Stylist: Definisi, Jobdesc, Kualifikasi, dan Skill yang Dibutuhkan
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Stylist adalah salah satu pekerjaan di bidang fashion yang juga banyak dibutuhkan, baik oleh klien pribadi maupun organisasi dan perusahaan.
Apakah tugasnya hanya memilih-milih baju saja?
Bagaimana cara memulai kariernya dan kualifikasi apa yang dibutuhkan?
Untuk menemukan jawaban lengkapnya, yuk, baca rangkuman Glints berikut sampai akhir!
Isi Artikel
Definisi Stylist
Menurut Indeed, stylist atau yang juga biasa disebut fashion stylist adalah profesional yang memilih dan mengatur pakaian serta aksesoris untuk berbagai keperluan di industri fashion.
Mereka biasanya bekerja dalam industri ritel, komersial, atau high fashion.
Selain itu, klien individu maupun dari pihak swasta juga tak jarang berkonsultasi dengan mereka.
Salah satu peran utama mereka adalah memilih pakaian yang paling sesuai dengan tipe tubuh klien, gaya, serta profilnya sesuai dengan tren yang ada saat ini.
Tipe-Tipe Stylist
Karena lingkungan kerjanya yang berbeda-beda, profesi ini juga memiliki fokus di bidang yang lebih spesifik dengan peran yang lebih spesifik pula.
Dilansir dari Fashion Retail Academy, berikut beberapa tipe stylist yang bisa menjadi pertimbanganmu ketika ingin fokus berkarier di bidang ini.
1. Personal stylist
Personal stylist adalah profesional yang bekerja hanya untuk klien pribadi.
Mereka akan membantu kliennya membentuk citra tertentu melalui cara berpakaiannya.
Setiap klien pasti memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda. Inilah tantangan terbesarnya, yaitu menyesuaikan keterampilanmu dengan kebutuhan mereka.
2. E-commerce stylist
Tipe yang satu ini biasanya bertugas untuk memastikan bahwa e-commerce menarik di mata konsumen secara visual, mudah dinavigasi, dan dilengkapi dengan konten yang akurat dan terkini.
Jadi, mereka sering bekerja sama dengan divisi konten dan pengembangan website.
3. Photoshoot stylist
Sesuai namanya, mereka adalah orang yang akan bertanggung jawab untuk menyiapkan pakaian kebutuhan photoshoot produk.
Tak hanya memilih pakaian dan aksesoris, biasanya mereka juga andil dalam memutuskan properti dan background agar tercipta mood yang sesuai dengan pakaian yang dikenakan model.
4. Runway stylist
Bukankah di setiap runway pasti semua pakaiannya sudah disiapkan oleh desainer itu sendiri? Lalu, apa tugas seorang stylist?
Jangan salah, nasihat dan masukan dari mereka tetap penting bagi penyelenggara agar runway berjalan dengan lebih maksimal.
5. Product stylist
Tidak semua produk perlu diperagakan oleh model. Kamu pasti sering juga melihat banyak foto-foto produk yang sangat memukau meski hanya ditampilkan begitu saja.
Nah, hasil yang memukau tersebut salah satunya merupakan hasil jasa dari product stylist yang mendesainnya.
6. Film/TV stylist
Film dan acara televisi memerlukan tipe stylist yang berbeda karena ada kebutuhan khusus yang tak bisa disamakan dengan kebutuhan lain.
Di industri hiburan terutama film yang merupakan project dengan jangka yang cukup panjang, stylist pasti harus memikirkan lebih banyak konsep dan strategi untuk keperluan syuting secara keseluruhan.
Job Description Stylist
Nah, secara umum, beberapa job description seorang fashion stylist adalah sebagai berikut.
- Mengamati perubahan tren dunia fashion dari waktu ke waktu.
- Menghadiri pertunjukan fashion dan mengunjungi pameran untuk mendapatkan inspirasi atau mewakili klien.
- Mendapatkan item fashion dari berbagai merek dan desainer.
- Mengurasi pakaian dan aksesori untuk membuat satu tampilan lengkap.
- Berkonsultasi dengan profesional lainnya di bidang fashion.
- Bekerja di lokasi syuting untuk pemotretan, video musik, atau iklan televisi.
- Menasihati desainer kostum sesuai kebutuhan.
- Berkomunikasi dengan klien dan menilai kebutuhan mereka.
- Belanja untuk kebutuhan klien pribadi seperti selebriti dan politisi.
- Memenuhi timeline project yang telah disepakati.
- Memberikan layanan kepada klien yang mengalami kesulitan terkait tampilan pakaiannya.
- Bekerja secara kolaboratif dengan model, fotografer, koordinator studio, manajer konten, produser, dan creative director.
Kualifikasi dan Skill Stylist
Beberapa kualifikasi dan skill utama jika ingin menjadi stylist di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Pendidikan
Sebenarnya siapa saja bisa berkarier di bidang ini selama memiliki skill yang dibutuhkan, terlepas dari jurusan yang diambil ketika berkuliah.
Namun, Prospects menyebutkan bahwa ada beberapa perusahaan atau klien yang memprioritaskan lulusan jurusan fashion atau pernah mendapatkan beberapa mata pelajaran seperti di bawah ini:
- fashion design
- fashion communication and styling
- fashion image making and styling
- fashion product and promotion
- fashion styling and creative direction
- fashion styling and production
- interior styling and design
Bila diperlukan, kamu bisa mendaftarkan diri di beberapa sekolah fashion yang sesuai dengan bidang yang diinginkan.
Beberapa contohnya adalah ESMOD Jakarta, LaSalle College, dan Bunka School of Fashion.
2. Pengalaman kerja
Biasanya, untuk sukses berkarier sebagai stylist profesional, kamu perlu mendapatkan tingkat pengalaman tertentu dan membangun hubungan yang berharga dengan profesional lain di industri fashion.
Dilansir dari Indeed, banyak peran di bidang ini yang membutuhkan pengalaman minimal 4-5 tahun.
Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk bergabung dengan organisasi atau agensi terlebih dahulu dan mengejar posisi entry-level.
Jika dirasa telah memiliki bekal ilmu, pengalaman, dan portofolio yang cukup, kamu bisa melebarkan sayap dengan menjadi stylist independen atau mengejar posisi yang lebih tinggi di perusahaan.
3. Sertifikasi
Dikutip dari Indeed, beberapa stylist bahkan memutuskan untuk mengejar sertifikasi untuk menambah kredibilitas dirinya.
Salah satu lembaga yang menyediakan sertifikasi yang relevan adalah the Association of Image Consultants (AICI).
Dengan memiliki sertifikasi, kamu dapat lebih menjual skill dan kompetensimu kepada klien atau ketika melamar kerja.
4. Skill
Skill pertama yang harus dimiliki tentunya berkaitan dengan keterampilan teknis, seperti:
- komposisi dan proporsi visual
- fotografi & lighting
- media sosial
- literasi IT seperti penggunaan beberapa software desain
- kemampuan riset
Setelah itu, beberapa soft skill stylist yang tidak kalah penting adalah sebagai berikut:
- kreativitas
- komunikasi
- manajemen waktu
- fokus pada detail
- kemampuan pemecahan masalah
- networking
Prospek Karier Stylist
Dikutip dari Glassdoor, berikut merupakan penjelasan singkat mengenai proses yang perlu ditempuh stylist untuk mengembangkan kariernya.
Setelah lulus dan mendapat gelar, langkah selanjutnya adalah memutuskan bidang yang ingin kamu fokuskan. Apakah ingin fokus berkarier di industri film, runway fashion show, atau bidang lainnya?
Setelah itu, siapkan CV serta profilmu untuk melamar di posisi entry-level terlebih dahulu, sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Jika sudah memiliki pengalaman yang cukup, posisi selanjutnya yang bisa kamu kejar adalah senior stylist. Tidak semua perusahaan mewajibkan, tetapi sangat dianjurkan untuk mengambil gelar master atau sertifikasi.
Jenjang karier lainnya yang bisa ditempuh adalah associate manager, fashion manager, fashion designer, atau bahkan fashion marketer.
Mengejar karier sebagai stylist adalah langkah awal yang baik untuk mendalami industri fashion. Jadi, jangan lupa siapkan diri dengan maksimal, ya.
Mau tahu pembahasan lain terkait berbagai jenis pekerjaan?
Tak hanya di bidang fashion, ada banyak sekali pembahasan mengenai prospek pekerjaan di berbagai industri yang bisa kamu baca di Glints Blog.
Jadi, kamu bisa dapat lebih banyak referensi terutama jika sedang mengeksplorasi berbagai pilihan karier.
Tertarik? Ayo klik link ini sekarang juga untuk temukan kumpulan artikelnya!
