Sleep Texting: Arti, Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Ditulis oleh : M. Ichsan Medina
Pernahkah kamu tak sadar mengirim pesan ke rekan kerja atau atasan di malam hari saat tertidur? Nah, hal ini adalah sesuatu yang umum disebut sleep texting.
Meski hal ini terkesan tidak mungkin terjadi, namun mengirim pesan ketika tertidur adalah suatu hal yang nyata dan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk pekerja.
Nah, di artikel ini Glints akan memberi penjelasan lebih lanjut seputar fenomena mengirim pesan saat tertidur. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!
Isi Artikel
Arti Sleep Texting
Menurut Sleep Foundation, sleep texting adalah fenomena di mana seseorang membalas atau mengirim pesan teks ketika ia sedang tertidur.
Fenomena ini tergolong sebagai parasomnia, atau gangguan yang dapat dialami seseorang ketika sedang tidur atau bangun tidur.
Pada banyak kasus, fenomena ini terjadi karena ada sesuatu yang menjadi trigger atau penyebab.
Dengan kata lain, fenomena ini dapat terjadi ketika kamu mendapatkan pesan masuk di smartphone-mu saat sedang tertidur.
Notifikasi yang masuk dapat memberi tahu bahwa kamu mendapatkan pesan baru.
Hal tersebut membuat otakmu merespons dengan cara yang sama ketika kamu sedang tidak tidur, yaitu segera membalas pesan yang masuk.
Fenomena ini kemungkinan besar lebih rentan terjadi pada orang-orang yang tidur di dekat smartphone-nya serta menggunakan suara notifikasi yang cukup keras.
Penyebab Sleep Texting
Seperti yang Glints sebutkan, fenomena ini terjadi karena ada trigger atau penyebab.
Nah, berikut penyebab sleep texting menurut Sleep Advisor dan Greatist.
1. Stres
Ketika tubuh dan otak stres, mendapatkan tidur berkualitas adalah suatu hal yang sulit.
Hal tersebut membuat tidurmu menjadi sering terinterupsi sehingga kamu tidak bisa beristirahat sepenuhnya dengan baik.
Selain itu, jika pekerjaan mengharuskan kamu menggunakan smartphone, kamu akan lebih rentan untuk mengirim pesan saat tidur tanpa disadari.
2. Kurang tidur
Kurang tidur juga dapat menyebabkanmu mengirimkan pesan tanpa disadari saat sedang tidur.
Hal ini karena kurang tidur dapat memengaruhi jaringan di otak saat dalam kondisi istirahat.
Selain menyebabkanmu mengirim pesan tanpa disadari, kurang tidur juga dapat berdampak pada rentang perhatian, motivasi, kontrol emosi, dan kemampuan belajar serta mengingat.
3. Perubahan jadwal tidur
Hal lain yang dapat menyebabkan sleep texting adalah perubahan dalam jadwal tidur.
Perubahan jadwal tidur secara drastis dan tiba-tiba dapat mengganggu ritme sirkadianmu yang akhirnya memengaruhi fungsi otak.
Hal tersebut juga membuatmu lebih rentan untuk mengirimkan pesan saat sedang tertidur karena otak dan badanmu terbiasa dalam kondisi terjaga pada waktu di mana kamu biasanya sudah tidur.
4. Aktivitas siang hari yang berlebih
Penyebab lain yang dapat membuatmu mengirim pesan teks di malam hari adalah aktivitas di siang hari yang berlebih.
Ketika kamu terlalu sibuk, otakmu tidak dapat beristirahat sepenuhnya di waktu malam.
Hal tersebut tentu dapat membuatmu melakukan sleep texting tanpa disadari.
5. Genetik
Apabila orang tuamu memiliki gangguan tidur meski bentuknya tidak mengirim pesan, hal tersebut dapat menjadi salah satu penyebab utamamu melakukan sleep texting.
Berdasarkan studi dari Washington University School of Medicine, kondisi tidur seseorang sangat berkaitan dengan genetik.
Sehingga, apabila orang tuamu memiliki gangguan parasomnia, ada kemungkinan kamu pun memilikinya.
Cara Mencegah Sleep Texting
Perlu diketahui bahwa mengirim pesan pada saat tidur tidak mengancam kesehatan dan well-being-mu.
Meski begitu, kamu tetap perlu mengunjungi dokter apabila mengalami sleep texting serta gangguan tidur lainnya.
Sebab, dengan komplikasi tersebut yang malah akan berbahaya bagi kesehatan.
Apabila kamu menjaga pola tidur secara konsisten, namun masih mengalami parasomnia, bisa jadi itu adalah tanda adanya isu pada kesehatanmu.
Bagi seseorang yang sering mengirim pesan ketika tidur, ada beberapa solusi simpel dari Healthline. Ketika waktu tidur sudah tiba, kamu bisa melakukan ini.
- mematikan smartphone atau mengaktifkan mode night mode
- mematikan suara dan notifikasi dari smartphone
- menyimpan smartphone di tempat yang berbeda dengan kamar tidurmu
- tidak menggunakan smartphone setidaknya satu jam sebelum waktu tidur
Meski kamu tidak mengalami sleep texting, menyimpan smartphone di ruang tidurmu dapat berpengaruh pada kualitas dan kuantitas tidurmu.
Sehingga, ada baiknya bagimu untuk menyimpan smartphone di tempat yang berbeda.
Itu adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui seputar sleep texting. Sekilas, hal ini memang tidak berbahaya.
Namun, apabila fenomena ini sering terjadi dibarengi beberapa gangguan tidur lain, ada baiknya bagimu untuk mengunjungi dokter.
Dokter bisa saja membantumu mengetahui mengapa kamu mengalami parasomnia. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi terjadinya hal ini padamu.
Nah, selain informasi ini kamu bisa tahu lebih banyak seputar kesehatan kerja dengan baca kumpulan artikel dari Glints.
Di sana, kamu bisa mendapatkan informasi, tips, dan trik seputar kesehatan kerja yang tentu bisa diaplikasikan. Menarik bukan?
Yuk, klik di sini sekarang untuk dapatkan dan baca kumpulan artikelnya sekarang!
