dari Market Place, 89 dari 100 perusahaan yang masuk dalam Fortune 100 menggunakan tes MBTI untuk keperluan rekrutmen, membangun tim, pelatihan kepemimpinan, dan manajemen potensi.

        Yang dilihat perusahaan dari tes MBTI adalah menganalisis kandidat.

        Sementara itu, user menggunakannya untuk menentukan apakah kandidat cocok dengan calon rekan kerjanya.

        Baca Juga: Apa Kata DOPE Personality tentang Kamu di Dunia Kerja?

        Macam-macam Kepribadian Menurut MBTI

        introvert ekstrovert ambivert

        © Freepik.com

        Dalam tes MBTI, ada beberapa dikotomi kategori yaitu sebagai berikut.

        1. Introversion (I) – Extraversion (E)

        Dua kepribadian pertama yang diukur dalam tes MBTI adalah Introversion (I) – Extraversion (E).

        Masyarakat umum menyebutnya sebagai introvert dan ekstrovert.

        Keduanya diperkenalkan pertama kali oleh Jung sebagai tipe kepribadian yang menggambarkan bagaimana seseorang merespons dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka, seperti dikutip dari Very Well Mind.

        Extraversion menunjukkan bahwa seseorang menikmati banyak interaksi sosial dan merasa semangat setelah menghabiskan waktu bersama orang lain.

        Sementara itu, Introversion lebih berorientasi pada pemikiran, menikmati interaksi sosial yang lebih mendalam dan bermakna, serta merasa semangat setelah menghabiskan waktu sendirian.

        2. Intuitive (N) vs Sensory (S)

        Intuitive (N) – Sensory (S) berbicara tentang jenis informasi yang kamu proses.

        Intuitive menggambarkan bahwa seseorang lebih fokus pada fakta dan detail yang ia alami langsung.

        Sementara itu, Sensory menggambarkan bahwa seseorang lebih memperhatikan intuisi seperti pola dan kesan. Ia juga lebih senang memikirkan dan membayangkan kemungkinan di masa depan.

        3. Thinking (T) vs Feeling (F)

        Kedua pasangan kepribadian yang satu ini mengukur bagaimana seseorang mengambil keputusan berdasarkan informasi yang diterimanya.

        Thinking menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang lebih suka berpikir dengan objektif, analisis, dan impersonal ketika mengambil keputusan.

        Sementara itu, Feeling menunjukkan bahwa kamu lebih banyak mempertimbangkan nilai, emosi, dan perasaan saat mengambil keputusan.

        4. Judging (J) vs Perceiving (P)

        Pasangan kepribadian tes MBTI terakhir adalah tentang gaya kita dalam menjalani hidup.

        Judging berarti kamu adalah seseorang yang lebih senang menjalani kehidupan yang terstruktur dan terencana.

        Sementara itu, Perceiving berarti lebih terbuka, fleksibel, dan mudah beradaptasi pada lingkungan yang berbeda.

        Dari 4 pasangan tersebut, kamu akan menemukan poin-poin kepribadian yang porsinya lebih besar dari pasangannya.

        Sebagai contoh, kamu 76% Extraversion sekaligus 24% Introversion. Jadi, kamu memiliki kedua kepribadian tersebut. Hanya saja ada salah satu yang biasanya lebih dominan.

        Kombinasi dari 4 pasangan tersebut akan menghasilkan 16 tipe kepribadian.

        Tipe-tipe kepribadian dalam tes MBTI adalah sebagai berikut.

        • ISTJ – The Inspector
        • ISTP – The Crafter
        • ISFJ – The Protector
        • ISFP – The Artist
        • INFJ – The Advocate
        • INFP – The Mediator
        • INTJ – The Architect
        • INTP – The Thinker
        • ESTP – The Persuader
        • ESTJ – The Director
        • ESFP – The Performer
        • ESFJ – The Caregiver
        • ENFP – The Champion
        • ENFJ – The Giver
        • ENTP – The Debater
        • ENTJ – The Commander

        Baca Juga: 10 Test Kepribadian Agar Kariermu Lebih Lancar

        Demikian penjelasan detail Glints tentang apa itu tes MBTI.

        Tes MBTI adalah salah satu tahapan rekrutmen penting di berbagai perusahaan. Oleh karena itu, kamu perlu mempelajarinya dan memahami apa hubungannya dengan pekerjaanmu.

        Jika ingin berdiskusi lebih lanjut tentang tes MBTI, kamu bisa menanyakannya di Glints Komunitas, lho!

        Ada banyak pengguna lainnya, termasuk para profesional, yang akan menjawab pertanyaanmu.

        Yuk, sign up dulu sekarang! Gratis!


          tes kepribadian tes mbti

          Artikel Terkait

          Scroll Up