Desainer Fashion: Ketahui Apa Saja Tanggung Jawab dan Prospek Kariernya

Diperbarui 18 Jan 2021 - Dibaca 13 mnt

Isi Artikel

    Jika kamu seorang pecinta fashion, ada banyak pekerjaan yang cocok untukmu, salah satunya adalah desainer fashion.

    Desainer fashion atau fashion designer adalah orang yang bertanggung jawab dalam menciptakan pakaian atau aksesoris. Jadi, keberadaan profesi ini sangatlah penting di dalam industri mode.

    Di Tanah Air, profesi sebagai desainer fashion juga selalu dilirik karena memang memiliki prospek karier yang bagus.

    Hal itu juga ditunjukkan dengan didirikannya beragam sekolah fashion design yang tersebar di banyak kota di Indonesia.

    Jadi, bisa disimpulkan jika desainer fashion masih menjadi salah satu profesi yang memiliki banyak peminat hingga saat ini.

    Ingin tahu lebih dalam soal profesi ini? Yuk, simak penjelasan yang sudah Glints persiapkan untukmu di bawah ini.

    Baca Juga: Suka Gambar? Ini 6 Pilihan Pekerjaan yang Cocok Untukmu

    Seperti Apa Profesi Desainer Fashion Itu?

    profesi desainer fashion adalah

    © Rawpixel.com

    Sempat dijelaskan di atas bahwa desainer fashion adalah profesi yang bertanggung jawab untuk menciptakan pakaian dan aksesoris.

    Namun, biasanya seorang desainer fashion tidak akan membuat semua jenis pakaian atau aksesoris sekaligus.

    Mereka umumnya memiliki spesialisasi khusus. Misalnya, desainer fashion yang hanya fokus untuk pembuatan gaun pengantin, pakaian ready to wear, sepatu, atau perhiasan.

    Bahkan, ada pula desainer fashion yang hanya fokus untuk merancang kostum yang hanya digunakan di film, acara televisi, atau teater.

    Dilansir dari Prospects, ada 3 jenis bidang utama dari profesi desainer fashion. Berikut penjelasannya.

    1. High street fashion

    Ada banyak sekali desainer fashion yang memiliki spesialisasi dalam membuat high street fashion.

    Umumnya, pakaian jenis ini akan diproduksi secara massal dan didistribusikan ke berbagai negara.

    Seorang desainer fashion harus mampu menciptakan pakaian dengan style yang mampu menarik perhatian sehingga bisa menjadi tren.

    Tren high street fashion sendiri biasanya hanya berlangsung sebentar sehingga disebut sebagai tren musiman.

    Biasanya, audiens akan tertarik membeli pakaian ini karena dipengaruhi oleh gaya berpakaian influencer atau selebriti.

    2. Ready to wear

    Pakaian ready to wear biasanya diciptakan oleh seorang desainer fashion yang sudah mapan dan telah memiliki nama yang sudah dikenal.

    Biasanya, mereka membuat koleksi pakaian ready to wear yang diproduksi dengan jumlah yang relatif kecil karena sudah memiliki target audiens khusus.

    3. Haute couture

    Seorang desainer fashion yang biasanya membuat jenis pakaian haute couture adalah mereka yang sudah memiliki nama besar.

    Pasalnya haute couture merupakan jenis pakaian spesial yang membutuhkan waktu yang sangat lama dalam proses pembuatannya.

    Mulai dari memilih bahan hingga proses menjahit dilakukan sangat cermat dan hati-hati sehingga karya yang dihasilkan biasanya memiliki nilai jual yang mahal.

    Brand fashion dunia umumnya akan selalu membuat koleksi haute couture untuk menampilkan kreativitas dan inovasi terbarunya di dunia mode.

    Tanggung Jawab Pekerjaan

    © Rawpixel.com

    Desainer fashion adalah profesi yang cocok buat kamu yang kreatif. Pasalnya, tanpa memiliki kreativitas yang tinggi tentu akan kesulitan saat harus merancang pakaian atau aksesoris.

    Penasaran apa saja tanggung jawab pekerjaan dari profesi yang satu ini, berikut penjelasannya dilansir dari Chron, Betterteam, dan Learn.  

    • Mengobservasi tren mode dan memprediksi gaya pakaian yang diinginkan oleh konsumen.
    • Melakukan brainstorming dengan tim untuk memilih tema koleksi.
    • Memilih bahan dan teknik untuk merancang pakaian atau aksesoris sesuai dengan tema yang ditentukan.
    • Mulai membuat desain pakaian atau aksesoris. Bisa dilakukan dengan membuat sketsanya terlebih dahulu baru kemudian menggunakan program komputer untuk menyempurnakan desain.
    • Bertemu dengan produsen untuk mencari bahan yang cocok digunakan sebagai bahan utama desain.
    • Membuat prototipe desain untuk dipamerkan ke sebuah pameran atau dipresentasikan langsung ke konsumen.
    • Memantau proses produksi untuk menjaga kualitas hasil pakaian atau aksesoris.
    Baca Juga: Tertarik Kerja di Industri Kreatif? Ini Skill yang Perlu Kamu Kuasai

    Skill yang Dibutuhkan

    desainer fashion adalah

    © Rawpixel.com

    Dilansir dari The Balance Careers, berikut ini beberapa jenis skill utama yang harus dimiliki oleh seorang desainer fashion, antara lain:

    1. Berpikir kreatif

    Skill utama yang diperlukan oleh seorang desainer fashion adalah berpikir kreatif. Tanpa memiliki skill yang satu ini tentunya akan kesulitan untuk menciptakan suatu desain yang baru.

    Menciptakan sebuah desain untuk pakaian atau aksesoris bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, riset pasar dan memiliki banyak referensi adalah hal yang wajib dilakukan.

    Jika tidak mampu membuat desain yang inovatif, tentunya karya dari desainer fashion tersebut akan sulit dikenal oleh banyak orang.

    2. Komunikasi

    Dalam menyelesaikan pekerjaannya tentu saja seorang desainer fashion tidak bisa melakukannya sendiri. Ia harus bekerja dengan tim yang akan membantunya.

    Itulah mengapa skill komunikasi sangat perlu dimiliki. Pasalnya, ia harus bisa berkomunikasi untuk menyampaikan idenya kepada tim dengan baik.

    Selain itu, desainer fashion juga harus menguasai active listening karena mereka juga perlu mendapatkan masukan dari setiap anggota tim.

    3. Teliti dan memperhatikan detail

    Salah satu kunci sukses menjadi seorang desainer fashion yang andal adalah sifat teliti.

    Jika kamu menjajal profesi yang satu ini, ketelitian adalah hal yang wajib dimiliki. Jika kamu tidak bisa teliti, tentu saja karya yang dihasilkan akan tidak maksimal.

    Mulai dari mencari ide untuk membuat desain, membuat sketsa, mencari bahan, serta proses produksi harus dilakukan dengan teliti.

    Prospek Kerja

    © Rawpixel.com

    Seperti yang disebutkan di atas, prospek karier dari profesi desainer fashion sangatlah bagus. Hal itu disebakan perkembangan industri fashion di Tanah Air selalu mengalami peningkatan.

    Dilansir dari CNBC, industri fashion di tahun 2019 lalu menyumbang ekonomi kreatif Indonesia hingga Rp116 triliun.

    Jadi bisa dilihat bahwa industri fashion sangatlah menjanjikan dan tidak ada salahnya jika kamu tertarik untuk mencobanya.

    Seorang fashion desainer biasanya lulusan dari sekolah desain atau pernah mengambil kursus desain.

    Cara termudah untuk meningkatkan pengalaman yaitu dengan magang menjadi asisten desainer fashion.

    Kamu pasti akan mendapatkan banyak sekali ilmu baru serta bisa merasakan seperti apa pengalaman kerja di industri fashion.

    Banyak sekali desainer fashion yang memulai karier dari bawah dan tidak langsung membuat brand-nya sendiri.

    Saat pengalaman kerja sudah banyak dan skill semakin terasah, tentunya kamu bisa mempertimbangkan untuk membuat brand sendiri di masa depan.

    Baca Juga: 10 Pekerjaan dengan Gaji Tinggi untuk Perempuan

    Demikianlah penjelasan mengenai profesi desainer fashion mulai dari tanggung jawab pekerjaan, skill yang dibutuhkan hingga prospek kerjanya.

    Jika kamu ingin mencoba profesi ini, mulai sekarang persiapkan diri sebaik mungkin dan pelajari skill yang dibutuhkan.

    Ingatlah bahwa desainer fashion adalah profesi yang cukup menjanjikan, jadi jika kamu ingin sukses harus selalu mengembangkan skill.

    Selain informasi di atas, kamu juga bisa mendapatkan artikel yang informatif lainnya hanya dengan berlangganan newsletter dari Glints.

    Ada banyak sekali tips dan informasi terkini seputar dunia kerja serta pengembangan diri yang bisa kamu akses dengan mudah.

    Yuk, sign up sekarang juga dan segera dapatkan informasi menarik dari Glints langsung ke inbox-mu.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 4

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait