Take Home Exam: Definisi, Tipe Soal, dan Tips Mengerjakannya

Tayang 07 Mar 2024 - Dibaca 5 mnt
Ditulis oleh : Alisatul Aini

Take home exam artinya ujian yang dibawa ke rumah. Ini merupakan salah satu metode ujian kuliah yang cukup umum digunakan di berbagai jurusan di perkuliahan.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Jenis-jenis soal yang digunakan dalam ujian ini bisa bervariasi tergantung pada mata kuliah, dosen, atau penilaian yang diinginkan.

Lalu, karena dikerjakan di rumah, apakah mahasiswa boleh melihat buku atau bekerja sama dengan teman?

Yuk, perhatikan penjelasan Glints berikut supaya kamu bisa lebih memahami tipe ujian yang satu ini!

Apa Itu Take Home Exam?

Dilansir dari University of Melbournetake home exam artinya ujian yang diselesaikan sendiri di rumah dan dapat diselesaikan dengan bantuan catatan mata kuliah, buku, penelitian, dan sumber lainnya.

Mahasiswa akan diberikan waktu tertentu untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Jumlah waktunya tergantung pada tingkat kesulitan tugas dan jadwal ujian. Biasanya, waktu yang diberikan berkisar antara 1-3 hari, dan tidak boleh lewat dari masa periode ujian.

Aturan mengenai ujian yang satu ini bisa berbeda-beda, tergantung kebijakan dosen masing-masing mata kuliah.

Baca Juga: Kenali 11 Jenis Perguruan Tinggi di Indonesia

Tipe Soal Take Home Exam

Lantas, seperti apakah tipe atau contoh soal take home exam?

Ujian yang dibawa pulang biasanya lebih menitikberatkan pada proses menganalisis, menarik kesimpulan, dan mengembangkan ide. Berikut tipe-tipe soal yang sering digunakan.

1. Esai

Tipe soal yang paling sering ditemui dalam take home exam adalah esai.

Kamu akan diminta untuk menjelaskan atau mendeskripsikan suatu konsep, teori, atau topik dengan rinci.

Karena dibawa pulang, dosen pasti mengharapkan uraian yang lebih komprehensif dan argumen yang lebih kritis serta terstruktur.

Baca Juga :  SKS Kuliah: Definisi, Contoh Perhitungan, dan Batas per Semester

2. Studi kasus

Dosen akan memberikan suatu skenario atau gambaran masalah, kemudian meminta mahasiswa untuk mengidentifikasi solusi atau langkah-langkah untuk menyelesaikannya.

Untuk menyelesaikannya, kamu bisa mencari referensi dari pemberitaan serta penelitian kasus serupa di masa lalu, dan berargumen mengapa solusimu masih relevan di kasus tersebut.

3. Presentasi atau pembuatan laporan

Pada tipe soal ini, mahasiswa biasanya diminta untuk menyusun slide presentasi tentang suatu topik, mungkin dengan menggunakan gambar, grafik, atau tabel.

Ini akan menguji kemampuanmu dalam memahami suatu topik, lalu menyajikannya secara ringkas dan kreatif melalui slide presentasi.

Di sisi lain, ada juga tipe soal yang serupa, yaitu pembuatan laporan.

Laporan yang dimaksud bisa beragam bentuknya, mulai dari laporan penelitian atau kegiatan.

4. Project kreatif

Jika kamu berkuliah di jurusan seni, media, atau bidang kreatif lainnya, besar kemungkinan akan menemui tipe soal take home exam yang satu ini.

Kamu akan diminta untuk membuat karya seni atau desain yang terkait dengan materi pembelajaran, sesuai dengan perintah atau soal yang diberikan dosen.

Contohnya adalah membuat instalasi karya seni, desain produk, membuat poster, dan lain sebagainya.

Dilansir dari University of North Carolina at Chapel Hill, umumnya ujian bentuk project ini memiliki deadline waktu yang lebih panjang dan memerlukan tahapan lainnya, seperti presentasi.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Buku Public Speaking untuk Komunikasi yang Lebih Efektif

Tips Mengerjakan Take Home Exam

Dari penjelasan di atas, berikut adalah beberapa tips yang perlu kamu perhatikan ketika mengerjakan take home exam.

1. Mengerti format dan aturan ujian

Langkah pertama yang penting adalah memahami dengan baik format dan petunjuk ujian.

Perhatikan dengan cermat apakah ujian tersebut memperbolehkan kerja sama dengan teman atau tidak, berapa lama waktu yang diberikan, dan format jawaban yang diharapkan.

Baca Juga :  Eiffel Excellence Scholarship: Syarat, Manfaat & Cara Daftar

Apabila kamu memiliki kebingungan, sebaiknya langsung tanyakan pada dosen, bukan teman sekelas. Ini untuk memastikan informasi agar tidak simpang siur.

2. Atur waktu dengan baik

Take home exam artinya ujian yang memberi mahasiswa waktu yang lebih fleksibel karena bisa dikerjakan dari rumah.

Namun, fleksibilitas ini justru bisa menjadi boomerang jika tidak dikelola dengan bijak.

Atur jadwal yang jelas untuk mengerjakan dan merevisi jawaban.

3. Tetap kerjakan dengan jujur

Meski dikerjakan dari rumah, dosen tetap akan memberimu beberapa peraturan yang harus ditepati.

Seperti tidak boleh bekerja sama dengan teman, dilarang plagiasi, atau mengambil referensi dari sumber yang tak diperkenankan.

Pastikan hasil akhir yang kamu kerjakan adalah hasil karyamu sendiri sesuai aturan yang diberikan oleh dosen.

4. Jangan lupa revisi

Sebaiknya, jangan terlalu yakin dengan hasil kerjamu bila belum melalui proses revisi.

Memeriksa ulang bisa membantumu mengoreksi typo, informasi yang tidak akurat, atau bahkan jawaban yang sebenarnya kurang sesuai dengan petunjuk soal.

Proses revisi ini memungkinkanmu untuk memberikan jawaban yang terbaik dan meningkatkan kualitas keseluruhan ujian.

Baca Juga: Mulai Kariermu dengan 6 Profesi Public Speaking Berikut Ini

Demikian pembahasan Glints mengenai apa itu take home exam hingga tips mengerjakannya. Semoga kamu bisa mendapat nilai yang memuaskan, ya.

Kalau kamu masih butuh lebih banyak penjelasan dan tips seputar dunia perkuliahan, ayo baca artikel lain di Glints Blog!

Kamu bisa temukan pembahasan lain yang tak kalah menarik, termasuk istilah-istilah terkait dunia kuliah dan panduan akademik.

Topik-topiknya bisa membantumu beradaptasi di perkuliahan dengan lebih baik.

Tertarik? Klik link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon