Target Pasar: Definisi, Tujuan, dan Cara Menentukannya

Diperbarui 26 Jan 2023 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Target market atau target pasar adalah sekumpulan orang yang dinilai akan membeli suatu produk atau jasamu.

    Menentukan target pasar merupakan langkah yang cukup awal dalam mengembangkan sebuah bisnis.

    Salah menentukan bisa berakibat cukup fatal untuk bisnismu ke depannya.

    Agar kamu dapat memahaminya dengan baik, ayo simak rangkuman yang telah Glints siapkan berikut ini!

    Baca Juga: Proses Rekrutmen Karyawan Ini Perlu Kamu Ketahui!

    Definisi Target Pasar

    Dilansir dari Investopedia, target pasar adalah sekelompok orang yang dinilai sangat berpotensi menjadi konsumen bisnismu.

    Umumnya, proses penentuan target pasar ini dimulai dengan menentukan segmentasi pasar, yaitu proses mengelompokkan masyarakat berdasarkan segmentasi mereka, seperti:

    • usia
    • jenis kelamin
    • tempat tinggal
    • pendapatan
    • gaya hidup

    Dari segmentasi di atas, kamu dapat mengolah data yang diperoleh dan menentukan segmen manakah yang paling cocok dengan karakteristik bisnis yang kamu bangun.

    Nah, segmen yang dipilih inilah yang akan menjadi target pasarmu.

    Tujuan Menentukan Target Pasar

    Untuk apa bisnis menentukan target pasarnya?

    Tujuan menentukan target pasar di antaranya adalah sebagai berikut.

    1. Mengoptimalkan strategi bisnis

    Baik itu strategi pemasaran, penjualan, hingga pengembangan produk, data target market merupakan basis yang paling penting.

    Bagaimana kamu akan melakukan perbaikan atau merumuskan strategi jika tidak tahu siapa yang akan membeli produkmu dan apa yang mereka butuhkan?

    2. Memudahkan proses distribusi produk

    Proses distribusi produk tentunya akan lebih terencana jika kamu telah mengantongi segmentasi pasar mana yang akan menjadi fokus perusahaan saat ini.

    Misalnya, kamu menemukan bahwa pekerja yang tinggal di kota-kota besar merupakan segmentasi pasar yang paling potensial untuk melakukan pembelian.

    Dengan penemuan data tersebut, perusahaan tidak akan membuang-buang sumber dayanya untuk mendistribusikan produk ke lokasi yang kurang strategis.

    3. Membuat kampanye yang lebih personalized

    Semakin target market merasa ‘klop’ dengan produk atau brand kamu, semakin besar juga awareness yang muncul.

    Nah, bagaimana caranya agar mereka bisa merasa ‘klop’?

    Dengan menyampaikan pesan yang relevan bagi mereka, baik dari segi esensi pesan, cara menyampaikan, channel yang digunakan, hingga siapa yang menyampaikan.

    Memahami target pasar adalah langkah utama untuk mewujudkan personalized campaign tersebut.

    Baca Juga: Ingin Bisnis Dikenal Banyak Orang? Jangan Lupakan Brand Building yang Kuat

    Contoh Segmentasi Target Pasar

    laki-laki sedang mencatat di tabletnya

    © Freepik.com

    Seperti apakah contoh segmentasi yang dimaksud? Beberapa contoh segmentasi target pasar di antaranya adalah sebagai berikut.

    1. Segmentasi demografik

    Segmentasi demografik merupakan hal yang paling mendasar dan terpenting dalam pembuatan target market. Adapun pengelompokkan demografik berdasarkan pada:

    • jenis kelamin
    • usia
    • tingkat pendidikan
    • tingkat pendapatan
    • pendidikan

    Dari pengelompokan inilah kamu bisa mengetahui apakah produk atau brand yang akan kamu pasarkan cocok dengan klasifikasi di atas.

    Seperti contohnya jika produk yang akan kamu pasarkan berupa kosmetik untuk menunda penuaan dini.

    Kamu tidak akan memasarkannya kepada perempuan remaja yang berumur 12-17 tahun melainkan kepada wanita berumur 30 tahun ke atas.

    2. Segmentasi geografik

    Segmentasi ini merupakan pengelompokan target market berdasarkan lokasi atau wilayah. Adapun hal-hal yang mendasarinya:

    • lingkungan
    • kode pos
    • kode area
    • kota
    • provinsi
    • wilayah

    Segmentasi ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan masing-masing para target market dengan harapan setiap wilayah memiliki kebutuhan yang berbeda.

    Contohnya seperti penjualan pupuk pastinya akan lebih laris di daerah atau wilayah yang memiliki banyak perkebunan.

    3. Segmentasi psikografis

    Dalam segmentasi ini, kamu akan membagi target pasar berdasarkan kelas ekonomi, kepribadian atau preferensi gaya hidup.

    Segmentasi ini dibagi menjadi masyarakat berdasarkan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis pekerjaan dan sebagainya.

    Klasifikasi gaya hidup melibatkan nilai, kepercayaan, minat, dan sebagainya.

    Segmentasi psikografis didasarkan pada teori bahwa pilihan yang dibuat seseorang saat membeli produk atau jasa adalah cerminan dari preferensi gaya hidup mereka atau kelas sosio-ekonomi.

    Cara Menentukan Target Pasar

    Dilansir dari Hootsuite, beberapa cara mengidentifikasi target pasar di antaranya adalah:

    1. Kumpulkan data yang sudah ada

    Sebelum mengumpulkan data melalui riset secara terpisah, kamu dapat memanfaatkan data yang sudah ada terlebih dahulu untuk mengetahui siapa target pasarmu.

    Data ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, mulai dari followers media sosial, e-commerce, atau pengunjung blog.

    Mereka adalah orang-orang yang mau berinteraksi dengan brand dan telah memiliki ketertarikan lebih pada brand.

    2. Riset kompetitor

    Nah, riset kompetitor juga dapat membantu mengidentifikasi siapa target pasar yang lebih tepat untukmu.

    Dengan melakukan riset terhadap kompetitor, kamu mungkin akan menemukan beberapa insight penting, seperti:

    • Apakah kompetitor menargetkan kelompok yang sama denganmu?
    • Apakah ada segmentasi pasar yang kompetitor targetkan namun belum terpikirkan olehmu?
    • Bagaimana cara mereka menerapkan strategi brand positioning-nya?

    Insight tersebut dapat dijadikan sebagai data tambahan untuk memutuskan apakah kamu akan memperluas, mempersempit, atau mengubah target pasarmu.

    3. Cari tahu kelebihan produkmu

    Misalnya, kamu sedang berusaha menjual produk skincare. Brand A juga menjual produk yang serupa denganmu.

    Namun, kamu baru menyadari kelebihan produkmu dibandingkan brand A, yaitu dapat digunakan oleh remaja dengan kulit sensitif tanpa menimbulkan iritasi.

    Padahal, sebelumnya brand-mu hanya merasa bahwa kelebihan skincare tersebut adalah mudah dibeli di mana saja, harganya terjangkau, dan tersedia di berbagai ukuran.

    Nah, kelompok remaja dengan kulit sensitif itulah yang dapat kamu jadikan sebagai tambahan target pasar.

    4. Buat target market statement

    Setelah mengumpulkan berbagai data dari cara-cara di atas, sekarang saatnya membuat target market statement.

    Dokumen yang satu ini penting untuk dibuat agar brand kamu dapat menerapkan strategi brand positioning yang lebih tepat.

    Salah satu contoh template target market statement adalah sebagai berikut:

    Target pasar kami adalah [jenis kelamin] berusia [x] tahun, yang tinggal di [domisili], dan senang melakukan [aktivitas].

    Template tersebut tentunya tidak berlaku untuk semua bisnis. Domisili mungkin tak menjadi faktor utama bagi bisnismu, jadi kamu dapat menyesuaikan dan melengkapinya sesuai dengan kebutuhan.

    Baca Juga: 7 Jenis Branding untuk Menyukseskan Strategi Marketing Bisnismu

    Yang Harus Dilakukan Setelah Menentukan Target Pasar

    Langkah-langkah yang harus diperhatikan setelah menentukan target pasar di antaranya adalah sebagai berikut.

    1. Memaksimalkan strategi marketing dan penjualan

    Setelah kamu menentukan target market yang cocok dengan produk atau jasa yang akan kamu jual, ini saatnya menentukan strategi untuk memasarkan dan menjual produk pada mereka.

    Untuk memaksimalkannya, ada beberapa pertanyaan yang dapat kamu jawab, seperti:

    • Siapa saja kompetitor bisnismu?
    • Apakah produk kamu sudah memiliki kelebihan yang kompetitor tidak miliki?
    • Apakah produk kamu sudah bisa menjawab kebutuhan target market?

    Serta banyak pertanyaan lain yang dapat memancing ide-ide kreatif lainnya.

    2. Optimalkan penggunaan media sosial

    Tidak mungkin rasanya kalau pada era globalisasi yang serba digital ini kamu enggan menggunakan sosial media sebagai sarana untuk pemasaran atau promosi.

    Nah, beberapa sosial media seperti Instagram, Twitter, hingga TikTok pun sudah menjadi tempat untuk berbisnis selain untuk berjejaring.

    Selain itu, ada fitur social media ads yang harus kalian gunakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan perhatian dari target pasar yang sudah kamu tentukan.

    Dalam fitur iklan tersebut, ada beberapa kolom untuk diisi berupa detail mengenai target pasar yang kamu pilih. Mulai dari umur, wilayah, gender, dan juga interest.

    3. Analisis hasil strategi

    Saat ini mungkin saja target pasarmu memiliki preferensi A dan perilaku B.

    Dua bulan kemudian, belum tentu preferensi dan perilaku belanja mereka akan tetap sama. Jadi, selalu analisis hasil kampanye secara rutin untuk terus melihat kebutuhan mereka.

    Nah, kini sosial media juga menyediakan analytic tools yang bisa kamu olah datanya untuk melihat hasil campaign.

    Baca Juga: 4 Macam Analisis Laporan Keuangan Perusahaan

    Demikian penjelasan singkat Glints terkait serba-serbi target market yang perlu kamu ketahui

    Apakah kamu sudah memiliki gambaran mengenai target market? Atau justru kamu masih ingin mempelajari dasar-dasar pengembangan bisnis?

    Bila ya, tenang saja. Kamu bisa pelajari semuanya di Glints Blog. Di sana, terdapat banyak artikel tentang serba-serbi dunia business development.

    Tak hanya materi yang menarik, kamu juga bisa dapatkan ide baru mengenai strategi business development yang berguna bagi para wirausahawan maupun profesional yang bekerja sebagai business development.

    Jangan sampai ketinggalan, yuk, klik link ini untuk temukan artikel terbarunya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.6 / 5. Jumlah vote: 26

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait